Keterangan Gambar:
TEDUHNYA PENGABDIAN: Dengan senyum yang tulus, personel Polsek Takkalalla memberikan rasa aman kepada warga di tengah keriuhan Pasar Inpres Peneki, Kabupaten Wajo, Sabtu (14/3/2026). Kehadiran Polri di tengah masyarakat merupakan wujud nyata pelaksanaan amanat pimpinan untuk menjaga kekhusyukan warga menyambut Hari Raya Idul Fitri 1447 H melalui pengamanan yang humanis dan religius. (Foto: Dokumentasi Humas Polres Wajo)
Oleh: Sabri
Editor : Alimuddin
WAJO – Matahari di ufuk Takkalalla mulai merangkak naik, membiaskan cahaya keemasan di atas atap-atap terpal Pasar Inpres Peneki. Di sela keriuhan tawar-menawar dan aroma khas pasar tradisional, terselip sebuah pemandangan yang meneduhkan. Bukan sekadar derap langkah patroli biasa, melainkan kehadiran raga yang hadir untuk memastikan saudaranya bisa beribadah dan bersiap menyambut hari kemenangan dengan hati yang tenang.
Sabtu pagi (14/3/2026), di tengah arus manusia yang kian menderu menjelang Idul Fitri 1447 Hijriah, nampak AKP Mursalim beserta jajarannya menyusuri lorong-lorong sempit pasar. Bagi mereka, tugas ini adalah amanat suci, sebuah bentuk ibadah nyata dalam menjaga senyum para ibu yang sedang berbelanja dan rasa aman para pedagang yang mengais rezeki.
Langkah kaki Kapolsek Takkalalla itu sesekali terhenti. Bukan untuk menindak, melainkan untuk menyapa. Dengan tutur kata yang lembut namun berwibawa, ia menyelipkan pesan-pesan waspada di telinga pengunjung. Di balik seragam yang gagah, tersirat kerendahan hati seorang abdi negara yang sedang menjalankan titah komandan: hadirkan rasa aman sebagai bentuk pengabdian kepada Tuhan dan kemanusiaan.
“Pasar ini adalah denyut nadi masyarakat. Kami di sini bukan hanya untuk berjaga, tapi untuk memastikan bahwa kegembiraan menyambut Lebaran tidak terganggu oleh rasa cemas,” ujar AKP Mursalim di sela aktivitasnya.
Tak hanya mengawasi keamanan dari tindak kriminal, jemari para personel ini juga bergerak menyentuh kestabilan harga pangan. Mereka memastikan tak ada beban berat yang memikul pundak rakyat kecil akibat lonjakan harga yang tak wajar. Ada dialog yang hangat, ada senyum yang berbalas, menciptakan harmoni antara aparat dan rakyat yang jarang terpotret oleh angka-angka statistik.
Hingga lonceng tengah hari berdentang, kehadiran Aiptu Asriadi, Aipda A. Asrul, dan Aipda Mambi di sisi Kapolsek, menjadi bukti bahwa dedikasi tak mengenal lelah. Di bawah naungan langit Peneki, Polri hadir bukan sebagai tembok, melainkan sebagai jembatan ketenangan. Sebuah pengabdian yang dibungkus dengan ketulusan doa, agar setiap langkah kaki warga di pasar itu menjadi berkah menuju hari yang fitri.












