Di Antara Abu dan Harapan, Uluran Tangan Polisi Menyapa Warga Teppoe

POLRI87 Dilihat

Keterangan Gambar:

Kapolsek Liliriaja IPTU Alimuddin, S.Sos bersama Bhayangkari Ranting Liliriaja menyerahkan bantuan sosial kepada korban kebakaran di Teppoe, Kelurahan Appanang, Kecamatan Liliriaja, Kabupaten Soppeng, Sabtu (24/4/2026). Kegiatan ini menjadi wujud kepedulian dan kehadiran Polri di tengah masyarakat yang tertimpa musibah. (Foto: Dokumentasi Humas Polres Soppeng)

Penulis: Syukur Mariorante Katalawala

SOPPENG — Senja belum sepenuhnya turun ketika langkah-langkah kepedulian itu tiba di Teppoe. Di halaman sederhana yang masih menyisakan jejak luka kebakaran, harapan perlahan disusun kembali, bukan dari batu dan kayu, melainkan dari empati dan kebersamaan.

Sabtu sore itu, suasana haru menyelimuti Kelurahan Appanang, Kecamatan Liliriaja. Di tengah duka yang belum lama berlalu, Kapolsek Liliriaja IPTU Alimuddin, S.Sos hadir bersama Ketua Bhayangkari Ranting Liliriaja dan jajaran personel, membawa lebih dari sekadar bantuan. Mereka membawa pesan: bahwa dalam setiap musibah, manusia tidak pernah benar-benar sendiri.

Dengan penuh kehangatan, bantuan sosial diserahkan langsung kepada warga terdampak kebakaran. Tumpukan kebutuhan pokok, air mineral, mie instan, beras, hingga peralatan rumah tangga seperti kompor dan dispenser, menjadi simbol sederhana dari kepedulian yang tulus. Di balik setiap barang, terselip doa agar luka yang ada segera pulih, dan kehidupan bisa kembali berdenyut seperti sedia kala.

Wajah-wajah yang sebelumnya diliputi kesedihan mulai menunjukkan secercah ketenangan. Ada rasa yang tak terucap, ketika tangan memberi bertemu dengan tangan yang menerima, sebuah perjumpaan yang menguatkan bahwa kemanusiaan masih hidup dan terus menyala.

Kapolsek Liliriaja IPTU Alimuddin menyampaikan bahwa kehadiran pihaknya bukan hanya sebagai penjaga keamanan, tetapi juga sebagai bagian dari masyarakat yang ikut merasakan duka.

“Dalam setiap musibah, sudah sepatutnya kita saling menguatkan. Kami ingin hadir, bukan hanya dengan tugas, tetapi dengan hati,” tuturnya dengan nada penuh empati.

Di tempat terpisah, Kapolres Soppeng AKBP Aditya Pradana, S.I.K., M.I.K. memberikan apresiasi atas langkah cepat yang dilakukan jajarannya. Ia menegaskan bahwa semangat Polri Presisi harus tercermin dalam tindakan nyata yang humanis dan responsif.

“Ketika masyarakat membutuhkan, di situlah Polri harus hadir. Bukan hanya sebagai pelindung, tetapi juga sebagai sahabat yang memberi harapan,” ujarnya.

Kegiatan itu berlangsung sederhana, tanpa gemuruh seremoni. Namun justru dalam kesederhanaan itulah, makna kepedulian terasa lebih dalam. Warga yang hadir pun menyambut dengan rasa syukur, seolah bantuan tersebut menjadi pengingat bahwa di balik setiap ujian, selalu ada tangan-tangan yang siap menolong.

Di Teppoe, sore itu, bukan hanya bantuan yang dibagikan. Ada harapan yang ditanam kembali, ada luka yang perlahan diobati, dan ada keyakinan yang diteguhkan, bahwa dalam kebersamaan, setiap cobaan akan menemukan jalan menuju pemulihan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *