MERAWAT RUMAH IBADAH, MENUMBUHKAN KEPEDULIAN PADA BUMI

POLRI250 Dilihat

FEATURE PALAPA
Kisah Kemanusiaan di Balik Fakta

Oleh: Chemank Farel

SUARA PALAPA, SOPPENG — Ada kepedulian yang tidak selalu membutuhkan kata-kata besar. Terkadang, ia hadir melalui tindakan sederhana: membersihkan lingkungan, merawat halaman, dan memastikan tempat yang digunakan bersama tetap bersih serta nyaman.

Dari hal-hal kecil semacam itulah kesadaran tumbuh. Bahwa menjaga lingkungan bukan semata urusan kebersihan, melainkan juga cerminan tanggung jawab manusia terhadap sesama dan alam yang menjadi tempatnya berpijak.

Semangat itu tergambar dalam kegiatan Green Policing yang dilaksanakan Kapolres Soppeng AKBP Hari Budiyanto, S.H., S.I.K., M.H., bersama personel Polres Soppeng di Masjid Jabal Rahmah, BTN Husada Permai, Kelurahan Lalabata Rilau, Kecamatan Lalabata, Kabupaten Soppeng, Jumat (30/10/2026).

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya menumbuhkan kepedulian terhadap kebersihan dan kelestarian lingkungan, dengan menjadikan rumah ibadah sebagai salah satu ruang untuk memulai perubahan.

Masjid bukan hanya tempat manusia menundukkan diri dalam doa. Di sana, masyarakat bertemu, silaturahmi terjalin, dan nilai-nilai kebersamaan dirawat dari waktu ke waktu.

Karena itu, menjaga kebersihan masjid bukan sekadar pekerjaan merapikan halaman atau membersihkan sudut-sudut bangunan. Lebih dari itu, ada penghormatan terhadap orang-orang yang datang untuk beribadah, mencari ketenangan, dan mendekatkan diri kepada Tuhan.

Lingkungan yang bersih dan asri turut menghadirkan suasana yang nyaman. Ia menjadi bagian dari ikhtiar bersama untuk memelihara kehormatan rumah ibadah sekaligus menjaga kualitas kehidupan masyarakat di sekitarnya.

Kepedulian yang Dimulai dari Hal Sederhana

Kapolres Soppeng AKBP Hari Budiyanto menegaskan pentingnya menjaga kebersihan dan kenyamanan lingkungan tempat ibadah.

Menurutnya, masjid tidak hanya berfungsi sebagai tempat melaksanakan ibadah, tetapi juga menjadi ruang kebersamaan yang perlu dirawat agar tetap bersih, asri, dan nyaman bagi masyarakat.

Pesan tersebut mengandung ajakan sederhana: kepedulian tidak seharusnya berhenti pada imbauan. Ia perlu diwujudkan melalui tindakan nyata, dimulai dari lingkungan terdekat dan dilakukan secara berkelanjutan.

Sebab, lingkungan yang terawat tidak lahir hanya dari satu kegiatan. Ia tumbuh dari kebiasaan yang dilakukan berulang kali, dari kesediaan setiap orang untuk mengambil bagian, serta dari kesadaran bahwa kebersihan merupakan kepentingan bersama.

Dalam konteks itulah Green Policing memiliki makna yang lebih luas. Program ini tidak semestinya dipandang sebagai kegiatan sesaat, tetapi sebagai upaya membangun kebiasaan positif dalam menjaga lingkungan.

Kapolres juga mengajak personel kepolisian dan masyarakat untuk menumbuhkan kesadaran yang sama.

Kepedulian, menurutnya, perlu dimulai sebelum lingkungan menjadi kotor atau mengalami kerusakan. Langkah-langkah sederhana yang dilakukan secara konsisten dapat memberikan manfaat bagi banyak orang.

Pesan itu mengingatkan bahwa merawat lingkungan tidak selalu menuntut tindakan besar. Ada kalanya perubahan justru dimulai ketika seseorang bersedia melakukan sesuatu yang sederhana, meskipun tanpa sorotan dan tanpa tepuk tangan.

Ketika Pengabdian Menyentuh Kehidupan Sehari-hari

Kehadiran kepolisian di tengah masyarakat selama ini identik dengan tugas menjaga keamanan dan ketertiban. Namun, kehidupan masyarakat tidak hanya membutuhkan rasa aman. Masyarakat juga memerlukan lingkungan yang sehat, ruang publik yang terawat, serta hubungan sosial yang dibangun melalui kepedulian dan kepercayaan.

Kegiatan Green Policing di Masjid Jabal Rahmah memperlihatkan salah satu ruang bagi kepolisian untuk mengajak masyarakat merawat lingkungan bersama-sama.

Tentu, keberhasilan gerakan semacam ini tidak cukup diukur dari terlaksananya sebuah kegiatan. Makna yang lebih penting terletak pada sejauh mana kepedulian itu berlanjut setelah kegiatan selesai.

Apakah kebiasaan menjaga kebersihan semakin tumbuh? Apakah lingkungan tempat ibadah terus terpelihara? Dan apakah kesadaran untuk merawat alam semakin menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari?

Pertanyaan-pertanyaan itu layak menjadi bahan renungan bersama.

Sebab, lingkungan yang lestari tidak dibangun oleh satu pihak saja. Ia membutuhkan keterlibatan masyarakat, dukungan berbagai unsur, dan kesediaan setiap orang untuk menjalankan tanggung jawabnya.

Polisi dapat menggerakkan dan memberi teladan. Pengurus rumah ibadah dapat merawat lingkungan tempat umat berkumpul. Masyarakat dapat menjaga kebersihan dalam keseharian. Sementara itu, setiap keluarga dapat menanamkan kepedulian kepada generasi muda melalui kebiasaan sederhana di rumah masing-masing.

Jika dilakukan bersama dan berkelanjutan, langkah-langkah kecil itu dapat menjadi bagian dari perubahan yang lebih besar.

Merawat Bumi, Menghormati Kehidupan

Pada akhirnya, Green Policing membawa kita kembali pada kesadaran mendasar: manusia tidak hidup sendirian di bumi ini.

Setiap ruang yang digunakan bersama menyimpan tanggung jawab bersama pula. Halaman masjid, jalan lingkungan, sungai, pepohonan, dan ruang terbuka bukan sekadar bagian dari lanskap kehidupan. Semuanya berkaitan dengan kesehatan, kenyamanan, dan masa depan masyarakat.

Merawat lingkungan juga merupakan bentuk penghormatan terhadap kehidupan. Dalam nilai-nilai keagamaan, kebersihan dan pemeliharaan alam mengajarkan manusia agar tidak hanya memikirkan kepentingan dirinya sendiri, tetapi juga mempertimbangkan kemaslahatan orang lain.

Di situlah kegiatan sederhana menemukan maknanya.

Sebuah sapu yang bergerak, halaman yang dibersihkan, atau sampah yang diangkat dari tempatnya mungkin terlihat biasa. Namun, tindakan-tindakan kecil itu dapat menjadi pengingat bahwa kepedulian tidak harus menunggu kesempatan besar untuk diwujudkan.

Polres Soppeng, melalui kegiatan Green Policing ini, mengajak masyarakat menjadikan kepedulian terhadap lingkungan sebagai kebiasaan yang terus hidup. Harapannya, rumah ibadah senantiasa terjaga kebersihan dan keasriannya, sementara kesadaran untuk melestarikan lingkungan semakin mengakar dalam kehidupan masyarakat.

Sebab, bumi yang terawat bukan hanya warisan bagi mereka yang hidup hari ini. Ia juga merupakan titipan bagi generasi yang kelak akan meneruskan kehidupan.

Pada akhirnya, menjaga kebersihan adalah tindakan sederhana, tetapi maknanya jauh melampaui apa yang terlihat oleh mata. Kita merawat halaman agar orang lain merasa nyaman, menjaga alam agar kehidupan tetap berlangsung, dan memelihara lingkungan sebagai wujud syukur atas ruang hidup yang dipercayakan kepada kita.

Sebab, rumah ibadah mengajarkan manusia untuk mendekat kepada Tuhan, sedangkan kepedulian terhadap lingkungan mengingatkan manusia agar tidak menjauh dari tanggung jawabnya terhadap sesama dan bumi tempat kehidupan bersemi.


PALAPA MEDIA GROUP (PMG)
Berani Bersikap, Tegas dalam Nurani

Fakta Diberitakan. Manusia Dimuliakan. Nurani Dihidupkan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *