Langkah Senyap di Pagi Hari: Ketika Jembatan Kemanusiaan Terbentang di Depan Gerbang Sekolah

POLRI87 Dilihat

Keterangan Gambar: Wakapolres Soppeng AKBP Tamar, S.Sos., saat memberikan imbauan dan teguran secara humanis kepada pengendara yang melintas di jalan raya. (Foto: Dokumentasi Polres Soppeng)

FEATURE PALAPA Kisah Kemanusiaan di Balik Fakta

Oleh: Chemank Farel

SUARA PALAPA, SOPPENG — Pagi baru saja menyingkap tabir embunnya di bumi Soppeng. Saat deru kendaraan mulai memecah sunyi jalanan, di sebuah titik di depan SMPN 5 Watansoppeng, Kelurahan Lapajung, Kecamatan Lalabata, ada pemandangan yang menyejukkan mata dan batin. Bukan sekadar derap sepatu lars atau seragam kepolisian yang gagah, melainkan sebuah uluran tangan kemanusiaan yang hadir menyapa hari.

Senin, 2 November 2026, Wakapolres Soppeng AKBP Tamar, S.Sos., tampak berdiri di tengah riuhnya arus lalu lintas. Di bawah naungan langit pagi, ia tidak hanya mengatur laju besi-besi beroda yang berlalu-lalang, tetapi juga merajut rasa aman bagi anak-anak bangsa yang hendak melangkah menuntut ilmu.

Bagi AKBP Tamar, jalan raya bukan sekadar lintasan aspal tempat mengejar waktu, melainkan ruang sosial di mana keselamatan adalah titipan Tuhan yang harus dijaga bersama. Dengan senyuman hangat dan sapaan yang merendah, ia menghentikan sejenak laju pengendara—bukan untuk mencari kesalahan, melainkan mengingatkan tentang arti sebuah nyawa.

“Jangan menganggap remeh aturan lalu lintas. Keselamatan bukan hanya untuk diri sendiri, tetapi juga menyangkut keselamatan orang lain. Kami mengajak seluruh pengendara untuk lebih disiplin, tidak terburu-buru, dan selalu mengutamakan keselamatan dalam perjalanan,” tutur AKBP Tamar dengan nada mengalun penuh ketulusan.

Tak hanya kepada para pengendara dewasa, langkah sang perwira menengah kepolisian ini terhenti tatkala berpapasan dengan para generasi muda di gerbang sekolah. Di tempat di mana masa depan sedang disemai, ia menitipkan pesan-pesan nurani agar tunas-tunas bangsa ini tidak tersesat di jalan yang keliru, termasuk menjauhi bayang-bayang kelam tawuran.

Ia mengingatkan, bangku sekolah adalah altar suci tempat akal budi diasah dan akhlak dibentuk. Alangkah eloknya jika energi muda itu disalurkan melalui prestasi, bukan pada amarah sesaat yang mencederai persaudaraan.

“Jadilah pelajar yang membanggakan orang tua dan guru. Jangan mencari pengakuan dengan tawuran atau perkelahian. Tunjukkan kemampuan melalui prestasi, sikap disiplin, dan perilaku yang baik. Masa depan kalian harus dijaga sejak sekarang,” pesannya bagai angin sepoi yang menyejukkan sanubari.

Kehadiran polisi di ruang-ruang publik semacam ini membuktikan bahwa negara hadir bukan sekadar menuntut kepatuhan hukum, melainkan merangkul dengan cinta kasih. Sebab pada akhirnya, ketertiban sejati tidak lahir dari ketakutan akan sanksi, melainkan dari kesadaran nurani bahwa setiap jiwa begitu berharga untuk diselamatkan.

Di jalan raya yang kita lewati setiap hari, terukir sebuah tanya sunyi: sudahkah kita cukup berhati-hati demi menjaga titipan nyawa sesama manusia sebelum senja benar-benar menutup hari?

PALAPA MEDIA GROUP (PMG) Berani Bersikap, Tegas dalam Nurani

Fakta Diberitakan. Manusia Dimuliakan. Nurani Dihidupkan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *