Mengawal Amanah Anggaran, Meneguhkan Integritas SDM Polri untuk Pengabdian yang Bermartabat

POLRI192 Dilihat

Keterangan Gambar:

Foto 1: Kepala Biro SDM Polda Sulsel, Kombes Pol. Adi Ferdian Saputra, S.I.K., M.H., memimpin Analisis dan Evaluasi (Anev) Pelaksanaan Kegiatan dan Anggaran Semester I Tahun Anggaran 2026 di Ruang Rapat Assessment Center Biro SDM Polda Sulsel, Makassar, Selasa (14/7/2026).

Foto 2: Suasana Analisis dan Evaluasi (Anev) Pelaksanaan Kegiatan dan Anggaran Semester I Tahun Anggaran 2026 yang diikuti seluruh pejabat dan personel Biro SDM Polda Sulsel sebagai wujud penguatan tata kelola organisasi yang profesional, akuntabel, dan berorientasi pada peningkatan kualitas pelayanan Polri.

Laporan: Sabri
Editor: Masykur Thahir

MAKASSAR, SUARA PALAPA — Di balik setiap angka dalam dokumen anggaran, sesungguhnya tersimpan amanah yang jauh lebih besar daripada sekadar nominal rupiah. Ia adalah titipan negara yang harus dipertanggungjawabkan dengan kejujuran, dikelola dengan kecermatan, dan diwujudkan menjadi pelayanan terbaik bagi masyarakat. Sebab setiap rupiah yang dibelanjakan dengan benar pada akhirnya akan kembali menjadi rasa aman yang dirasakan rakyat.

Semangat itulah yang mewarnai pelaksanaan Analisis dan Evaluasi (Anev) Pelaksanaan Kegiatan dan Anggaran Semester I Tahun Anggaran 2026 yang dipimpin Kepala Biro Sumber Daya Manusia Polda Sulawesi Selatan, Kombes Pol. Adi Ferdian Saputra, S.I.K., M.H., di Ruang Rapat Assessment Center Biro SDM Polda Sulsel, Selasa (14/7/2026).

Forum evaluasi tersebut dihadiri seluruh pejabat dan personel Biro SDM Polda Sulsel, mulai dari para Kabag, Kasubbag, Paur, Pamin hingga seluruh unsur pelaksana. Mereka berkumpul bukan sekadar menyimak laporan administrasi, melainkan meneguhkan komitmen bahwa setiap program yang dirancang harus memberi manfaat nyata bagi organisasi dan masyarakat.

Evaluasi menjadi ruang untuk bercermin. Sebab organisasi yang besar bukanlah organisasi yang tak pernah menemukan kekurangan, melainkan organisasi yang memiliki keberanian memperbaiki diri sebelum kesalahan menjadi kebiasaan. Di ruang itulah capaian ditimbang, kendala dipetakan, dan langkah-langkah perbaikan disusun dengan semangat kebersamaan.

Dalam arahannya, Kombes Pol. Adi Ferdian Saputra menegaskan bahwa setiap satuan kerja dituntut terus meningkatkan kualitas pelaksanaan program serta pengelolaan anggaran secara efektif, efisien, akuntabel, dan berorientasi pada hasil.

“Evaluasi secara berkala menjadi langkah penting dalam mengidentifikasi kendala, menyusun solusi, dan memperkuat sinergi antarbagian guna mencapai target kinerja organisasi,” tegasnya.

Pesan tersebut bukan sekadar instruksi administratif. Ia merupakan pengingat bahwa tata kelola yang baik lahir dari budaya evaluasi yang jujur. Ketika setiap kendala diakui dengan lapang dada, maka solusi akan menemukan jalannya. Ketika setiap keberhasilan disyukuri tanpa berpuas diri, maka kualitas pelayanan akan terus bertumbuh.

Dalam pemaparan capaian Semester I Tahun Anggaran 2026, disampaikan bahwa target kinerja pengelolaan anggaran telah mencapai 100 persen sesuai indikator yang ditetapkan. Capaian itu menjadi refleksi atas kesungguhan seluruh personel Biro SDM Polda Sulsel dalam melaksanakan proses perencanaan, pengendalian, hingga pelaksanaan program secara optimal.

Sementara itu, Kasubbag Renmin Biro SDM Polda Sulsel, Penata Sri, memaparkan realisasi penyerapan anggaran yang hingga pertengahan tahun telah mencapai sekitar Rp11 miliar. Sisa anggaran akan dimanfaatkan melalui berbagai program dan kegiatan yang telah direncanakan hingga akhir Tahun Anggaran 2026, sehingga seluruh target organisasi dapat terlaksana secara tepat sasaran dan tepat manfaat.

Lebih dari sekadar angka, realisasi anggaran tersebut mencerminkan disiplin organisasi dalam mengelola amanah negara. Sebab keberhasilan sebuah institusi bukan hanya diukur dari besarnya anggaran yang diserap, melainkan sejauh mana anggaran itu menghadirkan pelayanan yang lebih profesional, sumber daya manusia yang semakin unggul, dan kepercayaan publik yang semakin kokoh.

Pada akhirnya, pengelolaan anggaran bukan sekadar urusan administrasi, melainkan bagian dari ibadah pengabdian. Dalam setiap keputusan yang diambil, selalu ada harapan masyarakat yang menanti untuk diwujudkan. Dan sebagaimana nilai yang diajarkan agama, amanah yang dijaga dengan kejujuran akan menjadi keberkahan, sementara amanah yang dipelihara dengan integritas akan melahirkan kemaslahatan bagi banyak orang.

Karena sesungguhnya, organisasi yang kuat bukan hanya dibangun oleh besarnya sumber daya, tetapi oleh hati-hati yang menjadikan amanah sebagai kehormatan, dan pengabdian sebagai jalan menuju ridha Allah SWT.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *