Kala Teknologi Menjamah Jiwa: Polres Soppeng Membekali Generasi Muda Bijak Ber-AI

POLRI136 Dilihat

Keterangan Gambar:

Kabag SDM Polres Soppeng, Kompol Sulaeman Abu, S.H., M.H., saat memberikan pemaparan dan edukasi bijak memanfaatkan teknologi Artificial Intelligence (AI) kepada para siswa di SMKN 4 Soppeng. (Foto: Dok. Humas Polres Soppeng)

PALAPA MEDIA GROUP (PMG)
Berani Bersikap, Tegas dalam Nurani

ESSAY PALAPA
Refleksi Nurani di Atas Fakta

Oleh: Chemank Farel

SUARA PALAPA, SOPPENG – Pagi di Bumi Latemmamala belum sepenuhnya meluruhkan embun, ketika mentari Jumat (21/8/2026) menyapa ruang-ruang kelas SMK Negeri 4 Soppeng. Di balik dinginnya udara pagi dan deretan layar komputer yang mulai menyala, tersimpan sebuah denyut peradaban baru. Teknologi Artificial Intelligence (AI), gelombang zaman yang tak terelakkan, kini hadir tepat di hadapan jemari anak-anak bangsa. Namun, di tengah gemerlap kecerdasan buatan itu, timbul satu pertanyaan mendasar: akankah akal budi dan kesucian nurani manusia tetap menjadi nahkoda, atau justru tergilas oleh dinginnya algoritma?

Menyadari panggilannya bukan sekadar menjaga ketertiban fisik melainkan juga merawat jiwa generasi masa depan, Polres Soppeng hadir melangkah. Dipimpin langsung oleh Kabag SDM Polres Soppeng, Kompol Sulaeman Abu, S.H., M.H., bersama tujuh personel dan trainer terbaik, di antaranya Kanit Tipikor Ipda Udianto, Ipda Wawan Darmawan, S.E., serta jajaran trainer muda Bripda A. Arya, Bripda Anugrah, Bripda Ahmad Perjaka Putra, S.E., dan Bripda Sakinah Kurnia Rizky, S.P., ruang laboratorium sekolah itu disulap menjadi tatanan mimbar edukasi yang sarat nilai spiritual dan kemanusiaan.

Langkah ini bukan sekadar rutinitas penegakan hukum, melainkan wujud nyata pelaksanaan Program Quick Wins Presisi Triwulan III Tahun 2026 (Indikator 9.1 dan 9.2). Sebuah ikhtiar kebangsaan untuk menanamkan literasi digital yang sehat, aman, dan bermoral di kalangan pelajar SMA, SMK, hingga MA.

Kapolres Soppeng, AKBP Hari Budiyanto, S.H., S.I.K., M.H., menumpahkan gagasannya dengan ketenangan yang dalam. Bagi beliau, kecerdasan buatan adalah anugerah akal dari Sang Maha Pencipta yang patut disyukuri, namun wajib diiringi dengan pertanggungjawaban moral yang luhur.

“AI adalah keniscayaan zaman yang tidak bisa kita hindari. Namun, yang paling utama bukanlah seberapa canggih kita mengoperasikannya, melainkan seberapa bijak kita menjaga nilai, etika, dan rasa tanggung jawab di hadapan Tuhan dan sesama saat menggunakannya. Pelajar harus berdiri tegak sebagai tuan atas teknologi, bukan hamba dari kemudahan yang semu,” tutur Kapolres dengan nada penuh penekanan.

Dalam suasana interaktif yang hidup, para siswa kelas XI tidak hanya diajak mengenal kecanggihan mesin cerdas, tetapi juga diajak merenungi batasan-batasan etis. Bahwa teknologi sejatinya hadir untuk melipatgandakan manfaat, memperluas wawasan, dan memperkuat daya cipta, bukan untuk menumpulkan daya pikir kritis, apalagi mengikis kejujuran dan rasa empati manusia.

“Teknologi harus menjadi penopang yang memperkuat potensi diri, bukan racun yang mematikan dahaga untuk belajar. Kami merindukan lahirnya generasi yang mahir berteknologi, namun tetap memiliki kerendahan hati untuk melakukan verifikasi, berpikir kritis, serta menolak nalar instan yang menyesatkan,” lanjut AKBP Hari Budiyanto.

Ketika perjumpaan edukatif itu berakhir, tersisa jejak kesadaran yang terpatri kuat di benak para siswa. Polres Soppeng telah menunjukkan kepemimpinan yang berwajah humanis: hadir memeluk kecemasan masa depan dengan benteng edukasi, membimbing jemari muda agar tidak salah mengetikkan takdirnya.
Di batas akhir hari, pesan itu bergaung sunyi namun tegas: setinggi apa pun kecerdasan buatan diciptakan manusia, ia takkan pernah memiliki nurani. Dan di atas tanah Soppeng ini, menjaga nurani di tengah gempuran teknologi adalah ibadah terindah dalam merawat masa depan peradaban.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *