Menuntun Nurani Digital: Polres Soppeng Edukasi AI di SMKN 1

POLRI27 Dilihat

Keterangan Gambar:

Kabag SDM Polres Soppeng, Kompol Sulaeman Abu, S.H., M.H., bersama tim edukasi saat memberikan pembekalan pemanfaatan Kecerdasan Buatan (AI) yang bijak dan beretika kepada para siswa di SMKN 1 Soppeng, Rabu (26/8/2026). (Foto: Dok. Humas Polres Soppeng)

PALAPA MEDIA GROUP (PMG)
Berani Bersikap, Tegas dalam Nurani

ESSAY PALAPA
Refleksi Nurani di Atas Fakta

Oleh: Petta Barang

SUARA PALAPA, SOPPENG — Ketika fajar menyapa Bumi Latemmamala dan mentari pagi mulai menghangatkan pelataran SMK Negeri 1 Soppeng, Rabu (26/8/2026) pukul 07.30 WITA, sebuah langkah mulia terpahat. Di antara tatap mata muda yang penuh rasa ingin tahu, jajaran Kepolisian Resor (Polres) Soppeng hadir bukan sekadar membawa amanat ketertiban, melainkan membawa pelita penuntun bagi generasi penerus bangsa.

Di era di mana jemari manusia dengan mudah menyentuh batas-batas Artificial Intelligence (AI) atau Kecerdasan Buatan, kecanggihan teknologi ibarat pedang bermata dua. Ia mampu menjulang setinggi langit membawa kemajuan, namun tanpa panduan etika dan bimbingan Sang Maha Pencipta, ia berisiko mengikis nilai-nilai kemanusiaan. Menyadari hal tersebut, Polres Soppeng hadir menyapa para siswa kelas X dan XI untuk menanamkan pemahaman yang mendalam: bahwa di balik setiap kecerdasan buatan, harus ada hati nurani yang mengendalikan.

Kegiatan edukatif ini dipimpin langsung oleh Kabag SDM Polres Soppeng, Kompol Sulaeman Abu, S.H., M.H., bersama tujuh personel pilihan yang berperan sebagai fasilitator dan mentor. Mereka adalah Ipda Udiyanto, Ipda Darmawansyah, S.E., Bripda A. Arya, Bripda Anugrah Saputra, S.H., Bripda Ahmad Perjaka Putra, S.E., serta Bripda Sakinah Kurnia Rizky, S.P. Langkah ini juga menjadi wujud nyata implementasi Program Quick Wins Presisi Triwulan III Tahun 2026 (Indikator 9.1 dan 9.2) dalam membina masyarakat digital yang cerdas dan berkarakter.

Kapolres Soppeng, AKBP Hari Budiyanto, S.H., S.I.K., M.H., menegaskan bahwa kemajuan zaman adalah keniscayaan yang harus disikapi dengan kebijaksanaan rohani dan intelektual.

“AI adalah karunia akal dan ilmu pengetahuan yang harus kita manfaatkan sebesar-besarnya untuk kebaikan. Kami tidak ingin anak-anak kita sekadar menjadi pengadopsi teknologi yang pasif, melainkan menjadi pribadi yang bijak, memahami batas etika, risiko, serta tanggung jawab moral di hadapan Tuhan dan sesama,” tutur AKBP Hari Budiyanto dengan nada berwibawa.

Kapolres menambahkan, benteng terbaik dari dampak buruk teknologi adalah karakter yang kokoh sejak dini. Kehadiran Polri di ruang-ruang kelas adalah bentuk pengayoman yang humanis, merawat asa, memelihara potensi, serta memastikan anak-anak bangsa tidak tergelincir dalam penyalahgunaan jemari di dunia maya.
Senada dengan hal tersebut, Kompol Sulaeman Abu menyampaikan bahwa materi disampaikan melalui pendekatan yang hangat, komunikatif, dan mudah dicerna. Pendekatan interaktif ini dirancang agar para siswa tidak hanya paham secara teknis, tetapi juga tersentuh secara nurani untuk menjadikan teknologi sebagai sarana beribadah, belajar, berkarya, dan menebar kemaslahatan.

Langkah Polres Soppeng di SMKN 1 Soppeng hari ini adalah sebuah penegasan sikap: bahwa polisi bukan hanya penjaga hukum, tetapi juga pengayom jiwa dan penuntun masa depan. Sebab pada akhirnya, seberapa pun canggihnya kecerdasan buatan diciptakan, ia tak akan pernah bisa menggantikan kehangatan budi pekerti dan keteguhan nurani manusia.

PALAPA MEDIA GROUP (PMG)
Berani Bersikap, Tegas dalam Nurani

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *