Gemercik Rahmat di Tobarakka: Saat Sinergi Menyejukkan Dahaga Ratusan Warga

POLRI33 Dilihat

Keterangan Gambar: Personel Polsek Urban Pitumpanua, Damkar, dan aparat setempat saat berkoordinasi dan menyalurkan bantuan air bersih kepada warga yang terdampak kemarau di Kelurahan Tobarakka, Wajo. (Foto: Dok. Humas Polres Wajo)

PALAPA MEDIA GROUP (PMG) Berani Bersikap, Tegas dalam Nurani

FEATURE PALAPA Kisah Kemanusiaan di Balik Fakta

Oleh: Sabri

Editor: Alimuddin

SUARA PALAPA, WAJO — Terik matahari menyengat persada Tobarakka, melukis retakan tanah yang merindukan basah. Di balik debu yang membumbung tinggi, musim kemarau tak hanya mengeringkan telaga dan sumur-sumur warga, tetapi juga menguji ketabahan serta keteguhan iman ratusan jiwa di bumi Pitumpanua, Kabupaten Wajo.

Namun, di tengah ritme alam yang terasa gersang itu, takdir Illahi menggerakkan nurani sesama. Hari Jumat (11/9/2026)—sebuah hari yang penuh keberkahan—sekitar pukul 11.00 WITA, embun kepedulian itu akhirnya mengalir. Berpusat di kediaman Kepala Lingkungan Ading, Kelurahan Tobarakka, deru mesin mobil tangki Pemadam Kebakaran (Damkar) bergema membawa penyejuk dahaga.

Bukan sekadar air bersih yang hadir, melainkan wujud nyata sinergi kemanusiaan. Dipimpin oleh Ps. Kanit Propam Polsek Urban Pitumpanua, Aiptu Sumarno, bahu-membahu bersama personel kepolisian, staf Kecamatan Pitumpanua, personel Damkar, Babinsa Serda Hamzah, serta Kepala Lingkungan Ading, Muh. Arif, mereka mengawal jalannya penyaluran tirta kehidupan tersebut.

Sebanyak 5.000 liter air dialirkan ke dalam gentong-gentong penampungan. Air jernih yang memancar itu menjadi jawaban atas doa-doa yang terpanjat dari 200 rumah atau 215 kepala keluarga (KK). Sebanyak 560 warga yang semula menanggung getirnya dahaga kini dapat menghela napas lega. Setiap tetes yang mengalir ke jeriken dan wadah warga bukan sekadar pemenuh kebutuhan dasar, melainkan lambang kasih sayang Sang Pencipta yang disalurkan melalui tangan-tangan yang peduli.

Proses penyaluran berlangsung dengan tertib dan damai. Senyum yang kembali mengembang di wajah-wajah letih warga menjadi saksi bahwa persaudaraan tak pernah kering, meski kemarau melanda. Kepolisian, pemerintah kecamatan, dan unsur terkait membuktikan bahwa hadir di tengah kesulitan rakyat adalah panggilan hati yang paling luhur.

Rintisan Silaturahmi & Wujud Syukur

Kisah kepedulian dan ikatan emosional tak hanya terukir di Tobarakka. Di sudut cerita yang lain, jalinan persaudaraan terus dipelihara oleh waktu.

Seorang putra daerah asal Uloe Bone kelahiran 4 September 1963, Ir. H. Jamaluddin Jamal, kini melangkah di usia ke-63 tahun. Alumni SMP Negeri Uloe dan SMA Negeri 156 Watampone (Smabo 83) yang menamatkan studi Teknik Sipil di Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar ini kini memimpin PT. Polejiwa Mandiri Utama dari Balikpapan, Kalimantan Timur. Meski disibukkan dengan roda bisnis di berbagai daerah, ia tak pernah lupa pada akar dan sahabat-sahabat masa mudanya.

Grup WhatsApp alumni Smabo 83 tak pernah sepi berdenting, merajut komunikasi yang terbangun erat sejak Reuni Akbar 2016. Saat ini, kepak kabar gembira mengajak para alumni untuk kembali berkumpul pada 18 September 2026 di Watampone. Sebuah momen ganda: menggelar arisan Smabo 83 sekaligus merayakan dan mendoakan pernikahan putra dari sang Ketua Kelas masa sekolah dulu, Andi Ansar Amal, S.H., M.Si.

Kehidupan mengajarkan bahwa baik setetes air di tanah yang kering maupun tegur sapa antar sahabat lama, keduanya adalah manifestasi rasa syukur. Di usia yang berkah ini, doa terbaik teriring untuk Ir. H. Jamaluddin Jamal dan seluruh insan yang senantiasa menabur kebaikan: semoga senantiasa sehat wal afiat, penuh kebahagiaan bersama keluarga, serta selalu berada dalam lindungan dan kasih sayang Allah SWT.

Sebab pada akhirnya, sebaik-baik manusia adalah mereka yang memberi manfaat bagi sesamanya dan tak pernah memutuskan tali silaturahmi.

PALAPA MEDIA GROUP (PMG) Berani Bersikap, Tegas dalam Nurani

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *