Menenun Doa di Bumi Latemmamala: Saat Langkah Bhayangkari Mengetuk Pintu Langit

TAJUK RENCANA11 Dilihat

Keterangan Gambar: Ketua Bhayangkari Cabang Soppeng, Ny. Anie Hari Budiyanto, bersama pengurus dan anggota Bhayangkari tampak anggun dan bersahaja mengenakan busana serba putih saat melantunkan doa bersama peringatan Hari Kesatuan Gerak Bhayangkari (HKGB) di Aula Tantya Sudhirajati Mapolres Soppeng, Kamis (15/10/2026). (Foto: Dokumentasi Humas Polres Soppeng)

PALAPA MEDIA GROUP Berani Bersikap, Tegas dalam Nurani

TAJUK RENCANA PALAPA

Sikap Resmi Redaksi

SUARA PALAPA, SOPPENG — Di balik ketegasan tugas seragam cokelat yang menjaga kedamaian negeri, ada bisikan doa yang terus mengalir tanpa henti dalam senyap. Pada sebuah Kamis yang teduh di Aula Tantya Sudhirajati Mapolres Soppeng, Kamis (15/10/2026), khidmat itu menjelma dalam jalinan jemari yang terangkat menuju langit.

Dalam rangka memperingati Hari Kesatuan Gerak Bhayangkari (HKGB), Ketua Bhayangkari Cabang Soppeng, Ny. Anie Hari Budiyanto, melangkah bersama jajarannya. Mereka tidak sekadar menunaikan agenda organisasi, melainkan sedang merajut ikhtiar spiritual—mengetuk pintu rida-Nya agar setiap jiwa yang mengabdi senantiasa dinaungi keselamatan, keteguhan hati, dan kesehatan yang berkah.

Sebab, Bhayangkari bukanlah penonton di tepi jalan pengabdian. Mereka adalah tiang penyangga dalam hening, lentera penerang di kala redup, serta rumah tempat pulang bagi para pengawal ketertiban masyarakat. Melalui ketulusan doa bersama ini, keimanan dipupuk, rasa syukur dirawat, dan tali silaturahmi diikat semakin erat.

Kapolres Soppeng, AKBP Hari Budiyanto, S.H., S.I.K., M.H., menyambut hangat momen keheningan yang penuh makna ini. Menurutnya, pengabdian yang kokoh selalu bermula dari jiwa yang tenang dan memiliki kepekaan nurani.

“Saya mengapresiasi pelaksanaan doa bersama dalam rangka Hari Kesatuan Gerak Bhayangkari ini. Selain sebagai ungkapan rasa syukur, kegiatan ini menjadi sarana untuk mempererat kebersamaan dan menumbuhkan ketulusan dalam menjalankan pengabdian. Saya berharap Bhayangkari Cabang Soppeng terus menjaga kekompakan, meningkatkan kepedulian sosial, serta memberikan dukungan positif bagi keluarga dan pelaksanaan tugas Polri dalam melayani, melindungi, dan mengayomi masyarakat. Semoga setiap langkah kita senantiasa mendapat rida dan keberkahan dari Allah SWT,” tutur Kapolres.

Dukungan keluarga adalah napas bagi setiap insan Bhayangkara saat menjalankan tugas yang kerap bertaruh waktu dan nyawa. Ketika keharmonisan terpancar dari dalam rumah, ketulusan melayani masyarakat akan mengalir dengan sendirinya tanpa sekat.

Kini, peringatan HKGB di Soppeng bukan sekadar penanda bertambahnya usia organisasi, melainkan sebuah pemaknaan ulang tentang arti kebersamaan. Dengan jiwa yang senantiasa tertaut pada Sang Maha Pencipta, Bhayangkari Cabang Soppeng diharapkan terus menebar kedamaian, merawat kepedulian sosial, dan menjadi keteduhan bagi sesama.

Renungan Redaksi:

Tugas kepolisian mungkin terlihat keras di mata dunia, namun di balik setiap seragam tangguh itu, senantiasa ada doa tulus seorang pendamping yang melangit di sepertiga malam. Sebab sejatinya, pengabdian teragung bukan tentang seberapa tinggi tempat kita berdiri, melainkan seberapa dalam kita bersujud dan seberapa luas ketulusan kita merengkuh sesama.

Fakta Diberitakan. Manusia Dimuliakan. Nurani Dihidupkan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed