Merajut Kasih di Bumi Latemmamala: Ketika Seragam Mengalirkan Ketenangan di Rumah Doa

POLRI93 Dilihat

Keterangan Gambar:

Wakapolres Soppeng bersama personel dan jemaat Gereja Jemaat Toraja Lapacabbu mengabadikan momen kebersamaan dalam kegiatan Minggu Kasih, memancarkan kehangatan toleransi dan sinergi Polri bersama masyarakat, Minggu (8/11/2026). (Foto: Dokumentasi Humas Polres Soppeng)

FEARURE PALAPA Kisah Kemanusiaan di Balik Fakta

Oleh: Andi Okkeng

Pagi berembun lembut di tanah Soppeng. Di bawah langit Minggu yang cerah, tatkala lonceng gereja berdenting membawa pesan damai, sebuah pemandangan hangat tersaji—menghapus sekat, merangkul dalam pelukan persaudaraan yang tulus.

Matahari baru saja merangkak naik, memancarkan bias keemasan di atas bumi Soppeng yang tenang, Minggu (8/11/2026). Sekitar pukul 08.50 Wita, di Gereja Jemaat Toraja Lapacabbu, Kecamatan Lalabata—tepatnya selepas langkah menapak di seberang Gedung KONI—waktu sejenak melambat. Bukan sekadar rutinitas pengamanan, hari itu gerbang rumah doa terbuka lebar menyambut kehadiran jajaran kepolisian dalam balutan program Minggu Kasih.

Wakapolres Soppeng hadir bersama para personel siaga dan tim yang menggenggam misi kemanusiaan. Tanpa jarak, tanpa sekat. Kehadiran mereka di tengah-tengah jemaat gereja bukan sekadar menunaikan tugas negara, melainkan menyemai benih-benih cinta kasih lintas keyakinan. Di dalam ruangan yang dipenuhi kidung puji-pujian, derap langkah aparat berpadu harmonis dengan kekhusyukan umat yang sedang merayakan hari suci mereka.

Kapolres Soppeng, AKBP Hari Budiyanto, S.H., S.I.K., M.H., dalam pesan sarat makna yang disampaikan melalui kegiatan ini, mengingatkan bahwa denyut nadi Polri tidak hanya berdetak pada penegakan hukum semata, melainkan pada nurani yang hidup di tengah sanubari rakyat.

“Perbedaan keyakinan bukanlah penghalang untuk membangun kebersamaan. Justru melalui sikap saling menghormati, komunikasi yang baik, dan kepedulian antarsesama, kita dapat menjaga persatuan serta menciptakan kehidupan masyarakat yang harmonis,” tutur AKBP Hari Budiyanto dengan nada penuh ketulusan.

Bagi Polres Soppeng, Minggu Kasih adalah wujud nyata dari sebuah jembatan hati. Di sana, keluh kesah didengar, senyuman dibagikan, dan rasa aman ditebar. Aparat kepolisian hadir bukan sebagai sosok yang ditakuti, melainkan sebagai saudara yang memeluk, pelindung yang meneduhkan, serta pendengar yang setia bagi setiap detak persoalan masyarakat.

Di penghujung hari, ketika matahari perlahan bergeser ke peraduannya, ada satu jejak tak kasat mata yang tertinggal di Lapacabbu: sebuah keyakinan bahwa kedamaian sejati bukanlah anugerah yang datang begitu saja, melainkan buah dari tangan-tangan yang saling menggenggam, hati yang saling memaafkan, dan nurani yang senantiasa merawat toleransi dalam dekapan kasih sayang Sang Pencipta.

Sebab, pada akhirnya, keamanan yang kokoh bukanlah tentang seberapa tangguh pagar pengaman yang berdiri, melainkan seberapa kuat rasa cinta yang bernaung di dalam hati setiap anak bangsa.

Keterangan Gambar: Wakapolres Soppeng bersama personel dan jemaat Gereja Jemaat Toraja Lapacabbu mengabadikan momen kebersamaan dalam kegiatan Minggu Kasih, memancarkan kehangatan toleransi dan sinergi Polri bersama masyarakat, Minggu (8/11/2026). (Foto: Dokumentasi Humas Polres Soppeng)

PALAPA MEDIA GROUP (PMG) Berani Bersikap, Tegas dalam Nurani Fakta Diberitakan. Manusia Dimuliakan. Nurani Dihidupkan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *