Keterangan Gambar:
Tim Satgas Pangan Polri Wilayah Sulawesi Selatan bersama jajaran Polda Sulsel, Polres Wajo, Bapanas, dan Bulog saat meninjau langsung ketersediaan serta stabilitas harga bahan pangan pokok di Wajo. (Foto: Dokumentasi Humas Polres Wajo)
PALAPA MEDIA GROUP Berani Bersikap Tegas dalam Nurani
EDITORIAL PALAPA Suara Nurani Redaksi
SUARA PALAPA, WAJO — Beras bukan sekadar komoditas dagang yang diperhitungkan dengan deretan angka di atas kertas. Di dalamnya ada keringat para petani yang menyiram bumi, serta doa jutaan kepala keluarga yang berharap piring mereka tak pernah kosong saat fajar dan senja menyapa. Menjaga ketersediaan pangan sejatinya adalah tugas kemanusiaan—sebuah ibadah untuk memastikan piring rakyat tetap dipenuhi rasa syukur, bukan kecemasan.
Di tanah Wajo yang sarat nilai spiritual dan kebersamaan, kepedulian itu mewujud nyata. Tim Satgas Pangan Polri Wilayah Sulawesi Selatan melangkah turun langsung menyusuri denyut pasar hingga lumbung penggilingan. Dipimpin oleh Ketua Tim Satgas Pangan Polri Sulsel, Kombes Pol Egy Andrian Suez, S.H., S.I.K., M.H., langkah ini melibatkan bersatunya jajaran Ditreskrimsus Polda Sulsel, Polres Wajo, Badan Pangan Nasional (Bapanas), hingga Perum Bulog.
Sinergi tersebut menapakkan kaki di tiga titik krusial: riuhnya Pasar Mini, ketertiban toko retail modern Indomaret di Jalan Beringin, hingga degup mesin di Pabrik Penggilingan Padi Sinar Sulawesi 77, Kecamatan Maniangpajo. Langkah demi langkah menyusuri lorong pasar ini tak sekadar memeriksa label harga, melainkan hadir untuk memastikan rantai pasok pangan tak tercoreng oleh ketidakadilan atau penimbunan yang merugikan rakyat kecil.
Langkah ini diperkuat oleh pengawasan presisi dari Anggota Tim Satgas Pangan Sulsel IPTU Rafid, Kanit III Subdit I Ditreskrimsus Polda Sulsel AKP Jabbar, S.H., bersama BRIPTU Muh Rahmat dan BRIPDA Muh Insan Qalbui. Kehadiran perwakilan Bapanas Pusat Trisna Hardi Saputra, Kepala Bulog Cabang Wajo Farid Nur, serta jajaran penegak hukum Polres Wajo—Kasat Reskrim IPTU Fahrul, S.H., M.H., dan Kanit Tipiter IPTU Tahya Cahya Wiguna, S.Tr.K., M.H.—menjadi bukti teguhnya komitmen perlindungan hukum atas hak pangan warga.
Upaya nyata ini menegaskan bahwa kehadiran negara dan kepolisian di lapangan bukan semata-mata penegakan aturan hukum, melainkan perpanjangan tangan kasih sayang Ilahi untuk merawat hajat hidup orang banyak. Kestabilan harga dan kelancaran distribusi beras adalah jalan untuk merawat kedamaian batin masyarakat.
Ketika pangan terjaga dengan jujur dan adil, di situlah nurani kehidupan menemukan kedamaiannya. Semoga setiap bulir beras yang sampai ke meja rakyat Wajo senantiasa membawa berkah, ketenangan, dan rasa aman yang tak tergoyahkan.
PALAPA MEDIA GROUP Berani Bersikap Tegas dalam Nurani












