Dari Masjid, Merawat Kepercayaan dan Menjaga Kerukunan

POLRI71 Dilihat

Keterangan Gambar: Wakapolres Soppeng AKBP Tamar, S.Sos., melaksanakan kegiatan Jumat Keliling di Masjid Jabal Rahmah, BTN Husada Permai, Kabupaten Soppeng, Jumat (30/10/2026), sebagai bagian dari upaya mempererat silaturahmi dan membangun komunikasi antara kepolisian dan masyarakat. (Foto: Dokumentasi Humas Polres Soppeng)

PALAPA MEDIA GROUP (PMG)
Berani Bersikap, Tegas dalam Nurani

TAJUK RENCANA PALAPA

Sikap Resmi Redaksi

SUARA PALAPA, SOPPENG — Keamanan tidak selalu bermula dari sirene yang memecah kesunyian. Terkadang, ia tumbuh dari perjumpaan sederhana, dari tangan yang saling menyambut, dan dari percakapan yang membuka ruang bagi tumbuhnya kepercayaan.

Masjid, dalam kehidupan masyarakat, bukan semata tempat menundukkan kepala di hadapan Sang Pencipta. Ia juga menjadi ruang perjumpaan manusia, tempat persaudaraan dirawat dan kepedulian menemukan jalannya.

Dari ruang yang sarat nilai spiritual itulah, kegiatan Jumat Keliling yang dilaksanakan Wakapolres Soppeng, AKBP Tamar, S.Sos., di Masjid Jabal Rahmah, BTN Husada Permai, Kabupaten Soppeng, Jumat (30/10/2026), menghadirkan makna yang patut direnungkan.

Kehadiran aparat kepolisian di tengah jamaah bukan hanya tentang kunjungan kelembagaan. Lebih dari itu, kegiatan semacam ini membuka kesempatan untuk membangun komunikasi, menyampaikan pesan keamanan dan ketertiban masyarakat, sekaligus mendengarkan denyut kehidupan warga yang kerap luput dari perhatian ketika hubungan antara institusi dan masyarakat hanya dibangun melalui urusan formal.

Redaksi Suara Palapa memandang, kedekatan antara kepolisian dan masyarakat merupakan salah satu fondasi penting dalam memelihara ketenteraman. Namun, kedekatan itu tidak cukup diukur dari seberapa sering aparat hadir di tengah warga. Maknanya justru terlihat dari sejauh mana kehadiran tersebut melahirkan komunikasi yang terbuka, kepedulian yang nyata, dan tindak lanjut terhadap persoalan yang dihadapi masyarakat.

Dalam keterangan yang disampaikan melalui rilis Humas Polres Soppeng, Kapolres Soppeng AKBP Hari Budiyanto, S.H., S.I.K., M.H., menegaskan bahwa keamanan dan ketertiban bukan semata-mata menjadi tanggung jawab kepolisian. Keterlibatan seluruh elemen masyarakat diperlukan untuk menjaga kerukunan dan menciptakan lingkungan yang kondusif.

Pandangan itu mengandung pesan mendasar: keamanan bukan pekerjaan satu institusi, melainkan tanggung jawab bersama.

Polisi memiliki kewenangan dan kewajiban untuk menegakkan hukum, melindungi masyarakat, serta memelihara ketertiban. Sementara itu, masyarakat mempunyai peran melalui kepedulian terhadap lingkungan, penghormatan terhadap sesama, dan kesediaan menyampaikan informasi yang benar ketika menemukan persoalan yang membutuhkan perhatian.

Di antara kedua peran tersebut, komunikasi menjadi jembatan yang tidak boleh rapuh.

Masyarakat perlu merasa aman untuk menyampaikan aspirasi. Aparat perlu membuka ruang dialog dengan sikap yang menghormati martabat setiap orang. Sebab, kepercayaan tidak tumbuh hanya karena sebuah institusi memiliki kewenangan, melainkan karena kewenangan itu dijalankan secara bertanggung jawab, adil, dan manusiawi.

Di sinilah kegiatan keagamaan yang mempertemukan aparat dan warga menemukan relevansinya.

Nilai-nilai yang diajarkan agama, seperti kejujuran, amanah, kasih sayang, dan penghormatan terhadap sesama, memiliki tempat penting dalam kehidupan bersama. Nilai tersebut tidak berhenti pada nasihat yang terdengar khusyuk di dalam rumah ibadah. Ia seharusnya menjelma menjadi perilaku sehari-hari, baik dalam pelayanan publik maupun dalam hubungan antarmanusia.

Bagi kepolisian, kedekatan melalui pendekatan keagamaan dapat menjadi pintu untuk memperkuat komunikasi sosial. Namun, ukuran keberhasilannya tetap terletak pada konsistensi pelayanan, keterbukaan terhadap aspirasi, serta kesungguhan menindaklanjuti persoalan yang menjadi perhatian warga.

Sebab, masyarakat tidak hanya membutuhkan kehadiran aparat dalam sebuah kegiatan. Mereka juga membutuhkan kepastian bahwa ketika persoalan datang, ada ruang untuk mengadu, ada pihak yang bersedia mendengar, dan ada ikhtiar yang sungguh-sungguh untuk mencari penyelesaian sesuai hukum.

Redaksi menilai, upaya membangun kepercayaan publik perlu dirawat secara berkelanjutan. Kegiatan Jumat Keliling dapat menjadi salah satu pintu masuk untuk memperkuat hubungan tersebut, sepanjang semangat silaturahmi berjalan seiring dengan profesionalisme, integritas, dan tanggung jawab dalam pelaksanaan tugas.

Kita tentu berharap, pesan tentang kerukunan tidak berhenti setelah jamaah meninggalkan masjid. Ia perlu dibawa ke rumah, ke jalan, ke tempat kerja, dan ke setiap ruang tempat manusia berjumpa dengan manusia lainnya.

Di tengah kehidupan yang tidak selalu bebas dari perbedaan, sikap saling menghormati menjadi kebutuhan bersama. Perbedaan pandangan tidak semestinya berubah menjadi permusuhan. Persoalan yang muncul tidak harus berakhir dengan pertentangan, apabila tersedia kemauan untuk mendengar, keberanian untuk berkata benar, dan kebijaksanaan untuk mencari jalan keluar.

Pada akhirnya, ketenteraman sebuah daerah tidak hanya ditentukan oleh kuatnya aturan, tetapi juga oleh tumbuhnya kesadaran untuk saling menjaga.

Dari Masjid Jabal Rahmah, ada pesan sederhana yang layak dibawa pulang: menjaga keamanan berarti menjaga kehidupan bersama. Bukan hanya melindungi diri sendiri, melainkan juga menghormati hak orang lain, merawat persaudaraan, dan tidak membiarkan kepedulian padam ketika berhadapan dengan persoalan sesama.

Redaksi Suara Palapa memandang, kepolisian yang dekat dengan masyarakat dan masyarakat yang turut menjaga ketertiban dapat menjadi bagian penting dari ikhtiar membangun Soppeng yang aman dan harmonis. Namun, kepercayaan harus terus dirawat melalui tindakan nyata, bukan sekadar kata-kata.

Sebab, pada akhirnya, ukuran ketenteraman bukan hanya seberapa sunyi sebuah malam tanpa gangguan, melainkan seberapa kuat manusia merasa terlindungi, dihormati, dan diperlakukan secara adil.

Masjid mengajarkan kita untuk menundukkan diri di hadapan Tuhan. Kehidupan mengajarkan kita untuk menjaga martabat sesama manusia. Dan kepercayaan mengingatkan kita bahwa keduanya harus bertemu dalam perbuatan nyata.


PALAPA MEDIA GROUP (PMG)
Berani Bersikap, Tegas dalam Nurani

Fakta Diberitakan. Manusia Dimuliakan. Nurani Dihidupkan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *