Keterangan Gambar:
Kapolres Soppeng AKBP Aditya Pradana menyerahkan langsung zakat kepada seorang warga kurang mampu di salah satu Mapolsek jajaran, didampingi personel Polri, dalam rangka kegiatan berbagi di minggu terakhir Ramadhan.
Oleh: Syukur Mariorante Katalawala
Pagi itu, cahaya Ramadhan terasa lebih lembut dari biasanya. Di sudut-sudut desa yang tenang, harapan berdenyut pelan, menunggu uluran tangan yang tak sekadar memberi, tetapi juga menguatkan.
Di minggu terakhir bulan suci, Kapolres Soppeng, AKBP Aditya Pradana, menapaki jejak pengabdian yang tak hanya berbalut seragam, tetapi juga ketulusan. Selasa, 17 Maret 2026, ia bersama jajaran menyusuri wilayah hukum Polsek, membawa zakat dan sedekah, membawa sepotong kehangatan bagi mereka yang membutuhkan.
Langkah pertama bermula di Mapolsek Liliriaja, Kelurahan Appanang, Kecamatan Liliriaja. Di sana, suasana sederhana berubah menjadi ruang haru. Satu per satu warga menerima bantuan, bukan sekadar materi, tetapi juga perhatian yang selama ini mungkin jarang singgah. Didampingi Kapolsek Liliriaja Iptu Alimuddin dan Kapolsubsektor Citta Ipda Andi Baso, Kapolres menyerahkan zakat kepada sepuluh warga dari berbagai penjuru desa.
Tak lama berselang, perjalanan berlanjut ke Mapolsek Ganra. Waktu berjalan, tetapi semangat berbagi tak surut. Empat warga kembali menerima zakat, sebuah pengingat bahwa di balik keterbatasan, masih ada tangan-tangan yang peduli.
Kemudian, di Mapolsek Marioriawa, Kelurahan Attang Salo, langkah itu ditutup dengan sedekah yang diserahkan dengan penuh hormat. Sekitar pukul 10.50 WITA, seluruh rangkaian kegiatan berakhir. Namun, maknanya tidak selesai di sana—ia menetap dalam doa-doa yang terucap lirih.
Di tengah suasana Ramadhan yang kian mendekati puncaknya, AKBP Aditya Pradana menyampaikan pesan yang sederhana namun sarat makna. Bahwa berbagi bukan hanya tentang memberi, tetapi tentang menghadirkan harapan.
“Di minggu terakhir Ramadhan ini, kami ingin berbagi kebahagiaan dengan masyarakat yang membutuhkan. Semoga bantuan ini meringankan beban dan membawa keberkahan bagi kita semua,” tuturnya.
Kegiatan ini bukan sekadar agenda rutin. Ia menjelma menjadi jembatan, menghubungkan institusi dengan hati masyarakat. Di antara seragam dan tugas negara, terselip nilai kemanusiaan yang tumbuh, menguat, dan memberi arti.
Ramadhan pun seakan mengajarkan kembali: bahwa kebaikan, sekecil apa pun, selalu menemukan jalannya untuk sampai.













