Menjaga Marwah Pers: H. Suwardi Thahir Membuka Babak Awal Kontestasi Ketua PWI Sulsel 2026–2031

PERS96 Dilihat

Penulis: Masykur Thahir
Ka. Dewan Redaksi Palapa Media Group

Di tengah arus perubahan dunia media yang bergerak semakin cepat, organisasi profesi wartawan tetap dituntut menjadi rumah moral bagi tegaknya independensi, etika, dan kualitas jurnalistik. Di Sulawesi Selatan, denyut itu mulai terasa seiring bergulirnya tahapan Konferensi Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Sulsel masa bakti 2026–2031.

Ruang demokrasi organisasi perlahan terbuka. Nama-nama mulai diperbincangkan. Dinamika pun bergerak memasuki fase yang lebih nyata ketika H. Suwardi Thahir menjadi figur pertama yang resmi mengambil formulir bakal calon Ketua PWI Sulsel.

Langkah awal itu bukan sekadar prosedur administratif. Ia menandai dimulainya proses regenerasi kepemimpinan dalam organisasi wartawan tertua di Indonesia tersebut, sebuah momentum yang akan menentukan arah perjalanan PWI Sulsel lima tahun ke depan.

Di Kantor PWI Sulsel, Jalan Maccini Sawah, Makassar, Kamis siang, suasana konferensi mulai menemukan ritmenya. Sekitar pukul 13.15 WITA, tim perwakilan H. Suwardi Thahir yang dipimpin H. Mappiar datang mengambil formulir pendaftaran. Kehadiran mereka diterima unsur panitia dan pengurus PWI Sulsel, di antaranya Ismail Sellery, Manaf Rahman, Fadil Sunarya, dan Iwan Azis.

Dengan pengambilan formulir tersebut, Suwardi Tahir, yang akrab disapa ST, untuk sementara menjadi figur pertama sekaligus satu-satunya yang tercatat resmi memasuki bursa calon Ketua PWI Sulsel.

Tahapan konferensi sendiri sejatinya telah berjalan cukup panjang. Dimulai dari penyerahan daftar pemegang Kartu Tanda Anggota Biasa (KTA-B) pada 14 April 2026, kemudian dilanjutkan dengan penyusunan Daftar Pemilih Sementara (DPS), masa sanggah, hingga penetapan Daftar Pemilih Tetap (DPT) tahap akhir yang diumumkan pada 7 Mei 2026.

Seluruh rangkaian itu menjadi fondasi penting dalam memastikan konferensi berjalan transparan dan akuntabel. Sebab, dalam organisasi profesi, legitimasi kepemimpinan tidak hanya ditentukan oleh kemenangan, tetapi juga oleh kualitas proses yang melahirkannya.

Tahapan penjaringan bakal calon dibuka sejak 5 hingga 8 Mei 2026, sementara pengambilan formulir berlangsung hingga 10 Mei 2026. Setelah itu, proses akan berlanjut pada pengembalian formulir dan berkas persyaratan pada 11–13 Mei, disusul verifikasi administrasi dan pengumuman nama bakal calon pada 14–15 Mei 2026.

Konferensi PWI Sulsel sendiri dijadwalkan berlangsung pada 2 Juni 2026 mendatang.

Lebih dari sekadar agenda organisasi, konferensi ini sesungguhnya menjadi ruang refleksi bagi insan pers Sulawesi Selatan. Di tengah tantangan era digital, derasnya disinformasi, hingga tekanan terhadap independensi media, PWI dituntut tetap menjadi jangkar moral profesi wartawan.

Organisasi ini memikul tanggung jawab besar: menjaga marwah pers, meningkatkan kompetensi wartawan, sekaligus memastikan ekosistem media tetap berpijak pada prinsip profesionalisme dan tanggung jawab publik.

Karena itulah, setiap tahapan konferensi diharapkan tidak hanya berjalan tertib secara administratif, tetapi juga menghadirkan keteladanan etika organisasi. Kompetisi boleh berlangsung, namun persatuan insan pers tetap harus menjadi nilai utama yang dijaga bersama.

Di titik inilah konferensi PWI Sulsel menemukan maknanya yang lebih dalam: bukan semata memilih ketua, melainkan merawat kehormatan profesi di tengah zaman yang terus berubah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed