Menjaga Asa di Balik Jeruji: Sentuhan Kemanusiaan Polres Soppeng

POLRI67 Dilihat

Keterangan Gambar:

Wakapolres Soppeng Kompol Tamar, S.Sos., saat melakukan pengecekan langsung dan memastikan pemenuhan hak-hak dasar para tahanan di Ruang Tahanan Polres Soppeng, Senin (24/8/2026). (Foto: Dok. Humas Polres Soppeng)

PALAPA MEDIA GROUP (PMG) Berani Bersikap, Tegas dalam Nurani

ESSAY PALAPA Refleksi Nurani di Atas Fakta

Oleh: Idris

Editor: Alimuddin

SUARA PALAPA, SOPPENG — Jeruji besi memang membatasi ruang gerak langkah manusia, namun tak pernah mampu memadamkan martabat dan fitrah kemanusiaan yang dianugerahkan Sang Pencipta. Di balik dinding tebal dan jeruji besi yang dingin, ada jiwa-jiwa yang sedang menanti pintu taubat dan keadilan.

Prinsip itulah yang melandasi jajaran Polres Soppeng untuk senantiasa hadir membawa kehangatan nurani di tengah ketegasan penegakan hukum. Senja di Kota Kalong, Senin, 24 Agustus 2026, sekitar pukul 14.30 WITA, menjadi saksi ketika ruang tahanan tak sekadar dipandang sebagai wadah pengasingan, melainkan tempat berseminya kepedulian.

Wakapolres Soppeng, Kompol Tamar, S.Sos., melangkah menyusuri lorong-lorong Ruang Tahanan Polres Soppeng. Kehadirannya tidak hanya untuk memastikan ketiadaan celah ancaman keamanan, melainkan juga menatap wajah-wajah para warga binaan dengan sudut pandang yang memanusiakan.

Dengan seksama, Kompol Tamar memeriksa setiap detail kelayakan fasilitas, tingkat pengawasan personel, hingga ketetapan penjagaan. Namun, di atas semua ketegasan protokoler itu, perhatian utamanya bertumpu pada hal mendasar: pemenuhan gizi makanan dan terjaminnya kesehatan para tahanan.

“Penjagaan harus dilakukan secara maksimal dan penuh kewaspadaan. Namun di sisi lain, kita adalah hamba-hamba-Nya yang bertugas menjaga sesama. Hak-hak dasar tahanan, mulai dari kelayakan makanan hingga kondisi kesehatan mereka, adalah amanah yang wajib kita tunaikan. Demikian pula kesehatan fisik dan mental para personel yang bertugas, harus terus terjaga,” ujar Kompol Tamar di sela-sela inspeksinya.

Dari sudut pandang kepemimpinan yang lebih luas, Kapolres Soppeng, AKBP Hari Budiyanto, S.H., S.I.K., M.H., menegaskan bahwa pengawasan terhadap ruang tahanan bukan sekadar kewajiban administratif mingguan atau rutinitas yang dingin. Pengawasan tersebut adalah cerminan dari akuntabilitas moral kepolisian di hadapan publik dan Tuhan Yang Maha Esa.

“Keamanan tahanan merupakan tanggung jawab spiritual dan institusional yang tidak boleh dianggap sebagai rutinitas semata. Personel harus senantiasa waspada, peka terhadap dinamika psikologis di ruang tahanan, serta memastikan kondisi fisik mereka selalu terpantau. Pada saat yang sama, pelayanan yang layak, adil, dan humanis wajib kita berikan,” tegas Kapolres Soppeng.

AKBP Hari Budiyanto menyakini, merawat dimensi kemanusiaan para tahanan bukan sekadar bentuk kepedulian sosial, melainkan fondasi utama dalam menciptakan ketertiban dan ketenteraman yang hakiki di lingkungan Polres Soppeng.

“Laksanakan tugas dengan disiplin tinggi, ketulusan nurani, dan penuh rasa tanggung jawab. Jangan biarkan hal sekecil apa pun luput dari pengawasan. Setiap personel harus menghayati bahwa tugas menjaga tahanan memadukan dua aspek agung: kewaspadaan yang kokoh dan kepedulian yang hangat,” pungkas Kapolres menutup pesannya.

Hukum boleh menetapkan batasan kebebasan, tetapi nurani dan nilai-nilai keutamaan tak boleh ikut terbelenggu. Di Polres Soppeng, ketegasan seragam kepolisian berdiri sejajar dengan ketulusan merawat sesama, sebuah bukti bahwa di balik tugas menjaga keamanan, ada hati nurani yang terus bertasbih memelihara martabat kehidupan.

PALAPA MEDIA GROUP (PMG) Berani Bersikap, Tegas dalam Nurani

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *