ILUSTRASI
EDITORIAL SUARA PALAPA
Kepemimpinan bukanlah sekadar singgasana kekuasaan yang dikejar untuk sebuah kebanggaan duniawi, melainkan sebuah sajadah panjang tempat seorang hamba menunaikan janji sucinya kepada khalayak dan Sang Pencipta. Di bawah naungan langit Kabupaten Wajo yang teduh, estafet penugasan itu kini kembali bertukar rupa membawa harapan baru yang membubung tinggi.
Peristiwa kenal pamit Kapolres Wajo yang berlangsung pada Jumat, 31 Juli 2026, seyogianya tidak boleh dipandang sebagai rutinitas birokrasi kedinasan belaka. Bagi kami, Suara Palapa, momentum peralihan tongkat komando dari AKBP Muhammad Rosid Ridho, S.I.K. kepada AKBP Diouglas Mahendrajaya, S.H., S.I.K., M.I.K., M.Tr.Opsla. adalah sebuah kesaksian spiritual. Ia adalah manifesto hidup tentang bagaimana sebuah pengabdian suci dimulai dengan ketulusan dan diakhiri dengan kehormatan yang terjaga.
Ketika gerbang Mapolres Wajo terbuka sekitar pukul 09.10 Wita untuk menyambut langkah pertama AKBP Diouglas Mahendrajaya, sejarah sedang menuliskan takdir baru. Langkah itu disambut dengan pelukan hangat dan senyuman tulus dari AKBP Muhammad Rosid Ridho. Di sinilah aspek humanis organisasi kepolisian memancar dengan benderang: tidak ada ambisi yang berbenturan, yang ada hanyalah ketulusan melepas dan kerelaan melanjutkan perjuangan demi kedamaian batin masyarakat di bumi Kota Sutera.
Rangkaian prosesi, mulai dari jajar kehormatan, pengalungan bunga, hingga eloknya gerakan tari Padduppa, sejatinya merupakan perlambang dari rasa syukur yang mendalam. Sebuah penghormatan universal atas keringat dan dedikasi yang telah dicurahkan oleh pejabat lama, sekaligus doa restu yang dihamparkan untuk pejabat baru agar senantiasa berada dalam lindungan Allah SWT selama memikul mandat mulia ini.
Kita mencatat dengan saksama bagaimana tradisi pedang pora di Aula Sandi menghantarkan keharuan yang menyelimuti seluruh ruangan. Suasana kekeluargaan yang begitu kental membuktikan bahwa kepemimpinan yang dibina dengan hati akan selalu membekas di dalam jiwa. Sebagaimana yang ditegaskan oleh Kasi Humas Polres Wajo, IPTU Kaomi, S.H., dinamika organisasi ini adalah motor penggerak untuk terus memperkuat soliditas internal dan mempertinggi derajat pelayanan kepada publik. Keamanan dan ketertiban tidak akan pernah terwujud tanpa adanya jiwa-jiwa yang ikhlas bersinergi.
Tepat pukul 16.05 Wita, saat AKBP Muhammad Rosid Ridho beserta istri melangkah keluar meninggalkan Mapolres Wajo, ada warisan ketenteraman yang dititipkan dengan penuh keikhlasan. Tugas berat kini bersandar di pundak AKBP Diouglas Mahendrajaya untuk melanjutkan pengabdian. Tantangan zaman akan terus berkembang, namun prinsip dasar Bhayangkara tidak boleh bergeser sedikit pun: menjadi pelindung yang humanis, pengayom yang adil, dan pelayan yang membumi.
Sebagai suara hati masyarakat, kami di Suara Palapa memandang amanah ini sebagai ladang ibadah yang mahaluas. Publik tidak hanya mendambakan hukum yang tegak secara formal, tetapi juga merindukan keadilan yang dirasakan langsung oleh nurani mereka yang paling dalam. Selamat menjalankan tugas suci kepada AKBP Diouglas Mahendrajaya, dan terima kasih yang tak terhingga atas pengabdian tulus AKBP Muhammad Rosid Ridho. Semoga Allah SWT senantiasa menuntun setiap langkah kaki para penjaga kedamaian ini di jalan-Nya yang lurus dan diridai. (Redaksi)











