Keterangan Gambar:
EDUKASI SEJARAH: Petugas dari Museum Negeri Sumatera Selatan (kanan) memberikan penjelasan kepada para pengunjung mengenai replika prasasti dan daftar komoditas perdagangan masa Kedatuan Sriwijaya di stan pameran Festival Sriwijaya XXXIV, Kompleks Dekranasda Sumsel, Jakabaring, Palembang, Mei 2026. (Foto: Dok. Istimewa)
Oleh: PAP/Ibnu
PALEMBANG – Di bawah temaram lampu stan pameran Kompleks Dekranasda Provinsi Sumatera Selatan, Jakabaring, waktu seolah berputar mundur lebih dari seribu tahun lalu. Di tengah hiruk-pikuk kemeriahan Festival Sriwijaya XXXIV Tahun 2026, terdapat sebuah sudut yang sunyi namun sarat akan cerita. Di sanalah, Museum Negeri Sumatera Selatan (Balaputradewa) menggelar “panggung waktu” bertajuk “Pameran Koleksi tentang Sistem Perekonomian Masa Kedatuan Sriwijaya”.
Festival yang dibuka resmi oleh Wakil Gubernur Sumatera Selatan, Cik Ujang, tahun ini mengusung tema besar “The Ancient Relics of Sriwijaya”. Sebuah tema yang bukan sekadar romantisasi masa lalu, melainkan upaya konkret untuk membaca ulang kompas kejayaan maritim yang pernah berpusat di bumi Sriwijaya.
Berbeda dengan pameran purbakala pada umumnya yang kerap menampilkan replika senjata atau simbol kekuasaan politik, stan Museum Balaputradewa kali ini mengambil sudut pandang yang lebih membumi namun vital: urat nadi perekonomian.
Menurut Berlian Susetyo, perwakilan dari Museum Balaputradewa, fokus pameran sengaja diarahkan pada komoditas dan alat tukar ekonomi. Pilihan ini berhasil menyuguhkan narasi yang hidup tentang bagaimana para leluhur Nusantara mengelola perdagangan internasional di masa lampau.
Sorot mata para pengunjung pameran tertuju pada sebuah etalase yang menyimpan rangkaian manik-manik kuno. Untaian kalung yang terdiri dari 96 butir dan gelang berjumlah 55 butir ini sekilas tampak bersahaja. Namun, di balik ukurannya yang hanya berkisar 0,4 hingga 3 sentimeter, tersimpan nilai sejarah yang tak ternilai.
Ditemukan di Situs Kambang Unglen, Palembang, yang diyakini sebagai pusat awal kedatuan sekitar abad VII–IX Masehi, manik-manik berbahan kaca, batu kornelian, dan terakota ini menceritakan dua hal penting.
Pertama, tingginya cita rasa seni dan keahlian perajin lokal pada masa itu. Kedua, benda-benda estetis ini bukan sekadar perhiasan, melainkan komoditas bernilai tinggi yang menjadi pelumas roda perdagangan lintas samudera.
Bergerak sedikit ke sisi lain, eksotika perdagangan global kian kental terasa melalui kehadiran sebilah Piring Seladon asal Tiongkok dari era Dinasti Song. Piring berdiameter 32 sentimeter ini memiliki guratan sejarah yang dramatis. Ia ditemukan di dasar Sungai Musi dalam kondisi pecah, sebelum akhirnya tangan-tangan terampil kurator museum merestorasinya kembali ke bentuk semula. Kehadiran keramik hijau abadi (seladon) ini menjadi bukti arkeologis tak terbantahkan bahwa dermaga-dermaga di tepian Sungai Musi telah lama menjadi titik temu penting bagi para saudagar dari Dinasti Tirai Bambu.
Bukti ketangguhan ekonomi Sriwijaya semakin dikukuhkan oleh jajaran uang Kepeng kuno yang terpajang rapi. Logam-logam perunggu dan tembaga tipis setebal 1 milimeter ini mencakup empat era pemerintahan di Tiongkok, mulai dari Chih-tao (995–998 M) hingga Ta Kuan (1107–1110 M). Seperti halnya piring seladon, uang kepeng ini diangkat dari perut Sungai Musi.
Dari penemuan-penemuan ini, kita disadarkan kembali bahwa Sungai Musi bukan sekadar bentang alam berupa aliran air. Sejak berabad-abad lalu, Musi adalah jalan tol internasional, urat nadi kehidupan, sekaligus saksi bisu terjadinya transaksi-transaksi multikultural yang membentuk karakter masyarakat Sumatera Selatan hari ini.
Melalui rupa-rupa artefak ini, Museum Balaputradewa berhasil mengubah fungsi festival dari sekadar tontonan visual massal menjadi ruang kelas sejarah yang interaktif.
Di tengah modernitas Palembang tahun 2026, pameran ini hadir sebagai pengingat penting, terutama bagi generasi muda: bahwa jauh sebelum globalisasi modern digaungkan, Sriwijaya telah lebih dulu menggenggam dunia melalui kekuatan maritim dan ekonominya yang inklusif.






