Oleh: Sabri
Editor: Alimuddin
Sore yang mulai merunduk di halaman Mapolres Wajo itu terasa sedikit berbeda. Angin berhembus pelan di Lapangan Upacara, Kamis (12/3/2026), sementara barisan seragam dari berbagai instansi berdiri tegap dalam satu barisan yang sama. Di bawah langit yang perlahan memudar menuju senja, sebuah ikhtiar bersama dimulai: menjaga perjalanan pulang masyarakat menjelang Idul Fitri.
Polres Wajo menggelar Apel Gelar Pasukan Operasi Kepolisian Terpusat “Ketupat 2026”, sebuah operasi tahunan yang menjadi penanda dimulainya pengamanan arus mudik dan perayaan Lebaran. Tahun ini, operasi itu mengusung tema sederhana namun penuh makna: Mudik Aman, Keluarga Bahagia.”
Tepat sekitar pukul 16.00 Wita, barisan pasukan gabungan telah tersusun rapi. Di hadapan mereka, Kapolres Wajo AKBP Muhammad Rosid Ridho berdiri sebagai inspektur upacara. Hadir pula Bupati Wajo Andi Rosman, Kasdim Kodim 1406/Wajo Mayor Inf. Askar, anggota DPRD Wajo Amshar A. Timbang, jajaran pejabat utama Polres Wajo, para Kapolsek, hingga perwakilan Jasa Raharja.
Namun yang paling terasa dalam apel itu bukan sekadar kehadiran para pejabat, melainkan pemandangan kebersamaan berbagai unsur yang biasanya bekerja di bidang berbeda. Satu peleton personel Kodim 1406/Wajo berdiri berdampingan dengan personel Satreskrim, Satintelkam, dan Satresnarkoba Polres Wajo. Di barisan lain tampak Bhabinkamtibmas, personel Satlantas, anggota Satpol PP, petugas Dinas Perhubungan, Damkar dan Penyelamatan, Senkom, hingga tim kesehatan dari Puskesmas Tempe.
Semua hadir dalam satu tujuan: memastikan masyarakat Wajo dapat pulang kampung dan merayakan hari kemenangan dengan rasa aman.
Salah satu momen yang menjadi simbol dimulainya operasi tersebut adalah penyematan pita dan pin keselamatan kepada perwakilan personel dari TNI, Polri, Satpol PP, serta Dinas Perhubungan. Pita kecil itu mungkin tampak sederhana, namun maknanya besar, sebuah tanda kesiapan sekaligus tanggung jawab yang dipikul bersama.
Kapolres Wajo AKBP Muhammad Rosid Ridho menegaskan bahwa apel gelar pasukan ini bukan sekadar seremoni tahunan. Di balik barisan pasukan yang berdiri tegap itu, terdapat proses pengecekan kesiapan personel maupun sarana pendukung sebelum pengamanan Idul Fitri dimulai.
“Apel gelar pasukan ini merupakan bentuk pengecekan terhadap kesiapan personel maupun sarana dan prasarana, sekaligus wujud komitmen dan sinergitas lintas sektor dalam menyukseskan Operasi Ketupat 2026,” ujarnya.
Menurutnya, operasi pengamanan ini bertujuan memastikan masyarakat dapat melaksanakan mudik serta merayakan Idul Fitri dengan aman, tertib, dan lancar.
Bagi banyak orang, mudik bukan sekadar perjalanan. Ia adalah kerinduan yang menempuh jarak, harapan yang melintasi jalan-jalan panjang, dan doa yang pulang menuju rumah. Karena itulah, di balik hiruk-pikuk arus kendaraan dan padatnya jalur mudik nanti, ada banyak tangan yang bekerja dalam diam, mengatur lalu lintas, menjaga keamanan, hingga memastikan perjalanan itu berakhir dengan selamat.
Di Lapangan Mapolres Wajo sore itu, semuanya bermula dari satu barisan: barisan orang-orang yang bersiap menjaga jalan pulang bagi jutaan kerinduan.







