Keterangan Gambar:
Bhabinkamtibmas Kelurahan Lapajung dan Salokaraja, AIPTU Ibrahim (kanan, berseragam), memberikan edukasi humanis kepada pemilik pangkalan LPG 3 kilogram di Jalan Pettawanua, Soppeng. Dalam suasana penuh keakraban, keduanya memegang selebaran informasi, simbol kolaborasi dalam menjaga keadilan distribusi LPG bersubsidi dan stabilitas kamtibmas. Di latar belakang, terlihat tumpukan tabung gas dan sepeda motor NMax milik pemilik pangkalan, saksi bisu dari dialog penuh makna ini. (Foto: Dok. Humas Polres Soppeng)
Oleh: Andi Okkeng
SOPPENG, SUARA PALAPA – Matahari di ufuk timur Soppeng pada Kamis, 16 Juli 2026, memancarkan cahaya yang hangat, seolah memberikan restu pada setiap langkah kebaikan. Di Jalan Pettawanua, Kelurahan Lapajung, langkah kaki yang kokoh terdengar mantap di atas aspal. Bukan langkah sembarang langkah, melainkan jejak AIPTU Ibrahim, Bhabinkamtibmas Kelurahan Lapajung dan Salokaraja, Polres Soppeng. Hari ini, misi sucinya bukanlah mengejar penjahat, melainkan merangkul hati.
Raga-nya berseragam, namun sorot matanya penuh kedamaian. Beliau menuju sebuah pangkalan LPG 3 kilogram. Bukan sekadar meninjau, namun menyambangi, sebuah kata yang mengandung kehangatan silaturahmi. Di sanalah, antara tumpukan tabung-tabung hijau kecil yang menjadi penyambung hidup, Ibrahim bertatap muka dengan pemilik pangkalan, seorang lelaki sederhana dengan tangan yang tak lelah melayani.
Pertemuan itu adalah simfoni kepedulian. Ibrahim tak bicara dengan nada perintah, melainkan dengan suara hati yang menyejukkan, bagaikan embun pagi yang membasahi bumi.
“Ini adalah amanah, Saudaraku,” sapanya lembut, penuh rasa hormat.
Ia mengingatkan akan tanggung jawab besar di balik setiap tabung gas yang tersalurkan, tabung yang ditujukan bagi tangan-tangan yang berhak, tangan-tangan masyarakat kurang mampu yang menggantungkan harapannya pada harga yang adil.
Ia berbicara tentang Harga Eceran Tertinggi (HET) bukan sebagai angka kaku, melainkan sebagai bentuk keadilan dan welas asih.
“Mari kita jaga keadilan ini, jangan sampai keserakahan merenggutnya,” lanjut Ibrahim, dengan getaran ketulusan yang menyentuh jiwa.
Tidak ada penimbunan, tidak ada permainan harga. Di balik setiap transaksi, ada niat suci untuk meringankan beban sesama, sebuah ibadah yang tak ternilai harganya.
Keamanan pun tak luput dari untaian kata bijak Ibrahim. Musim kemarau yang gersang adalah ujian.
“Kita harus waspada, api kecil bisa menjadi bencana besar,” pesannya, menekankan pentingnya kewaspadaan tanpa menciptakan ketakutan.
Ia mengajak pemilik pangkalan untuk menjaga keamanan bersama, tidak hanya dari potensi kebakaran, tapi juga dari segala gangguan kamtibmas, seperti halnya menjaga ketenangan hati.
“Jika ada kesulitan, ingatlah 110. Itu adalah pintu bantuan kita,” imbuhnya, memperkenalkan Call Center Polri dengan sentuhan kasih sayang.
Di tempat lain, Kapolres Soppeng, AKBP Aditya Pradana, S.I.K., M.I.K., mengamini setiap langkah Bhabinkamtibmasnya.
“Polri tidak akan pernah berhenti, tidak akan pernah lelah, untuk melakukan pendekatan preventif seperti ini. Ini adalah wujud nyata komitmen kami untuk memastikan keadilan distribusi LPG bersubsidi bagi rakyat yang berhak,” tegasnya dengan wibawa yang tenang namun mantap.
Ia menambahkan, “Ini bukan hanya tugas kami, tapi tanggung jawab bersama. Antara pelaku usaha, masyarakat, dan kami, harus terjalin kemitraan yang harmonis.“
“Kepatuhan adalah bentuk cinta kepada sesama dan tanah air. Ketika kita mematuhi aturan, kita menciptakan kedamaian yang kondusif, sebuah surga kecil di dunia.”
Hari itu ditutup dengan senyum tulus dari kedua belah pihak. Sambang AIPTU Ibrahim bukan sekadar tugas, melainkan bukti bahwa pelayanan Polri kini lebih humanis, lebih dekat di hati, dan penuh makna. Di tengah riuhnya tumpukan tabung gas, kehangatan itu terus mengalir, bagaikan air yang tak pernah putus, meninggalkan jejak kepedulian yang mendalam di setiap hati yang disentuhnya.imbuhnya, memperkenalkan Call Center Polri dengan sentuhan kasih sayang.
Di tempat lain, Kapolres Soppeng, AKBP Aditya Pradana, S.I.K., M.I.K., mengamini setiap langkah Bhabinkamtibmasnya.
“Polri tidak akan pernah berhenti, tidak akan pernah lelah, untuk melakukan pendekatan preventif seperti ini. Ini adalah wujud nyata komitmen kami untuk memastikan keadilan distribusi LPG bersubsidi bagi rakyat yang berhak,” tegasnya dengan wibawa yang tenang namun mantap.
Ia menambahkan, “Ini bukan hanya tugas kami, tapi tanggung jawab bersama. Antara pelaku usaha, masyarakat, dan kami, harus terjalin kemitraan yang harmonis.
Kepatuhan adalah bentuk cinta kepada sesama dan tanah air. Ketika kita mematuhi aturan, kita menciptakan kedamaian yang kondusif, sebuah surga kecil di dunia.”
Hari itu ditutup dengan senyum tulus dari kedua belah pihak. Sambang AIPTU Ibrahim bukan sekadar tugas, melainkan bukti bahwa pelayanan Polri kini lebih humanis, lebih dekat di hati, dan penuh makna. Di tengah riuhnya tumpukan tabung gas, kehangatan itu terus mengalir, bagaikan air yang tak pernah putus, meninggalkan jejak kepedulian yang mendalam di setiap hati yang disentuhnya.












