Menjemput Ridho di Lapangan Hijau: Kala Doa dan Dedikasi Menyatu dalam Tri Brata

POLRI57 Dilihat

Keterangan Gambar:

KHIDMAT DALAM AMANAH – Kapolres Wajo AKBP Muh. Rosid Ridho, S.I.K., bertindak sebagai Inspektur Upacara saat memberikan amanat pada upacara peringatan Hari Bhayangkara ke-80 di Lapangan Mapolres Wajo, Sulawesi Selatan, Rabu (1/7/2026). Berdiri sigap di sisi belakang, komandan upacara mendampingi prosesi yang berlangsung khidmat, humanis, dan religius, sebagai wujud penguatan komitmen pelayanan kepolisian yang profesional dan bermartabat demi masyarakat Kabupaten Wajo. (Foto: Dok. Humas Polres Wajo)

Refleksi Humanis dan Religius Peringatan Hari Bhayangkara ke-80 di Jantung Bumi Lamaddukelleng

Oleh: Sabri

WAJO, SUARA PALAPA — Matahari pagi baru saja membasuh pucuk-pucuk dedaunan di Lapangan Mapolres Wajo ketika ratusan pasang mata tertuju pada satu titik khidmat. Rabu, 1 Juli 2026, bukan sekadar pergantian lembar kalender biasa bagi Korps Bhayangkara di tanah Sulawesi Selatan, melainkan sebuah halte spiritual untuk merenungkan kembali arti sebuah pengabdian sejati yang genap memasuki usia delapan dasawarsa.

Di bawah langit pagi yang cerah menaungi Bumi Lamaddukelleng, upacara Hari Bhayangkara ke-80 mengalun layaknya sebuah simfoni yang harmonis. Tema “Polri untuk Masyarakat” tidak lagi sekadar untaian kata di atas kain rentang, melainkan menjelma menjadi janji suci yang bergaung lembut dalam sanubari setiap personel. Kapolres Wajo, AKBP Muh. Rosid Ridho, S.I.K., berdiri tegap di podium sebagai Inspektur Upacara, memimpin barisan jiwa-jiwa yang telah mewakafkan diri demi tegaknya kedamaian dan ketertiban.

Suasana religius dan penuh martabat begitu kental terasa saat pengucapan Tri Brata dikumandangkan. Bait demi bait pedoman moral itu meluncur, bukan semata sebagai hafalan dinas, melainkan sebagai ikrar spiritual di hadapan Sang Pencipta untuk menjadi pelindung, pengayom, dan pelayan yang tulus bagi sesama manusia. Ketika Mars dan Himne Polri membubung ke angkasa, ada keharuan yang halus menyelinap di antara barisan, mengingatkan kembali bahwa seragam cokelat yang mereka kenakan adalah amanah bumi dan langit.

Keindahan pagi itu semakin bermakna oleh rajutan sinergi yang kokoh di tenda kehormatan. Duduk berdampingan dengan penuh kehangatan, Dandim 1406/Wajo Letkol Inf Harianto, S.I.P, unsur Forkopimda Kabupaten Wajo, Wakapolres Wajo Kompol A. Syamsulipu, S.H., M.H., serta Kepala Kementerian Agama Kabupaten Wajo Muh. Subhan, S.Ag. Kehadiran tokoh agama, para camat, pimpinan ormas, hingga organisasi mahasiswa dan insan pers, seolah menegaskan bahwa keamanan di tanah Wajo adalah sajadah panjang yang dijaga bersama lewat untaian gotong royong.

“Peringatan Hari Bhayangkara bukanlah upacara seremonial yang berlalu bersama hembusan angin pagi. Ia adalah momentum ketukan hati bagi setiap insan Bhayangkara untuk menghadirkan pelayanan yang responsif, adaptif, namun tetap mengedepankan wajah yang humanis dan penuh empati,” demikian nukilan amanat Kapolda Sulawesi Selatan yang dibacakan dengan penuh penjiwaan oleh Kapolres Wajo.

Di hamparan lapangan hijau, keberagaman institusi melebur dalam satu barisan yang rapi. Personel Polres dan Polsek jajaran berdiri bahu-membahu bersama prajurit Kodim 1406/Wajo, Satpol PP, Dinas Perhubungan, Damkar, hingga adik-adik Pramuka Saka Bhayangkara. Mereka adalah potret nyata dari sebuah ekosistem sosial yang sehat; yang bergerak bukan karena perintah perundang-undangan semata, melainkan karena panggilan nurani untuk menjaga ketenteraman warga.

Puncak keharuan dan rasa syukur mewujud ketika penghargaan diserahkan kepada para personel berprestasi serta masyarakat yang telah mengukir dedikasi pada berbagai perlombaan tingkat Polda Sulsel. Senyum merekah di wajah-wajah penerima penghargaan, sebuah bukti sahih bahwa kebaikan dan profesionalisme akan selalu menemukan jalannya untuk diapresiasi.

Sebelum mentari meninggi pada pukul 09.30 WITA, sebuah prosesi sarat makna memuncaki rangkaian acara. Pemotongan nasi tumpeng dari unsur Forkopimda yang diserahkan kepada Kapolres Wajo menjadi perlambang rasa hormat, restu, dan doa yang tulus dari seluruh elemen daerah. Suasana kebersamaan yang hangat pun abadi dalam sesi foto bersama, menutup perayaan dengan kedamaian yang kondusif.

Hari Bhayangkara ke-80 di Polres Wajo telah usai dilaksanakan, namun denyut pengabdiannya baru saja diperbaharui. Berbekal semangat Presisi dan ketulusan dalam pelayanan, Polres Wajo melangkah pasti menjemput masa depan, membawa harapan masyarakat di pundak mereka dengan martabat dan kehormatan yang teguh terjaga.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *