Merajut Kesadaran Nasional di SMAN 3 Wajo: Saat Seragam Cokelat dan Batik Guru Bersinergi

PENDIDIKAN33 Dilihat

Keterangan Gambar:
SAMPUL KESADARAN NASIONAL:
Kasat Binmas Polres Wajo, Kompol H. Subahana, S.Sos. (tengah, kiri), menyerahkan paket sarana kontak berupa alat tulis kepada perwakilan pihak sekolah (tengah, kanan) disaksikan oleh Brigpol Ashar, S.H. (kedua dari kiri) serta para siswi SMAN 3 Wajo usai pelaksanaan Upacara Hari Kesadaran Nasional di halaman sekolah, Sengkang, Kabupaten Wajo, Senin (18/5/2026). Kegiatan ini bertujuan untuk mempererat silaturahmi sekaligus memotivasi generasi muda agar menyeimbangkan antara ilmu, akhlak, dan adab dalam menempuh pendidikan. (Foto: Dok. Polres Wajo)

Oleh: Sabri

Pagi itu, Senin, 18 Mei 2026, matahari baru saja meninggi di ufuk timur Kota Sengkang. Halaman SMA Negeri 3 Wajo yang terletak di Jalan Rusa perlahan dipadati oleh ratusan siswa berseragam khas putih-abu-abu berompi hijau, berbaur serasi dengan para guru yang mengenakan batik Korps Pegawai Republik Indonesia (Korpri) biru. Di tengah kepungan semangat muda itu, berdiri kokoh beberapa personel kepolisian berseragam cokelat. Suasana khidmat langsung menyelimuti area sekolah begitu jarum jam menyentuh angka 07.30 Wita, menandai dimulainya Upacara Bendera yang dirangkaikan dengan peringatan Hari Kesadaran Nasional.

Ada yang berbeda pada upacara kali ini. Sosok yang berdiri di podium pembina upacara bukanlah kepala sekolah, melainkan Kasat Binmas Polres Wajo, Kompol H. Subahana, S.Sos. Kehadirannya di tengah-tengah civitas akademika SMAN 3 Wajo membawa pesan yang jauh lebih mendalam daripada sekadar rutinitas seremonial Senin pagi.

Dalam amanatnya yang memecah keheningan pagi, Kompol H. Subahana tidak berbicara dengan nada instruktif khas aparat, melainkan dengan pendekatan seorang ayah dan mentor. Ia melempar sebuah refleksi penting bagi generasi Z yang kini tengah tumbuh di bangku sekolah: Untuk apa sebenarnya kalian menuntut ilmu?

Bagi perwira menengah Polres Wajo ini, pendidikan di era modern tidak boleh terjebak pada angka-angka di atas kertas atau sekadar mengejar kecerdasan akademik. Ia merumuskan tiga pilar utama yang wajib tertanam dalam sanubari setiap pelajar, yaitu berilmu, berakhlak, dan beradab.

“Generasi muda harus mampu menjadi pelajar yang memiliki ilmu pengetahuan, akhlak yang baik, serta menjunjung tinggi adab dalam kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan sekolah maupun di tengah masyarakat,” tegas Subahana di hadapan ratusan pasang mata yang menyimak dengan saksama.

Pesan ini menjadi sangat relevan di tengah gempuran arus informasi digital yang kerap mengikis batasan kesopanan remaja. Subahana mengingatkan bahwa ilmu tanpa adab hanya akan melahirkan kecerdasan yang merusak, sementara kepintaran yang dibalut akhlak mulia akan menjadi motor penggerak kemajuan bangsa. Mengiringi nasihat tersebut, ia juga menyelipkan karibnya imbauan agar para siswa menjauhi segala bentuk kenakalan remaja dan perilaku negatif yang dapat menghancurkan masa depan mereka sendiri.

Usai bendera merah putih selesai dikibarkan dan upacara resmi dibubarkan, kekakuan formalitas segera mencair. Halaman sekolah berubah menjadi panggung keakraban. Didampingi oleh Brigpol Ashar, S.H., dan Bripda Eril Fajriansah, A.Md.Pt., Kompol Subahana berbaur dengan para guru dan siswa untuk berswafoto bersama. Senyum sumringah terpancar dari wajah-wajah remaja yang berebut posisi di dekat para pengayom masyarakat tersebut.

Sinergi hari itu ditutup dengan momen hangat di ruang guru. Bukan sekadar datang untuk berbicara, Polres Wajo membuktikan kepedulian nyata mereka terhadap dunia pendidikan melalui aksi penyerahan satu paket sarana kontak berupa alat tulis. Bingkisan sederhana yang diserahkan langsung kepada pihak sekolah itu membawa pesan kuat: bahwa kepolisian dan dunia pendidikan berjalan beriringan dalam mengawal dan menempa tunas-tunas bangsa.

Hari Kesadaran Nasional di SMAN 3 Wajo kali ini bukan lagi sekadar upacara bulanan yang kaku, melainkan sebuah ruang dialog humanis yang mengingatkan semua orang, bahwa menjaga keamanan negara dimulai dari membentuk karakter manusianya sejak di bangku sekolah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed