Di Depan Pesantren Yasrib, Keselamatan Menjadi Pelajaran Bersama

POLRI64 Dilihat

Keterangan Gambar: Kapolres Soppeng AKBP Hari Budiyanto, S.H., S.I.K., M.H., bersama personel kepolisian memberikan edukasi tertib berlalu lintas kepada seorang pengendara sepeda motor di wilayah Kabupaten Soppeng. (Foto: Dokumentasi Polres Soppeng)

FEATURE PALAPA
Kisah Kemanusiaan di Balik Fakta

Oleh: Petta Barang

SUARA PALAPA, SOPPENG — Pagi di depan Pondok Pesantren Yasrib Lapajung, Kecamatan Lalabata, Kabupaten Soppeng, Senin (2/11/2026), menjadi ruang perjumpaan antara tugas kepolisian dan kesadaran masyarakat tentang arti keselamatan di jalan raya.

Di ruas jalan yang dilalui masyarakat itu, Kapolres Soppeng AKBP Hari Budiyanto, S.H., S.I.K., M.H., turun langsung melakukan pengaturan arus lalu lintas. Ia didampingi sejumlah pejabat utama dan personel Polres Soppeng.

Kehadiran mereka bukan semata-mata untuk memastikan kendaraan bergerak dengan tertib. Ada pesan yang hendak disampaikan kepada setiap pengguna jalan: bahwa keselamatan tidak cukup diserahkan kepada petugas, melainkan harus tumbuh dari kesadaran setiap orang.

Dalam kegiatan tersebut, Kapolres bersama jajarannya juga memberikan imbauan kepada pengendara yang dijumpai belum mematuhi ketentuan berlalu lintas. Penggunaan helm, kepatuhan terhadap rambu-rambu, serta kelengkapan kendaraan menjadi bagian dari edukasi yang disampaikan secara langsung.

Hal-hal itu mungkin tampak sederhana. Mengenakan helm, memeriksa kendaraan sebelum berangkat, atau mematuhi rambu-rambu sering kali dianggap sebagai rutinitas yang tidak perlu dipikirkan terlalu jauh.

Namun, di jalan raya, kebiasaan kecil dapat menentukan perkara besar. Sebuah perjalanan yang dimulai dengan tergesa-gesa bisa menghadirkan risiko, sementara satu keputusan untuk lebih berhati-hati dapat menjadi ikhtiar menjaga kehidupan.

Ketika Ketertiban Berarti Menjaga Kehidupan

Bagi Kapolres Soppeng, keselamatan berlalu lintas tidak semestinya baru menjadi perhatian setelah terjadi kecelakaan. Kesadaran itu perlu hadir sebelum kendaraan bergerak, ketika pengendara mempersiapkan diri dan memahami bahwa jalan raya merupakan ruang bersama.

“Jadikan keselamatan sebagai kebutuhan utama dalam berkendara. Jangan menunggu adanya teguran petugas atau terjadi kecelakaan baru menyadari pentingnya tertib berlalu lintas. Setiap aturan dibuat untuk melindungi keselamatan diri sendiri maupun pengguna jalan lainnya,” tegas AKBP Hari Budiyanto.

Pesan tersebut mengingatkan kita bahwa di balik setiap kendaraan terdapat manusia dengan kehidupan yang berharga. Ada orang tua yang menanti kepulangan anaknya, ada keluarga yang menggantungkan harapan, dan ada orang-orang terkasih yang ingin melihat seseorang kembali ke rumah dengan selamat.

Karena itu, tertib berlalu lintas bukan sekadar urusan mematuhi aturan atau menghindari sanksi. Lebih dari itu, ia merupakan bentuk penghormatan terhadap kehidupan—kehidupan diri sendiri maupun orang lain yang berbagi ruang di jalan yang sama.

Di tengah kesibukan sehari-hari, kesadaran semacam ini kerap diuji. Keinginan untuk cepat sampai, kebiasaan mengabaikan perlengkapan keselamatan, atau sikap merasa mampu mengendalikan setiap keadaan dapat membuat seseorang lupa bahwa risiko tidak selalu datang dengan tanda-tanda yang mudah dikenali.

Jalan raya tidak pernah menjanjikan perjalanan tanpa bahaya. Namun, setiap pengguna jalan memiliki kesempatan untuk mengurangi risiko melalui sikap disiplin, kewaspadaan, dan kepedulian.

Tegas dalam Aturan, Humanis dalam Pendekatan

Kapolres Soppeng juga menekankan pentingnya pendekatan humanis dalam pelaksanaan tugas. Personel kepolisian diharapkan mampu memberikan edukasi dengan santun, tanpa mengabaikan ketegasan terhadap pelanggaran yang berpotensi membahayakan keselamatan.

Pendekatan yang humanis memberi ruang bagi masyarakat untuk memahami alasan di balik sebuah aturan. Sementara ketegasan diperlukan agar keselamatan tidak berhenti sebagai imbauan yang mudah dilupakan.

Keduanya bukan sesuatu yang harus dipertentangkan. Ketegasan yang disampaikan dengan penghormatan dapat membangun kesadaran, sedangkan keramahan yang disertai tanggung jawab dapat memperkuat kepercayaan.

Dalam konteks itu, kehadiran polisi di tengah masyarakat memiliki makna yang lebih luas daripada sekadar pengawasan. Ia menjadi kesempatan untuk membangun hubungan yang bertumpu pada kepedulian, komunikasi, dan tanggung jawab bersama.

Upaya pengaturan lalu lintas dan edukasi yang dilakukan Polres Soppeng menjadi bagian dari ikhtiar menumbuhkan budaya berlalu lintas yang lebih tertib di Kabupaten Soppeng.

Namun, keberhasilan membangun budaya tersebut tidak hanya bergantung pada petugas yang berjaga di tepi jalan. Ia juga memerlukan kesediaan masyarakat untuk mematuhi aturan, menghargai hak pengguna jalan lainnya, dan mengendalikan diri sekalipun tidak sedang berada dalam pengawasan.

Sebab, kedisiplinan yang sesungguhnya terlihat bukan hanya ketika petugas hadir, melainkan juga ketika seseorang tetap memilih melakukan hal yang benar meskipun tidak ada yang melihat.

Perjalanan yang Selamat, Harapan yang Terjaga

Pada akhirnya, keselamatan berlalu lintas adalah tanggung jawab yang dibagikan kepada semua orang.

Polisi memiliki kewajiban mengatur, mengawasi, dan mengedukasi. Pengendara memiliki tanggung jawab mematuhi ketentuan. Masyarakat pun berperan membangun lingkungan jalan yang saling menghormati.

Tidak seorang pun dapat memastikan bahwa setiap perjalanan akan selalu berjalan tanpa hambatan. Namun, setiap orang dapat memulai perjalanan dengan ikhtiar yang lebih baik: mengenakan perlengkapan keselamatan, memastikan kendaraan layak digunakan, mematuhi rambu-rambu, serta memberi ruang bagi orang lain untuk sampai ke tujuan dengan selamat.

Di hadapan kehidupan, tidak ada perjalanan yang begitu mendesak hingga keselamatan layak dikorbankan.

Sebab, tujuan perjalanan bukan hanya tentang seberapa cepat seseorang tiba, melainkan juga tentang bagaimana ia menjaga dirinya dan orang lain sepanjang jalan.

Pada setiap perjalanan, ada kehidupan yang harus dijaga dan ada keluarga yang menanti kepulangan. Maka, biarlah ketertiban tumbuh bukan semata-mata karena takut pada teguran, melainkan karena kita memahami bahwa keselamatan adalah bentuk kepedulian paling sederhana, dan mungkin, salah satu doa terbaik yang dapat kita bawa sepanjang perjalanan.


PALAPA MEDIA GROUP (PMG)
Berani Bersikap, Tegas dalam Nurani

Fakta Diberitakan. Manusia Dimuliakan. Nurani Dihidupkan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *