POLISI, GOTONG ROYONG, DAN ARTI SEBUAH KEPEDULIAN

POLRI47 Dilihat

Keterangan Gambar: Kapolsek Penrang IPTU Zainal AB Saro, S.Sos., bersama personel Polsek Penrang dan warga bergotong royong membantu mendirikan rumah di Lingkungan Cappa Padang, Kelurahan Doping, Kecamatan Penrang, Kabupaten Wajo, Jumat (30/10/2026). (Foto: Dokumentasi Humas Polres Wajo)

PALAPA MEDIA GROUP (PMG)
Berani Bersikap, Tegas dalam Nurani

Ketika tangan-tangan saling menguatkan, rumah bukan sekadar bangunan, melainkan tempat harapan menemukan ruang untuk tumbuh.

ESSAY PALAPA
Nurani Redaksi di Atas Fakta

Oleh: Sabri

SUARA PALAPA, WAJO — Sebuah rumah tidak berdiri hanya karena kayu, papan, dan tenaga. Di dalamnya ada harapan tentang tempat berteduh, keluarga yang ingin hidup tenteram, serta masa depan yang perlahan dirajut dari kesederhanaan.

Harapan semacam itulah yang membuat semangat gotong royong tetap memiliki tempat di tengah kehidupan masyarakat. Ketika seseorang membutuhkan uluran tangan, kepedulian menemukan bentuknya yang paling nyata: hadir, bekerja bersama, dan membantu tanpa harus menunggu diminta berkali-kali.

Semangat tersebut tampak di Lingkungan Cappa Padang, Kelurahan Doping, Kecamatan Penrang, Kabupaten Wajo, Jumat (30/10/2026). Di tempat itu, jajaran Polsek Penrang, Polres Wajo, turun langsung bergotong royong membantu warga mendirikan rumah.

Kegiatan yang berlangsung sekitar pukul 13.05 Wita itu dipimpin Kapolsek Penrang, IPTU Zainal AB Saro, S.Sos., bersama personelnya melalui program Polsek Tangguh.

Di antara warga dan bahan bangunan, kehadiran aparat kepolisian memperlihatkan sisi lain dari pengabdian. Polisi tidak hanya hadir ketika ketertiban harus dijaga atau persoalan hukum membutuhkan penanganan. Dalam ruang kehidupan sehari-hari, kepedulian juga dapat diwujudkan melalui tenaga yang disumbangkan dan pekerjaan yang diselesaikan bersama.

Pekerjaan mendirikan rumah mungkin tampak sederhana bagi sebagian orang. Namun, bagi keluarga yang sedang membangun tempat tinggal, setiap bantuan memiliki arti. Ada tenaga yang terasa lebih ringan ketika dikerjakan bersama, ada pekerjaan yang lebih mudah diselesaikan ketika banyak tangan bersedia mengambil bagian.

Di situlah gotong royong menemukan maknanya. Ia tidak selalu membutuhkan pidato panjang atau ungkapan yang megah. Terkadang, maknanya justru hadir dalam gerakan tangan yang menopang, tenaga yang dibagikan, dan kesediaan untuk berdiri berdampingan demi kepentingan sesama.

Bagi kepolisian, kegiatan semacam ini juga menjadi ruang untuk membangun kedekatan dengan masyarakat. Hubungan yang baik tidak semata-mata tumbuh melalui seragam, kewenangan, ataupun pelaksanaan tugas formal. Kepercayaan dapat dirawat ketika masyarakat merasakan kehadiran aparat sebagai bagian dari kehidupan bersama.

Kapolsek Penrang bersama personelnya bahu-membahu membantu proses pendirian rumah tersebut. Wakapolsek Penrang, IPDA Musarif, S.H., turut hadir dalam kegiatan itu bersama personel Polsek Penrang lainnya.

Melalui program Polsek Tangguh, kegiatan tersebut menjadi salah satu bentuk kepedulian sosial yang diharapkan dapat mempererat hubungan antara kepolisian dan masyarakat sekaligus memelihara semangat kebersamaan.

Tentu, satu kegiatan gotong royong tidak serta-merta menyelesaikan seluruh persoalan masyarakat. Kepercayaan publik juga membutuhkan konsistensi, pelayanan yang adil, ketegasan yang terukur, serta kesediaan mendengarkan suara warga. Namun, langkah-langkah kecil yang dilakukan dengan ketulusan dapat menjadi bagian penting dalam merawat hubungan yang lebih baik.

Sebab, keamanan bukan hanya tentang keadaan tanpa gangguan. Keamanan juga berkaitan dengan tumbuhnya rasa percaya, hadirnya kepedulian, dan keyakinan bahwa setiap orang memiliki tempat dalam kehidupan bermasyarakat.

Dalam kehidupan yang sering kali bergerak tergesa-gesa, gotong royong mengingatkan kita untuk berhenti sejenak dan melihat kebutuhan orang lain. Bahwa hidup tidak semata-mata tentang apa yang dapat kita bangun untuk diri sendiri, tetapi juga tentang apa yang dapat kita bantu tegakkan bagi sesama.

Rumah yang didirikan bersama mungkin kelak hanya dikenang sebagai salah satu peristiwa dalam perjalanan sebuah keluarga. Namun, semangat yang menyertainya dapat meninggalkan jejak lebih panjang: bahwa di tengah kesibukan masing-masing, masih ada orang-orang yang bersedia meluangkan tenaga demi meringankan beban orang lain.

Seluruh rangkaian kegiatan tersebut berlangsung dalam keadaan aman dan lancar.

Pada akhirnya, yang membuat sebuah rumah terasa kokoh bukan hanya tiang yang menopang atapnya, melainkan juga kepedulian yang menopang kehidupan di sekitarnya. Sebab, ketika tangan-tangan bersedia saling menguatkan, kita sedang membangun sesuatu yang lebih besar daripada rumah: kita sedang merawat kemanusiaan.


PALAPA MEDIA GROUP (PMG)
Berani Bersikap, Tegas dalam Nurani

Fakta Diberitakan. Manusia Dimuliakan. Nurani Dihidupkan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *