​Sejuk di Balik Mihrab: Kala Seragam dan Doa Menyatu dalam Safari Jumat di Tajuncu

POLRI13 Dilihat

Keterangan Gambar:

​MIMBAR KEDAMAIAN: Kapolsek Donri-Donri, IPTU Amat Yani, S.IP, saat menyampaikan pesan-pesan Kamtibmas dan ajakan meningkatkan ketaqwaan di hadapan jamaah Masjid Miftahul Khaeri, Tajuncu, Desa Donri-Donri, Kabupaten Soppeng (10/04). Melalui Safari Jumat, Polri mengedepankan sisi humanis untuk merajut sinergitas dengan masyarakat demi menciptakan lingkungan yang aman dan religius. (Foto: Dok. Humas Polres Soppeng)

Oleh: Alimuddin (Pemred Palapa Media Group)

SOPPENG – Sinar matahari Jumat siang itu membasuh pelataran Masjid Miftahul Khaeri, Tajuncu. Di dalam ruangan yang megah dengan ornamen geometris berwarna emas, udara terasa hening dan khusyuk. Namun ada yang sedikit berbeda hari ini; di balik podium kayu yang berukir ayat suci, berdiri tegak sosok berseragam abu-abu yang meluruhkan jarak antara otoritas dan rakyatnya.

​Ia adalah IPTU Amat Yani, S.IP, Kapolsek Donri-Donri yang baru. Alih-alih memberikan instruksi kaku, kehadirannya dalam agenda Safari Jumat (10/04/2026) justru terasa seperti kepulangan seorang saudara.

Ketika adzan berhenti berkumandang dan jamaah mulai merapatkan barisan, masjid tersebut bukan sekadar tempat bersujud, melainkan titik temu bagi hati yang rindu akan rasa aman. IPTU Amat Yani melangkah menuju mimbar bukan untuk berjarak, melainkan untuk merangkul. Dalam balutan seragam Korps Bhayangkara yang rapi, ia berbicara tentang dua hal yang tak terpisahkan: ketaatan pada Sang Pencipta dan kecintaan pada ketenangan sesama.

“Keamanan bukan hanya soal patroli di jalan raya, tapi soal bagaimana kita menjaga hati agar tetap tenang saat bersujud,” tutur IPTU Amat Yani di hadapan jamaah yang mendengarkan dengan saksama.

​Sebagai pejabat baru, ia tak sekadar memperkenalkan nama dan jabatan. Ia menitipkan sebuah harapan agar masyarakat Donri-Donri menjadi benteng pertama dalam menjaga kedamaian. Baginya, setiap warga adalah ‘polisi’ bagi dirinya sendiri dan pelindung bagi tetangganya. Pesan Kamtibmas yang disampaikannya mengalir lembut, disisipkan di antara ajakan untuk meningkatkan iman dan taqwa, membuat instruksi formal berubah menjadi nasehat yang menyejukkan.

Langkah humanis ini pun mendapat ruang di hati Kapolres Soppeng, AKBP Aditya Pradana, S.I.K., M.I.K. Menurutnya, Safari Jumat adalah jembatan spiritual yang meruntuhkan dinding pembatas antara polisi dan masyarakat.

​”Kami ingin Polri hadir tidak hanya saat ada masalah, tapi hadir sebagai bagian dari doa-doa masyarakat di masjid. Ini adalah langkah strategis untuk membangun kepercayaan publik melalui pendekatan hati ke hati,” ungkap AKBP Aditya.

​Saat jarum jam menunjukkan pukul 12.50 WITA, rangkaian ibadah dan silaturahmi itu usai. Masyarakat membubarkan diri dengan senyum yang tulus, membawa pulang bukan hanya pahala Jumat, tetapi juga rasa aman bahwa di Donri-Donri, penjaga keamanan mereka adalah mereka yang juga bersimpuh di barisan shaf yang sama.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *