Saat Ketukan Jari Korps Bhayangkara Menghapus Masa Lalu, Mengeja Surah Ar-Rahman

POLRI106 Dilihat

Oleh: Sabri
Editor: Masykur Thahir

WAJO – Setiap guratan tato di kulit sering kali menyimpan cerita yang enggan diingat kembali, sebuah lembaran masa lalu yang kelam, yang kini ingin didekap oleh keinsafan. Di bawah langit Kabupaten Wajo, sebuah jembatan kemanusiaan sedang dibentangkan. Bukan dengan ketegasan hukum yang kaku, melainkan dengan kelembutan sanubari kepolisian yang merangkul jiwa-jiwa yang rindu akan jalan pulang.

Suara dengung halus mesin laser peluruh pigmen warna itu nantinya tidak akan bekerja sendirian. Ia akan bersahutan dengan syahdu lantunan ayat-ayat suci Al-Qur’an yang keluar dari bibir-bibir bergetar penuh harap. Pada tanggal 1 Juni 2026 mendatang, Aula Sandi Polres Wajo di Jalan Rusa, Sengkang, akan beralih rupa menjadi saksi bisu dari sebuah metamorfosis spiritual yang agung.

Melalui program sinergi kemanusiaan bertajuk “Hapus Tato Gratis”, Polres Wajo bersama komunitas Masyarakat Hijrah Tanpa Nama (MaHTan) membuka pintu selebar-lebarnya bagi seluruh masyarakat yang ingin menghapus jejak masa lalu di kulit mereka. Langkah ini melambangkan kehadiran Polri yang tidak sekadar menjaga ketertiban fisik, melainkan juga hadir sebagai pengayom spiritual yang mengangkat harkat dan martabat kemanusiaan warganya.

Ada ketetapan yang menyentuh kalbu dalam persyaratan program ini. Para peserta tidak diminta membayar dengan materi, melainkan diminta menyetorkan hafalan Surah Ar-Rahman atau surah-surah pendek, di samping membawa surat keterangan bebas HIV/AIDS dari Puskesmas Tempe.

Persyaratan ini laksana sebuah refleksi mendalam; bahwa untuk menjemput masa depan yang cerah, kesehatan raga harus berjalan seiring dengan kesucian jiwa. Menyanyikan bait demi bait “Fabiayyi ala’i Rabbikuma tukadzdziban”—Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan, menjadi pengingat bahwa ampunan dan kasih sayang-Nya selalu lebih luas dari segala khilaf yang pernah diperbuat.

Kasi Humas Polres Wajo, Iptu Kaomi, mengungkapkan rasa haru sekaligus bangganya atas antusiasme dan keberanian masyarakat untuk melangkah ke arah kebaikan ini.

“Program ini kami hadirkan sebagai bentuk dukungan tulus, sebuah pelukan hangat dari Polres Wajo kepada masyarakat yang ingin berhijrah dan memulai lembaran baru dalam hidupnya. Kami ingin berdiri di samping mereka, menguatkan langkah mereka agar kembali melangkah ke tengah masyarakat dengan kepala tegak dan rasa percaya diri yang utuh,” ujar Iptu Kaomi dengan nada penuh empati, Jumat (15/5/2026).

Iptu Kaomi juga menegaskan bahwa seluruh proses penghapusan tato ini dijamin aman, ditangani langsung oleh tenaga medis profesional, dan sepenuhnya tanpa dipungut biaya sepeser pun. Polres Wajo ingin memastikan bahwa kendala biaya tidak boleh menjadi penghalang bagi seseorang untuk kembali ke fitrahnya.


Ketika jarum-jarum kebaikan mulai memudarkan tinta hitam yang pernah melekat, di saat itulah sebuah harapan baru disemai. Slogan “Wujudkan Diri Baru, Raih Masa Depan Cerah” yang terpatri pada program ini bukan sekadar pemanis kata. Ini adalah komitmen nyata dari Korps Bhayangkara di Bumi Lamaddukelleng untuk ikut menuntun masyarakatnya berjalan keluar dari kegelapan masa lalu, menuju fajar kehidupan yang lebih humanis, religius, dan penuh martabat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *