Oleh: Alimuddin
Pemred Palapa Media Group
MAKASSAR — Dalam kehidupan, tidak semua jembatan dibangun dari beton dan baja. Ada jembatan yang lahir dari ketulusan hati, dari sapaan hangat, dari secangkir kopi yang menemani percakapan penuh makna, serta dari niat baik untuk menghadirkan manfaat bagi sesama.
Sabtu siang, 13 Juni 2026, suasana seperti itulah yang terasa di Markas Divisi Infanteri 3 Kostrad, Makassar. Di tengah hiruk-pikuk aktivitas militer yang sarat disiplin dan pengabdian, sebuah pertemuan sederhana berlangsung dengan penuh keakraban. Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Sulawesi Selatan periode 2026–2031, Dr. Ir. H. Suwardi Thahir, M.Si., hadir bersilaturahmi dengan jajaran Divif 3 Kostrad melalui Asisten Intelijen Divif 3 Kostrad, Kolonel Inf Leon Pangaribuan, S.H.
Kunjungan itu bukan sekadar agenda organisasi. Ia menjadi ruang perjumpaan dua elemen penting bangsa yang sama-sama mengemban amanah pengabdian. Yang satu menjaga kedaulatan negara dari berbagai ancaman, sementara yang lain menjaga nurani publik melalui informasi yang mencerahkan.
Pertemuan berlangsung hangat. Senyum dan tawa sesekali mengiringi perbincangan yang mengalir santai sambil menyaksikan pertandingan Piala Dunia. Namun di balik suasana cair tersebut, tersimpan pembicaraan yang sarat makna tentang masa depan kolaborasi, pengabdian, dan kepedulian terhadap masyarakat.
Kolonel Inf Leon Pangaribuan menyambut kedatangan rombongan PWI Sulsel dengan penuh penghargaan. Baginya, kunjungan itu menjadi pertanda bahwa hubungan baik yang selama ini terjalin tidak sekadar bersifat formalitas, melainkan tumbuh dari rasa saling menghormati dan keinginan bersama untuk memberi manfaat bagi lingkungan sekitar.
Menurutnya, banyak ruang pengabdian yang dapat dijalankan bersama antara Kostrad dan insan pers. Mulai dari kegiatan sosial, edukasi masyarakat, hingga berbagai program kemanusiaan yang mampu mempererat hubungan antara institusi negara dan rakyat.
Dalam pandangan Leon, kekuatan bangsa tidak hanya dibangun melalui pertahanan yang kokoh, tetapi juga melalui kedekatan sosial yang menghadirkan rasa saling percaya. Karena itulah, silaturahmi menjadi modal yang tak ternilai dalam membangun Indonesia yang lebih baik.
Di dalam ajaran agama, silaturahmi merupakan jalan yang memperpanjang keberkahan hidup. Ia menyatukan hati yang berbeda latar belakang untuk bergerak menuju tujuan yang sama. Nilai itulah yang terasa begitu kuat dalam pertemuan tersebut.
Suwardi Thahir yang akrab disapa ST menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas sambutan hangat yang diberikan oleh jajaran Divif 3 Kostrad. Menurutnya, kunjungan tersebut menghadirkan banyak gagasan positif yang dapat diwujudkan melalui kerja sama konkret antara PWI Sulsel dan Kostrad.
Bagi ST, pers bukan hanya bertugas menyampaikan kabar, tetapi juga menjadi mitra pembangunan yang mampu menghubungkan berbagai elemen masyarakat. Karena itu, sinergi dengan institusi seperti Kostrad menjadi langkah penting untuk menghadirkan program-program yang memberi dampak langsung kepada rakyat.
Kunjungan tersebut memiliki makna yang lebih mendalam karena menjadi agenda silaturahmi pertama yang dilakukan Suwardi Thahir setelah dirinya terpilih secara aklamasi sebagai Ketua PWI Sulsel periode 2026–2031 dalam Konferensi Provinsi PWI Sulsel yang digelar pada 2 Juni 2026 lalu.
Pilihan menjadikan institusi TNI sebagai salah satu tujuan awal silaturahmi menunjukkan komitmen untuk merawat hubungan harmonis yang selama ini telah terbangun. Sebab pembangunan daerah tidak akan berjalan optimal apabila setiap elemen berjalan sendiri-sendiri. Diperlukan kolaborasi, komunikasi, dan semangat kebersamaan yang terus dipelihara.
Di penghujung pertemuan, harapan itu kembali mengemuka. Harapan agar hubungan baik antara PWI Sulsel dan Divif 3 Kostrad tidak berhenti pada pertemuan seremonial semata, melainkan berkembang menjadi gerakan bersama yang menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat.
Karena pada akhirnya, pengabdian bukanlah tentang siapa yang paling terlihat bekerja. Pengabdian adalah tentang siapa yang paling tulus menghadirkan kebaikan.
Dan dari ruang sederhana di Markas Divif 3 Kostrad itu, sebuah ikhtiar sedang dirajut, ikhtiar untuk memperkuat persaudaraan, memperkokoh silaturahmi, serta menghadirkan kerja-kerja kemanusiaan yang menjadi cahaya bagi masyarakat, bangsa, dan negeri.







