Dari Pintu ke Pintu Menjaga Negeri: Ketika Sentuhan Bhabinkamtibmas Menumbuhkan Rasa Aman di Hati Warga

POLRI188 Dilihat

Keterangan Gambar:

Bhabinkamtibmas Kelurahan Lapajung dan Kelurahan Salokaraja, AIPTU Ibrahim, berdialog dengan warga Lingkungan Cenrana, Kecamatan Lalabata, Kabupaten Soppeng, sembari menyosialisasikan layanan Call Center Polri 110 dan mengajak masyarakat bersama-sama menjaga keamanan serta ketertiban lingkungan. (Foto: Dokumentasi Humas Polres Soppeng)

Oleh: Chemank Farel

SOPPENG, SUARA PALAPA – Ada tugas yang tidak selalu diukur dari banyaknya penjahat yang ditangkap atau panjangnya daftar perkara yang diselesaikan. Ada pula pengabdian yang tumbuh dari langkah-langkah sederhana, mengetuk pintu rumah warga, duduk bersila di pelataran, menyapa dengan senyum, lalu menyampaikan pesan yang kelak bisa menyelamatkan banyak jiwa.

Begitulah suasana yang tampak di Lingkungan Cenrana, Kelurahan Salokaraja, Kecamatan Lalabata, Kabupaten Soppeng, Selasa (7/7/2026) sekitar pukul 10.30 WITA. Di bawah langit yang teduh, Bhabinkamtibmas Kelurahan Lapajung dan Kelurahan Salokaraja, AIPTU Ibrahim, memilih hadir bukan sekadar sebagai aparat negara, melainkan sebagai sahabat masyarakat yang membawa kabar tentang kewaspadaan, kepedulian, dan harapan.

Di hadapan warga, ia memperkenalkan kembali layanan Call Center Polri 110—sebuah jalur cepat yang menjadi penghubung antara masyarakat dan kepolisian ketika keadaan darurat datang tanpa permisi. Di balik angka-angka sederhana itu, tersimpan makna besar: negara selalu berusaha hadir ketika rakyat membutuhkan pertolongan.

Namun, kunjungan itu tidak berhenti pada sosialisasi layanan. Percakapan mengalir hangat tentang pentingnya menjaga keamanan lingkungan, memperkuat kepedulian terhadap sesama, hingga mengingatkan warga agar tetap waspada terhadap ancaman kebakaran yang rawan terjadi pada musim kemarau. Pesan menjaga kesehatan pun turut disampaikan, sebab keamanan bukan hanya tentang terbebas dari kejahatan, tetapi juga tentang terjaganya keselamatan dan kualitas hidup masyarakat.

Dalam pandangan Islam, menjaga keamanan merupakan bagian dari amanah yang luhur. Ketenteraman adalah nikmat yang sering kali baru disadari nilainya ketika ia mulai hilang. Karena itu, ikhtiar menjaga lingkungan tetap damai adalah ibadah sosial yang manfaatnya dirasakan oleh banyak orang.

Kapolres Soppeng, AKBP Aditya Pradana, S.I.K., M.I.K., menegaskan bahwa kegiatan sambang merupakan wujud nyata kehadiran Polri sebagai pelayan, pelindung, dan pengayom masyarakat.

“Bhabinkamtibmas merupakan ujung tombak Polri dalam membangun komunikasi yang baik dengan masyarakat. Melalui kegiatan sambang ini, kami mengajak seluruh warga untuk bersama-sama menjaga situasi Kamtibmas agar tetap aman dan kondusif. Jangan ragu memanfaatkan layanan Call Center Polri 110 atau menghubungi Bhabinkamtibmas apabila membutuhkan bantuan maupun ingin melaporkan suatu kejadian. Sinergi antara Polri dan masyarakat adalah kunci terciptanya lingkungan yang aman dan nyaman,” ujar Kapolres.

Pesan itu menegaskan bahwa keamanan bukanlah tanggung jawab kepolisian semata. Ia adalah ikhtiar bersama yang lahir dari kepedulian, komunikasi, dan kepercayaan antara aparat dengan masyarakat. Ketika warga tidak lagi sungkan melapor, ketika polisi tidak lagi berjarak dengan rakyat, maka benih-benih gangguan keamanan akan lebih mudah dicegah sebelum berkembang menjadi persoalan yang lebih besar.

Kegiatan berlangsung dalam suasana akrab dan penuh kekeluargaan. Warga menyambut baik kehadiran Bhabinkamtibmas yang memilih mendatangi mereka secara langsung, mendengar keluh kesah, sekaligus menyampaikan pesan-pesan Kamtibmas dengan bahasa yang sederhana dan mudah dipahami.

Pada akhirnya, menjaga keamanan bukan selalu dimulai dari ruang rapat atau deretan aturan. Ia sering lahir dari sapaan hangat di halaman rumah, dari kesediaan mendengar suara rakyat, dan dari langkah-langkah kecil yang dilakukan dengan hati yang tulus. Sebab, negeri yang damai dibangun bukan hanya oleh hukum yang tegak, tetapi juga oleh kepercayaan yang tumbuh di antara mereka yang mengabdi dan mereka yang dilayani.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *