Sinergi Lintas Sektoral: Langkah Nyata Polres Soppeng Hadapi Bencana Alam

SOPPENG12 Dilihat

Keterangan Gambar: Kapolres Soppeng AKBP Hari Budiyanto, S.H., S.I.K., M.H., bersama Dandim 1423/Soppeng dan unsur Forkopimda berkoordinasi dalam Apel Kesiapsiagaan Penanggulangan Bencana Alam di Mako Polres Soppeng. (Foto: Dokumentasi Humas Polres Soppeng)

FEATURE PALAPA

Kisah Kemanusiaan di Balik Fakta

Oleh: Chemank Farel

SUARA PALAPA, SOPPENG — Bumi tidak pernah sepenuhnya menjanjikan keteduhan abadi. Di balik hamparan hijau Kabupaten Soppeng yang elok, tersimpan denyut ketidakpastian alam yang sewaktu-waktu dapat menguji ketahanan dan nurani kemanusiaan kita. Pagi itu, Kamis, 5 November 2026, jarum jam baru menunjukkan pukul 08.05 WITA. Halaman Mako Polres Soppeng di Jalan La Tenri Bali, Kelurahan Lalabata Rilau, Kecamatan Lalabata, berubah menjadi pusat gelora kesiapsiagaan.

Barisan apel berdiri tegak, menyatu dalam tekat yang sama. Bukan sekadar seragam yang berbeda—paduan loreng TNI, cokelat Polri, atribut Satpol PP, Polhut, BPBD, hingga tim kesehatan PSC 119—tetapi denyut nadi pengabdian yang berdetak seirama. Mereka berkumpul bukan untuk menghadapi musuh, melainkan merajut perisai pelindung demi keselamatan sesama manusia.

Apel Gelar Pasukan Penanggulangan Bencana Alam Tahun 2026 tersebut dipimpin langsung oleh Kapolres Soppeng, AKBP Hari Budiyanto, S.H., S.I.K., M.H. Kehadirannya di tengah-tengah pasukan didampingi oleh perwakilan Bupati Soppeng, Dandim 1423/Soppeng, Kepala BPBD Soppeng, Wakapolres Soppeng AKBP Tamar, S.Sos., serta para pejabat utama dan tamu undangan penting lainnya. Sebuah pemandangan yang menyiratkan bahwa ketika bencana mengetuk pintu, ego sektoral melebur menjadi satu kekuatan utuh: kebersamaan.

Dalam arahannya, AKBP Hari Budiyanto menyapa nurani setiap insan yang hadir. Ia mengingatkan bahwa kesiapsiagaan menghadapi amukan alam tidak cukup diukur dari seberapa banyak personel yang disiagakan, melainkan dari seberapa erat koordinasi dan seberapa tulus kesiapan sarana yang dipersiapkan.

“Penanggulangan bencana merupakan tanggung jawab bersama. Karena itu, seluruh unsur yang terlibat harus membangun koordinasi yang solid, memahami peran masing-masing, serta mampu mengambil langkah cepat dan tepat ketika terjadi keadaan darurat. Kehadiran kita di tengah masyarakat harus benar-benar memberikan perlindungan dan rasa aman, terutama saat masyarakat menghadapi situasi bencana,” tegas Kapolres di hadapan ratusan peserta apel.

Lebih dari sekadar prosedur teknis, ia menitipkan pesan kemanusiaan yang mendalam: keselamatan nyawa manusia adalah hukum tertinggi yang tidak boleh ditawar. Pemeriksaan pasukan yang dilanjutkan kemudian menjadi saksi bisu atas kesiapan fisik dan mental para abdi negara. Roda koordinasi pun langsung berputar, berlanjut ke dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Lintas Sektoral guna memetakan langkah taktis dan pola gerak terpadu di lapangan.

Ketika langit Soppeng kelak menurunkan ujiannya, derap langkah mereka yang bersatu di halaman Mako Polres pagi itu tidak lagi dipandang sebagai barisan penegak hukum semata. Mereka adalah pelita kecil di tengah gulita darurat, tangan-tangan kokoh yang siap merengkuh mereka yang rapuh, serta bukti nyata bahwa kemanusiaan di tanah Soppeng senantiasa dijaga oleh nurani yang terjaga.

Sebab, pada akhirnya, bencana mengajarkan kita arti kerendahan hati yang paling sunyi: bahwa manusia hanya bisa selamat jika ia saling menyelamatkan, dan bumi hanya akan ramah jika kita merawatnya dengan kasih sayang serta kewaspadaan.

PALAPA MEDIA GROUP (PMG) Berani Bersikap, Tegas dalam Nurani. Fakta Diberitakan. Manusia Dimuliakan. Nurani Dihidupkan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *