Menyapu Debu di Rumah Tuhan: Ketika Seragam Menunduk Menyapa Bumi

POLRI102 Dilihat

Keterangan Gambar:

MENYATU DENGAN BUMI: Personel Polres Soppeng memungut sampah dan membersihkan rumput liar di sekitar kawasan Masjid Nurul Qalam, Pakkanrebete, usai pelaksanaan apel pagi, Jumat. Aksi Green Policing ini menjadi simbol ketundukan nurani dan kepedulian jajaran pengayom masyarakat dalam merawat kebersihan lingkungan serta rumah ibadah. (Foto: Dok. Humas Polres Soppeng / PMG)

PALAPA MEDIA GROUP (PMG) Berani Bersikap Tegas dalam Nurani

EDITORIAL PALAPA

Suara Nurani Redaksi

SUARA PALAPA, SOPPENG – Ketika sang surya baru saja merambat pelan di ufuk Soppeng, membawa kehangatan pagi yang menyentuh dedaunan, derap langkah usai apel pagi di Markas Polres Soppeng tak berujung pada keheningan rutinitas. Di bawah naungan langit Jumat yang penuh keberkahan, jemari-jemari yang biasa memegang komando dan menjaga hukum, bersatu dalam ketundukan yang paling sunyi.

Kapolres Soppeng AKBP Hari Budiyanto, S.H., S.I.K., M.H., mendampingi dan didampingi sang belahan jiwa, Ketua Bhayangkari Cabang Soppeng Ny. Anie Hari Budiyanto, bersama para Pejabat Utama serta segenap personel, melangkahkan kaki menuju Masjid Nurul Qalam, Pakkanrebete. Bukan untuk menggelar pengamanan ketat, melainkan untuk sebuah hajatan nurani bernama Green Policing.

Di sudut-sudut pelataran masjid, tampak para anggota berseragam olahraga membungkukkan badan. Tangan-tangan mereka merengkuh rumput liar yang merambat, memungut helai demi helai sampah, merapikan tanah, dan menyalakan kepedulian di sepanjang parit dan halaman. Di sana, seragam kepolisian tak lagi berjarak dengan bumi; ia menyatu dengan debu, dedaunan, dan kebersihan tempat sujud.

Green Policing yang diusung oleh Polres Soppeng bukan sekadar gerakan fisik memegang sapu atau memungut daun kering. Ia adalah nyanyian puitis tentang kesadaran iman. Masjid adalah rumah suci, tempat dahi-dahi hamba bersujud memohon ketenangan. Merawat kebersihan di sekelilingnya adalah wujud cinta yang paling murni kepada Sang Pencipta dan wujud penghormatan mendalam kepada sesama manusia.

sebagaimana ditegaskan oleh Kapolres Soppeng AKBP Hari Budiyanto, pengabdian Polri tidak hanya diuji di ranah penegakan hukum dan menjaga ketertiban, tetapi juga diuji pada sejauh mana nurani mampu tersentuh oleh hal-hal paling sederhana: mencintai lingkungan yang kita pijak. Kebersihan yang terpancar dari halaman masjid adalah cerminan dari beningnya jiwa dan kedisiplinan hati orang-orang yang merawatnya. Ketika Bhayangkari dan jajaran pimpinan turun tangan secara langsung, pesan yang tersirat menjadi begitu menggetarkan: kepedulian adalah bahasa universal yang tidak mengenal kasta maupun batasan tugas.

Gerakan ini sejatinya mengajarkan kita bahwa menjaga alam dan fasilitas umum adalah bagian dari ibadah yang tak terputus. Lingkungan yang asri, bersih, dan segar bukan sekadar pemandangan yang memanjakan mata, melainkan penopang kehidupan yang memberi kita ruang untuk bernapas dan bersyukur.

Catatan Renungan Redaksi

Pada akhirnya, keindahan sebuah bangsa tak hanya diukur dari megahnya bangunan atau ketatnya aturan, melainkan dari kelembutan hati para penjaganya saat menyapa bumi.

Sebab kebersihan lingkungan adalah cermin dari kebersihan jiwa. Ketika tangan-tangan pengayom mau merunduk menyapu tanah dan merawat rumah ibadah, di situlah nilai kemanusiaan sungguh dimuliakan, dan ketakwaan dihidupkan.

Mari kita renungkan: jika rumah Tuhan dan bumi tempat kita berpijak saja kita rawat dengan cinta, betapa indahnya kedamaian yang akan tumbuh di antara kita.

PALAPA MEDIA GROUP (PMG) Berani Bersikap, Tegas dalam Nurani Fakta Diberitakan. Manusia Dimuliakan. Nurani Dihidupkan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *