Di Bawah Merah Putih, Menjaga Api Pancasila di Bumi Latemmamala

Nasional11 Dilihat

Keterangan Gambar:

Kabag Ops Polres Soppeng Kompol Abdul Rahman, S.Pd., mewakili Kapolres Soppeng saat mengikuti Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila 2026 di halaman Kodim 1423/Soppeng, Senin (1/6/2026). Upacara yang mengusung tema “Pancasila Pemersatu Bangsa, Pondasi Perdamaian Dunia” tersebut menjadi momentum memperkuat komitmen menjaga persatuan, toleransi, dan keamanan di Kabupaten Soppeng. (Foto: Dokumentasi Humas Polres Soppeng)

Oleh Redaksi

Pagi itu, langit Soppeng tampak cerah. Sinar matahari menembus dedaunan yang menaungi halaman Kodim 1423/Soppeng, seolah turut menjadi saksi sebuah ikrar yang terus diulang setiap tahun, namun tak pernah kehilangan makna.

Di hadapan Sang Merah Putih yang perlahan menanjak menuju puncak tiang, para peserta upacara berdiri tegak. Seragam putih pasukan pengibar bendera berpadu dengan hijau loreng TNI dan khaki Polri. Di sana, bukan sekadar upacara berlangsung. Ada pesan yang lebih dalam sedang diteguhkan: bahwa Indonesia tetap berdiri karena satu fondasi yang sama, yakni Pancasila.

Senin, 1 Juni 2026, Polres Soppeng turut mengambil bagian dalam Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila yang digelar di halaman Kodim 1423/Soppeng, Jalan Ompo, Kelurahan Lapajung, Kecamatan Lalabata.

Kapolres Soppeng AKBP Aditya Pradana, S.I.K., M.I.K., diwakili Kabag Ops Polres Soppeng Kompol Abdul Rahman, S.Pd., bersama para pejabat utama dan satu pleton personel Polres Soppeng. Kehadiran mereka bukan sekadar memenuhi agenda seremonial kenegaraan, melainkan menegaskan komitmen institusi Polri dalam menjaga nilai-nilai kebangsaan yang menjadi perekat kehidupan masyarakat.

Tema yang diusung tahun ini, “Pancasila Pemersatu Bangsa, Pondasi Perdamaian Dunia,” terasa relevan di tengah perubahan zaman yang bergerak begitu cepat. Di era ketika informasi mengalir tanpa batas dan perbedaan sering kali dipertajam oleh kepentingan tertentu, Pancasila tetap menjadi jangkar yang menahan bangsa ini agar tidak tercerabut dari akar persatuannya.

Bagi Polri, Pancasila bukan hanya rangkaian kalimat yang dihafal dalam upacara. Ia merupakan kompas moral yang mengarahkan setiap langkah pengabdian. Nilai kemanusiaan, keadilan, persatuan, musyawarah, dan ketuhanan menjadi dasar dalam menjalankan tugas sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat.

Melalui Kabag Ops, Kapolres Soppeng menegaskan bahwa momentum Hari Lahir Pancasila harus menjadi pengingat bagi seluruh personel Polri untuk terus mengimplementasikan nilai-nilai luhur tersebut dalam tugas sehari-hari.

Polri, menurutnya, tidak hanya hadir sebagai penegak hukum. Lebih dari itu, Polri menjadi penjaga harmoni sosial, perekat persaudaraan, dan pengawal stabilitas yang memungkinkan masyarakat menjalani kehidupannya dengan aman dan tenteram.

Pesan itu memiliki makna yang semakin penting ketika bangsa menghadapi berbagai tantangan sosial. Intoleransi, radikalisme, hingga penyebaran informasi yang memecah belah masih menjadi ancaman nyata yang dapat menggerus persatuan. Dalam situasi seperti itu, semangat Pancasila tidak boleh berhenti pada slogan. Ia harus hidup dalam tindakan sehari-hari, baik oleh aparat negara maupun masyarakat.

Karena sejatinya, menjaga Indonesia bukan hanya tugas pemerintah, TNI, atau Polri. Menjaga Indonesia adalah tugas seluruh anak bangsa.

Itulah sebabnya kehadiran Polres Soppeng dalam upacara tersebut juga mencerminkan kuatnya sinergi antara Polri, TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat. Sebuah kolaborasi yang menjadi modal penting dalam menjaga keamanan dan ketertiban di Kabupaten Soppeng.

Di tengah kibaran Merah Putih yang terus menari diterpa angin pagi, ada harapan yang ikut dikibarkan tinggi. Harapan agar nilai-nilai Pancasila tidak hanya dikenang setiap tanggal 1 Juni, tetapi benar-benar menjadi napas kehidupan sehari-hari.

Sebab bangsa ini tidak dibangun hanya dengan beton dan pembangunan fisik. Bangsa ini dibangun oleh rasa persaudaraan, toleransi, gotong royong, dan keyakinan bahwa perbedaan adalah kekuatan, bukan ancaman.

Dari halaman Kodim di Bumi Latemmamala, pesan itu kembali diperdengarkan. Bahwa selama Pancasila tetap hidup di hati rakyatnya, Indonesia akan selalu memiliki alasan untuk tetap berdiri kokoh menghadapi zaman.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *