Keterangan Gambar:
Wakapolres Soppeng, AKBP Tamar, S.Sos., menghadiri kegiatan Doa dan Dzikir Akbar di wilayah Ompo, Kelurahan Ompo, Kabupaten Soppeng, Sabtu (31/10/2026), sebagai bentuk dukungan terhadap kegiatan keagamaan dan upaya mempererat silaturahmi antara Polri dan masyarakat. (Foto: Dokumentasi Humas Polres Soppeng)
FEATURE PALAPA
Kisah Kemanusiaan di Balik Fakta
Oleh: Andi Okkeng
SUARA PALAPA, SOPPENG — Di antara kesibukan hidup dan beragam persoalan yang dihadapi manusia, ada saat-saat ketika langkah perlu diperlambat. Hati diajak menunduk, doa dipanjatkan, dan kebersamaan kembali menemukan maknanya.
Suasana itulah yang hendak dirawat melalui kegiatan Doa dan Dzikir Akbar di wilayah Ompo, Kelurahan Ompo, Kabupaten Soppeng, Sabtu (31/10/2026).
Wakapolres Soppeng, AKBP Tamar, S.Sos., hadir mewakili Kapolres Soppeng, AKBP Hari Budiyanto, S.H., S.I.K., M.H., dalam kegiatan yang menjadi ruang perjumpaan spiritual sekaligus kesempatan mempererat silaturahmi antara kepolisian dan masyarakat.
Kehadiran tersebut mencerminkan dukungan Polres Soppeng terhadap kegiatan keagamaan yang tumbuh di tengah masyarakat. Namun, di balik rangkaian doa dan dzikir, tersimpan pula pesan yang lebih luas: bahwa kehidupan bersama membutuhkan ikatan persaudaraan, kepedulian, dan kesediaan untuk saling menjaga.
Dalam pesan Kapolres Soppeng yang disampaikan melalui Wakapolres, doa dan dzikir bersama tidak hanya dimaknai sebagai ikhtiar mendekatkan diri kepada Allah SWT, tetapi juga sebagai momentum untuk memperkuat kebersamaan dan menumbuhkan kepedulian sosial.
Kapolres berharap, nilai-nilai yang tumbuh dari kegiatan tersebut dapat memperkokoh persatuan serta mendukung terciptanya kehidupan masyarakat yang religius, damai, dan harmonis.
“Polri senantiasa mendukung kegiatan positif di tengah masyarakat, termasuk kegiatan keagamaan seperti ini. Kami berharap kebersamaan dan nilai-nilai kebaikan yang terbangun dapat terus terjaga, sehingga tercipta lingkungan yang aman, damai, dan penuh rasa persaudaraan,” pesan Kapolres.
Pesan itu mengingatkan bahwa keamanan bukan semata-mata perkara aturan, pengawasan, atau kehadiran aparat. Keamanan juga tumbuh dari hubungan antarmanusia yang terpelihara, dari kepercayaan yang dibangun secara perlahan, serta dari kesadaran bersama untuk tidak membiarkan perbedaan meretakkan persaudaraan.
Dalam kehidupan bermasyarakat, pendekatan yang humanis memiliki tempat tersendiri. Masyarakat bukan sekadar pihak yang harus dilindungi, melainkan mitra yang bersama-sama merawat ketertiban dan menciptakan lingkungan yang tenteram.
Karena itu, perjumpaan dalam kegiatan keagamaan dapat menjadi salah satu jembatan untuk mendekatkan institusi kepolisian dengan warga. Bukan hanya melalui kata-kata, melainkan juga melalui kesediaan untuk hadir, mendengar, dan membangun hubungan yang dilandasi rasa saling menghormati.
Polres Soppeng, melalui kehadiran dalam kegiatan tersebut, menunjukkan dukungan terhadap upaya memperkuat hubungan dengan masyarakat. Kepercayaan publik, pada akhirnya, tidak cukup dibangun melalui pernyataan. Ia membutuhkan konsistensi sikap, keterbukaan, dan pelayanan yang dirasakan manfaatnya oleh warga dalam kehidupan sehari-hari.
Di Ompo, doa dan dzikir menjadi pengingat bahwa kedamaian merupakan tanggung jawab bersama. Ia tumbuh ketika nilai-nilai kebaikan tidak berhenti di tempat ibadah atau dalam sebuah kegiatan seremonial, tetapi dibawa pulang ke rumah, hadir dalam pergaulan, dan diwujudkan dalam tindakan sehari-hari.
Sebab, doa yang tulus semestinya menumbuhkan hati yang lebih lapang. Dzikir yang khusyuk semestinya menguatkan kesadaran untuk berbuat baik. Dan persaudaraan yang terjalin semestinya melahirkan kepedulian kepada sesama, tanpa memandang perbedaan.
Pada akhirnya, ketenteraman sebuah daerah tidak hanya ditentukan oleh seberapa kuat ia menjaga keamanan, tetapi juga oleh seberapa dalam warganya merawat kemanusiaan. Sebab, ketika doa mendekatkan manusia kepada Tuhan, semestinya kasih sayang pula yang mendekatkan manusia satu sama lain.
PALAPA MEDIA GROUP (PMG)
Berani Bersikap, Tegas dalam Nurani
Fakta Diberitakan. Manusia Dimuliakan. Nurani Dihidupkan.







