Menjaga Nyala Tunas Muda: Di Antara Tugas, Bakti, dan Doa

PENDIDIKAN129 Dilihat

Keterangan Gambar:

SINERGI JAGA TUNAS BANGSA: Kapolsek Liliriaja AKP Mahmuddin, A.Md., S.Sos. berfoto bersama para pembina dan peserta didik perkemahan Pramuka di depan gapura pioniereing usai pembukaan Perkemahan HUT RI ke-81 di Lapangan H. Andi Mahmud Cangadi, Kelurahan Appanang, Kecamatan Liliriaja, Selasa (25/8/2026). Kehadiran kepolisian memastikan seluruh Rangkaian Kegiatan kepanduan berjalan aman, kondusif, dan penuh rasa kekeluargaan. (Foto: Dok. Humas Polres Soppeng)

PALAPA MEDIA GROUP
Berani Bersikap Tegas dalam Nurani

EDITORIAL PALAPA
Suara Nurani Redaksi

SUARA PALAPA, SOPPENG — Sore itu, ketika mentari menguning lembut di ufuk Appanang, hamparan Lapangan Sepak Bola H. Andi Mahmud Cangadi perlahan menjelma menjadi panggung peradaban kecil. Di atas tanah Liliriaja yang hangat, riuh gelak tawa dan langkah-langkah polos anak-anak bangsa berpadu dalam keheningan doa. Perkemahan Pramuka memperingati 81 tahun Kemerdekaan Republik Indonesia resmi dibuka, bukan sekadar hajatan kalender perayaan, melainkan laboratorium jiwa tempat karakter generasi penerus ditempa di bawah naungan panji-panji persatuan.

Pramuka selalu mengajarkan kita tentang tenda yang didirikan bersama, api unggun yang hangat tanpa membeda-bedakan, dan ikatan janji Dasa Darma. Di balik deretan seragam cokelat muda dan tua peserta didik tingkat SD, SMP, hingga SMA se-Kecamatan Liliriaja, terwujud wajah masa depan Indonesia yang penuh keikhlasan.

Peserta perkemahan tersebut terdiri dari Pramuka Siaga dan Penggalang yang berpangkalan Gugus Depan (SD dan SMP atau sederajat) Pramuka Penegak Laksana dan Pandega yang berpangkalan Gudep di SMA/SMK/Sederajat) serta para Pembina dari Kwarran Liliriaja dan Gudep.

Upacara pembukaan yang dipimpin langsung oleh Ketua Kwarcab Soppeng, Syaharuddin M. Adam, S.Sos., M.M., menjadi pengingat mulia: kemerdekaan yang kita nikmati hari ini harus diisi dengan membentuk jiwa-jiwa muda yang berakhlak, tangguh, dan mencintai tanah airnya.

Namun, di balik syahdunya nyanyian kepanduan dan kibaran merah putih, ada amanah besar yang harus dipikul agar kedamaian itu tidak terusik. Kehadiran Kapolsek Liliriaja AKP Mahmuddin, A.Md., S.Sos., bersama Bhabinkamtibmas Kelurahan Appanang Aipda Restu Sarjan, mengabarkan sebuah pesan teduh: bahwa pengabdian dan kewaspadaan adalah dua sisi mata uang yang senantiasa menjaga ketenteraman masyarakat.

Sebagaimana ditegaskan oleh Kapolres Soppeng AKBP Hari Budiyanto, S.H., S.I.K., M.H., keselamatan dan kenyamanan setiap warga adalah prioritas utama nurani Kepolisian:

“Kami tidak ingin menunggu sampai terjadi gangguan baru bertindak. Deteksi dini, pemantauan, dan koordinasi harus dilakukan sejak awal. Keamanan bukan hanya tanggung jawab kepolisian, kami mengajak seluruh pihak untuk bersama-sama menjaga ketertiban.”

Pernyataan tersebut menyentuh ketegasan nurani yang mendalam. Pengamanan kepolisian bukanlah bentuk ketakutan atau mengekang kebebasan, melainkan wujud kasih sayang negara dalam melindungi anak-anaknya yang sedang menimba ilmu kepemimpinan. Mencegah ancaman, mulai dari kemacetan, potensi kejahatan, hingga gangguan ketertiban lainnya, adalah ikhtiar lahiriah agar para tunas bangsa dapat tertidur lelap di dalam tenda-tenda mereka tanpa rasa cemas.

Hingga mentari sempurna terbenam menandai selesainya pembukaan, kedamaian menyelimuti Liliriaja. Komitmen pengamanan yang terus berlangsung hingga 28 Agustus 2026 adalah cermin sinergi: ketika polisi, pembina, orang tua, dan masyarakat saling menguatkan, maka benteng keamanan sejati telah terbangun.

Pada akhirnya, menjaga perkemahan ini adalah menjaga benteng masa depan bangsa. Sebab di dalam setiap jiwa anak-anak Pramuka yang malam ini menatap bintang di Appanang, tersimpan doa-doa tulus untuk Indonesia yang aman, damai, dan bermartabat.

PALAPA MEDIA GROUP (PMG)
Berani Bersikap, Tegas dalam Nurani

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *