Menghapus Jejak di Kulit, Menata Jalan Pulang di Hati

BREAKING NEWS39 Dilihat

Keterangan Gambar:

Seorang peserta mengikuti program Hapus Tato Gratis yang digelar Polres Wajo bekerja sama dengan Komunitas Masyarakat Hijrah Tanpa Nama (Mahtan) di Aula Sandi Mapolres Wajo, Senin (1/6/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya sosial dan pembinaan masyarakat bagi mereka yang ingin menata kembali kehidupan melalui proses hijrah dan perubahan diri. Foto: Humas Polres Wajo. (Foto: Dokumentasi Humas Polres Wajo)

.Oleh: Sabri

Di sebuah sudut Aula Sandi Mapolres Wajo, Senin pagi itu, suasana terasa berbeda. Tidak ada sorotan lampu panggung, tidak ada pula ketegangan seperti yang lazim melekat pada sebuah kantor kepolisian. Yang terlihat justru senyum-senyum lega, tatapan penuh harapan, dan keberanian untuk memulai kembali.

Seorang pemuda duduk tenang dengan bahu terbuka. Di kulitnya, tinta yang selama bertahun-tahun menjadi bagian dari identitas masa lalu perlahan mulai dipudarkan. Di sekelilingnya, sejumlah perempuan berhijab membantu proses penghapusan tato, sementara beberapa peserta lain menunggu giliran dengan wajah yang menyimpan cerita masing-masing.

Bagi sebagian orang, tato mungkin sekadar karya seni atau ekspresi diri. Namun bagi sebagian lainnya, tato adalah penanda perjalanan hidup yang ingin mereka tinggalkan. Ada masa yang ingin dilupakan, ada lembaran baru yang ingin dibuka, dan ada jalan pulang yang ingin ditempuh dengan langkah yang lebih mantap.

Itulah yang melatarbelakangi kegiatan “Hapus Tato Gratis” yang digelar Polres Wajo pada Senin (1/6/2026). Program yang berlangsung di Aula Sandi Mapolres Wajo ini menjadi ruang bagi masyarakat yang sedang menjalani proses hijrah untuk mendapatkan layanan penghapusan tato secara gratis.

Kegiatan tersebut dibuka oleh Kasat Reskrim Polres Wajo, IPTU Fahrul, dan dihadiri sejumlah pejabat Polres Wajo serta tenaga profesional yang menangani proses penghapusan tato. Sebagian besar peserta berasal dari komunitas pegiat hijrah yang datang dari berbagai daerah di Sulawesi Selatan.

Di balik aktivitas medis yang berlangsung, tersimpan makna yang jauh lebih dalam. Sebab yang dihapus bukan sekadar tinta di permukaan kulit, melainkan juga beban psikologis yang selama ini kerap membayangi sebagian peserta.

Proses hijrah pada hakikatnya bukanlah tentang menjadi sempurna dalam sekejap. Ia adalah perjalanan panjang yang membutuhkan keberanian untuk mengakui masa lalu dan keteguhan untuk memperbaiki masa depan. Dalam perjalanan itu, dukungan lingkungan sering kali menjadi faktor yang menentukan.

Karena itulah kolaborasi antara Polres Wajo dan Komunitas Masyarakat Hijrah Tanpa Nama (Mahtan) memiliki arti tersendiri. Ketika institusi negara dan komunitas masyarakat berjalan beriringan, lahirlah ruang-ruang pembinaan yang lebih manusiawi. Ruang yang tidak menghakimi, melainkan merangkul. Ruang yang tidak sekadar menegakkan aturan, tetapi juga membuka kesempatan bagi mereka yang ingin berubah.

Di tengah berbagai tantangan sosial yang dihadapi masyarakat, pendekatan seperti ini menghadirkan wajah kepolisian yang lebih dekat dan menyentuh. Polisi tidak hanya hadir ketika terjadi pelanggaran hukum atau gangguan keamanan, tetapi juga hadir dalam proses pemulihan dan pembinaan sosial.

“Kegiatan ini selain memberikan layanan medis, juga menjadi sarana edukasi dan pembinaan bagi masyarakat untuk menata diri menuju kehidupan yang lebih baik,” ungkap Kasi Humas Polres Wajo, IPTU Kaomi.

Pesan itulah yang terasa kuat sepanjang kegiatan berlangsung. Bahwa setiap orang berhak mendapatkan kesempatan kedua. Bahwa masa lalu tidak harus menjadi hukuman seumur hidup. Dan bahwa perubahan, sekecil apa pun, layak mendapatkan dukungan.

Di Aula Sandi Mapolres Wajo pagi itu, suara mesin dan alat medis mungkin menjadi bunyi yang paling terdengar. Namun sesungguhnya ada suara lain yang jauh lebih nyaring: suara harapan.

Harapan dari mereka yang sedang berusaha meninggalkan jejak lama di kulitnya, demi menuliskan kisah baru yang lebih baik dalam hidupnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *