Ketika Air Menghidupkan Harapan: Jejak Kasih Bhayangkari dan Kapolres Soppeng di Tanah Liliriaja

POLRI110 Dilihat

Keterangan Gambar:

Kehangatan yang mengalir bersama asa; Kapolres Soppeng AKBP Hari Budiyanto menyapa anak-anak di Lingkungan Jampuserenge, Kelurahan Appanang, dengan penuh kelembutan, menandai hadirnya mata air kehidupan yang membawa senyum dan harapan baru bagi masa depan mereka. (Foto: Dokumentasi Humas Polres Soppeng)

PALAPA MEDIA GROUP (PMG) Berani Bersikap, Tegas dalam Nurani

FEATURE PALAPA Kisah Kemanusiaan di Balik Fakta

Oleh: Syukur Mariorante Katalawala

Di bawah langit Soppeng yang hangat, tatkala angin berhembus lembut melintasi rerimbunan pepohonan, ada sebuah denyut kehidupan yang selama ini dinanti-nantikan warga. Di Lingkungan Jampuserenge, Kelurahan Appanang, Kecamatan Liliriaja, air bukan sekadar cairan pelepas dahaga; ia adalah simbol dari doa-doa panjang yang akhirnya dijawab oleh ketulusan.

Senin, 26 Oktober 2026, menjadi hari yang sarat makna. Langkah kaki Kapolres Soppeng AKBP Hari Budiyanto, S.H., S.I.K., M.H., bersama Ketua Bhayangkari Cabang Soppeng Ny. Anie Hari Budiyanto, tiba di tengah warga membawa sebuah kado kemanusiaan yang agung: peresmian sumur bor air bersih. Kehadiran mereka disambut hangat oleh senyum simpul dan binar mata anak-anak kecil—sebuah potret ketulusan yang meruntuhkan jarak antara aparat penegak hukum dan masyarakatnya.

Bagi warga Jampuserenge, air bersih kerap kali menjadi barang yang menuntut kesabaran lebih. Namun, melalui program Bhayangkari Peduli, tangan-tangan penuh kasih merajut asa, menghadirkan sumber air yang kelak mengalirkan kesejukan ke setiap rumah, membasuh peluh, serta merawat kesehatan keluarga.

“Air bersih merupakan kebutuhan mendasar yang sangat penting bagi kehidupan. Kami berharap keberadaan sumur bor ini dapat membantu masyarakat memenuhi kebutuhan sehari-hari. Saya juga mengajak warga untuk bersama-sama menjaga dan merawat fasilitas ini agar manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang,” tutur AKBP Hari Budiyanto dengan penuh kelembutan, menyapa warga yang berdiri berkerumun di sekitar lokasi.

Pernyataan itu menegaskan bahwa seragam dan lencana di dada bukanlah sekat, melainkan perisai pengabdian. Polri dan Bhayangkari hadir bukan semata-mata untuk menegakkan aturan di atas kertas, melainkan untuk merawat denyut nurani di tengah-tengah umat.

Di sela peresmian tersebut, sebuah pemandangan mengharukan terekam kamera. Kapolres Soppeng tampak membungkuk akrab, menyapa dan menyambut uluran tangan anak-anak setempat. Senyum ceria anak-anak itu memantulkan secercah harapan masa depan—bahwa di bumi Liliriaja ini, kepedulian telah menanam benih-benih kebahagiaan yang murni.

(Foto: Kapolres Soppeng AKBP Hari Budiyanto menyapa ramah anak-anak di Lingkungan Jampuserenge, Kelurahan Appanang, usai meresmikan sumur bor air bersih. Dokumentasi Humas Polda Sulsel).

Renungan Penutup

Ketika tetes air pertama akhirnya memancar dari perut bumi Jampuserenge, ia membawa serta pesan sunyi tentang arti hidup yang sesungguhnya: bahwa sebaik-baik manusia adalah mereka yang memberi manfaat bagi sesamanya. Sumur bor ini pada akhirnya bukan hanya tentang pipa besi dan mesin yang memompa air, melainkan tentang cinta kasih yang mengalir tanpa henti, membasahi tanah yang kering, dan menyiram jiwa-jiwa yang rindu akan uluran tangan persaudaraan.

Sebab di ujung pengabdian yang tulus, air yang mengalir jernih hari ini adalah cerminan dari mata air kebaikan yang takkan pernah surut di dalam nurani.

Fakta Diberitakan. Manusia Dimuliakan. Nurani Dihidupkan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *