Menyemai Senyum dan Ketaatan: Ketika Cinta Polisi Menuntun Langkah Kecil Anak Soppe

POLANTAS12 Dilihat

Keterangan Gambar: Personel Satlantas Polres Soppeng bersama Kasat Lantas Iptu Asdar bertatap muka dan menyapa hangat anak-anak TK Aisyiyah II Tocakko dalam kegiatan Polisi Sahabat Anak di Mapolres Soppeng. (Foto: Dokumentasi Humas Polres Soppeng)

PALAPA MEDIA GROUP (PMG) Berani Bersikap, Tegas dalam Nurani

FEATURE PALAPA Kisah Kemanusiaan di Balik Fakta

Oleh: Syamsuddin Andy

Editor: Alimuddin

SUARA PALAPA, SOPPENG — Pagi itu, Selasa, 15 September 2026, udara Soppeng terasa teduh. Di bawah naungan langit yang tenang, keriuhan mungil berhembus memasuki Aula Tantya Sudhirajati Mapolres Soppeng. Tawa riang dan langkah-langkah kecil anak-anak TK Aisyiyah II Tocakko memecah kekakuan dinding markas kepolisian, membawa kehangatan yang tak biasa.

Di tempat yang identik dengan ketegangan dan ketertiban hukum itu, hadir wajah-wajah polos tak berdosa, jiwa-jiwa murni yang menitipkan rasa ingin tahu dalam setiap tatapan matanya. Bagi mereka, seragam cokelat yang berdiri tegak di hadapan mereka bukan lagi sesosok figur yang menakutkan, melainkan benteng perlindungan, saudara pengayom, dan sahabat yang siap merangkul.

Dengan ketulusan seorang ayah dan kakak, Kasat Lantas Polres Soppeng Iptu Asdar, S.Sos., bersama jajaran personel Satlantas menyambut kedatangan para tamu kecil tersebut. Mengusung tema “Bermain, Bernyanyi, Berlatih dan Bergembira”, ruang aula disulap menjadi taman kebaikan, tempat di mana benih-benih disiplin dan nilai kemanusiaan ditanamkan ke dalam jiwa yang masih suci.

Di tengah gelak tawa dan nyanyian yang mengalun mulus, anak-anak diajak mengenali bentuk-bentuk rambu lalu lintas layaknya mengenali petunjuk keselamatan hidup. Tidak ada bentakan, tidak ada kesan kaku. Yang ada hanyalah jemari melambai, games interaktif, dan simulasi sederhana yang menyentuh hati nurani.

Secara halus, anak-anak diajarkan bahwa mematuhi aturan jalan bukan sekadar menghindari hukuman, melainkan manifestasi dari rasa kasih sayang terhadap sesama manusia dan menjaga amanah keselamatan yang diberikan Sang Pencipta.

Kapolres Soppeng, AKBP Hari Budiyanto, S.H., S.I.K., M.H., menegaskan bahwa pendidikan karakter dan keselamatan tidak bisa dipetik begitu saja saat dewasa. Semua harus disemai dari akar yang paling dasar.

“Anak-anak perlu dikenalkan dengan nilai disiplin dan keselamatan sejak usia dini. Apa yang mereka lihat, dengar, dan praktikkan sejak kecil akan menjadi bagian dari kebiasaan mereka ketika tumbuh nantinya,” ujar Kapolres dengan nada penuh harapan.

Bagi Kapolres, mengajarkan aturan lalu lintas kepada anak-anak adalah bentuk investasi moral dan spiritual. Memahami arti rambu jalan adalah bentuk menghargai hak dan keselamatan orang lain.

“Kami ingin anak-anak tumbuh dengan pemahaman bahwa tertib berlalu lintas merupakan kebiasaan yang penting. Dimulai dari hal-hal sederhana seperti mengenal rambu, memahami aturan, dan membiasakan diri bersikap tertib ketika berada di jalan,” jelasnya.

Lebih dari sekadar murid, anak-anak ini sejatinya dipersiapkan menjadi “malaikat kecil” pengingat di dalam rumah tangga mereka masing-masing. Ketika orang tua alpa menggunakan helm atau terburu-buru menerobos jalan, teguran polos dari sang buah hati sering kali menjadi nasihat paling ampuh yang meruntuhkan ego orang dewasa.

Ketika matahari mulai bergeser dan kegiatan yang penuh kehangatan edukatif itu usai, riuh tawa berangsur menyatu dengan angin siang. Namun, pesan yang tertanam di Aula Tantya Sudhirajati hari itu tak ikut menguap. Di balik senyum kepolosan anak-anak TK Aisyiyah II Tocakko, ada benih kesadaran yang telah bersemi, sebuah ikhtiar kecil menjaga keselamatan jiwa, demi merawat kehidupan yang direstui Ilahi.

Fakta Diberitakan. Manusia Dimuliakan. Nurani Dihidupkan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *