Wakapolres Soppeng Tinjau Lokasi Kebakaran Berulang di Gunung Sewo

POLRI71 Dilihat

Keterangan Gambar: Wakapolres Soppeng AKBP Tamar, S.Sos., bersama sejumlah Pejabat Utama Polres Soppeng meninjau kawasan Gunung Sewo yang beberapa kali mengalami kebakaran. (Foto: Dokumentasi Humas Polres Soppeng)

ESSAY PALAPA
Nurani Redaksi di Atas Fakta

Oleh: Syamsuddin Andy

SUARA PALAPA, SOPPENG – Ada sesuatu yang patut direnungkan ketika api berkali-kali muncul di tempat yang sama. Bukan semata-mata tentang tanah yang menghitam atau pepohonan yang kehilangan hijaunya, melainkan juga tentang rasa aman masyarakat yang tinggal di sekitarnya.

Di kawasan Gunung Sewo, Kecamatan Lalabata, Kabupaten Soppeng, peristiwa kebakaran yang berulang menjadi perhatian tersendiri. Meski api telah padam, kekhawatiran belum tentu ikut menghilang. Sebab, pengalaman menghadapi kejadian serupa dapat meninggalkan kecemasan, terutama bagi warga yang hidup berdampingan dengan kawasan tersebut.

Pada Rabu, 4 November 2026, Wakapolres Soppeng AKBP Tamar, S.Sos., bersama sejumlah Pejabat Utama (PJU) Polres Soppeng turun langsung melakukan pengecekan di lokasi yang beberapa kali mengalami kebakaran tersebut.

Pengecekan itu menjadi bagian dari upaya melihat kondisi terkini pascakebakaran sekaligus memastikan situasi di lapangan. Dalam kunjungan tersebut, petugas mendapati api telah padam. Namun, kondisi itu tidak serta-merta menjadikan persoalan selesai.

Sebab, kebakaran yang berulang membutuhkan perhatian lebih dari sekadar memastikan bara telah berhenti menyala. Ada upaya pencegahan yang harus terus dilakukan, ada kewaspadaan yang perlu dipelihara, dan ada kesadaran bersama yang mesti dibangun.

Kapolres Soppeng AKBP Hari Budiyanto, S.H., S.I.K., M.H., menegaskan bahwa peristiwa kebakaran berulang perlu mendapat perhatian serius, terlebih ketika telah menimbulkan keresahan di tengah masyarakat.

“Walaupun saat ini api sudah padam, kita tidak boleh menganggap persoalan ini selesai begitu saja. Perlu ada kewaspadaan dan kepedulian bersama untuk mencegah kebakaran kembali terjadi. Kami juga mengimbau masyarakat agar segera melaporkan apabila melihat tanda-tanda munculnya api atau aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran,” tegasnya.

Pesan tersebut mengandung makna yang lebih luas daripada sekadar imbauan keamanan. Ia mengingatkan bahwa menjaga lingkungan bukan hanya urusan aparat, melainkan tanggung jawab seluruh orang yang hidup dan menggantungkan kehidupannya pada alam.

Dalam kehidupan bermasyarakat, kepedulian sering kali dimulai dari hal-hal sederhana. Tidak membakar sampah sembarangan, tidak meninggalkan sumber api tanpa pengawasan, serta segera melaporkan potensi bahaya merupakan tindakan kecil yang dapat mencegah kerugian besar.

Di sisi lain, peristiwa kebakaran yang berulang juga mengingatkan pentingnya perhatian terhadap kondisi lingkungan, terutama ketika kawasan berada dalam keadaan kering dan mudah terbakar.

Karena itu, kewaspadaan tidak semestinya hanya muncul ketika asap mulai terlihat. Pencegahan justru harus hadir sebelum api menemukan jalannya.

Kehadiran jajaran Polres Soppeng di Gunung Sewo memperlihatkan bahwa persoalan keamanan masyarakat tidak selalu berkaitan dengan tindak kriminalitas. Ada pula ancaman terhadap keselamatan dan lingkungan yang membutuhkan perhatian serta keterlibatan bersama.

Pada akhirnya, ukuran keberhasilan menjaga keamanan bukan hanya ketika keadaan kembali tenang setelah sebuah peristiwa, tetapi juga ketika berbagai upaya mampu mencegah peristiwa serupa terulang.

Dalam pandangan kemanusiaan, lingkungan bukan sekadar hamparan tanah dan pepohonan. Ia adalah ruang kehidupan yang harus dijaga, diwariskan, dan dihormati.

Agama pun mengajarkan manusia untuk tidak membuat kerusakan di muka bumi. Sebab, menjaga alam sesungguhnya merupakan bagian dari menjaga kehidupan itu sendiri.

Gunung Sewo mungkin kembali sunyi setelah api padam. Namun, kesunyian itu jangan sampai membuat kewaspadaan ikut tertidur.

Sebab, api dapat dipadamkan oleh air, tetapi kepedulian hanya dapat dinyalakan oleh kesadaran manusia.

PALAPA MEDIA GROUP (PMG)
Berani Bersikap, Tegas dalam Nurani.

Fakta Diberitakan. Manusia Dimuliakan. Nurani Dihidupkan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *