Menyapu Puing Musibah, Menatap Cahaya Harapan di Tanah Soppeng

TAJUK RENCANA99 Dilihat

Keterangan Gambar:

Personel Bhabinkamtibmas Aiptu Budiaman saat memanjat dan membersihkan puing-puing sisa kebakaran di kediaman warga, Selasa (15/9/2026). (Foto: Dok. Humas Polres Soppeng)

PALAPA MEDIA GROUP Berani Bersikap, Tegas dalam Nurani

TAJUK RENCANA PALAPA Suara Resmi Redaksi

Ujian kehidupan kerap menyapa tanpa mengetuk pintu, hadir bagai angin malam yang memadamkan kedamaian. Selasa dini hari, 15 September 2026, sekitar pukul 00.25 WITA, sunyinya Lorong Perintis, Jalan Kemakmuran, Kelurahan Lemba, Kecamatan Lalabata, mendadak bergolak. Ketika jemari seorang ibu tulus menyiagakan hidangan kue untuk keluarga sebelum beranjak menidurkan sang cucu, nyala api dari kompor dapur melumat senyap. Takdir memberi ketetapan: bagian dapur kediaman Samsul Bahri Ans hangus dilalap si jago merah, meninggalkan kerugian materi sekitar Rp10 juta.

Namun, di atas abu ketakutan dan kepedihan, takdir Tuhan selalu menyisipkan penawar berupa persaudaraan insan. Sigapnya warga dan pemadam kebakaran dengan sekejap memadamkan amukan api, mencegah musibah menyebar lebih jauh.

Kehangatan nurani itu tak henti di situ. Saat mentari pagi menyingsing pukul 08.30 WITA, langkah kaki Aiptu Budiaman. Bhabinkamtibmas Kelurahan Lemba dan Desa Maccile—hadir bersanding dengan Lurah Lemba beserta staf, Babinsa, dan keluarga korban. Tanpa ragu mengotori seragam dengan arang dan abu, mereka merajut semangat gotong royong, mengangkat material bangunan yang luluh lantak, lalu memuatnya ke kendaraan pengangkut sampah menuju tempat pembuangan akhir.

Kehadiran sosok Bhabinkamtibmas di celah-celah sisa jelaga bukan sekadar tugas konstitusi, melainkan penjelmaan kasih sayang dan empati tulus dari pengayom masyarakat.

Kapolres Soppeng, AKBP Hari Budiyanto, S.H., S.I.K., M.H., menegaskan hakikat pengabdian tersebut. Kapolres menyampaikan bahwa Bhabinkamtibmas adalah garda terdepan yang bersentuhan langsung dengan denyut nadi warga. “Bhabinkamtibmas harus aktif melihat kebutuhan masyarakat di wilayah binaannya. Ketika ada warga yang mengalami musibah, kehadiran anggota diharapkan dapat memberikan dukungan sekaligus membantu meringankan beban yang sedang dihadapi,” tutur Kapolres.

Kapolres juga mematrikan pesan bijak agar seluruh lapisan masyarakat senantiasa waspada terhadap potensi bahaya kebakaran di rumah tangga, sembari merawat sinergi tumpak antara Kepolisian, TNI, Pemerintah Daerah, dan masyarakat.

Aksi nyata ini menjadi bukti bahwa seragam cokelat bukan sekadar lambang ketegangan hukum, melainkan tempat bersandar saat duka menerpa. Di balik puing yang rata dengan tanah, ada doa yang terangkat dan kepedulian yang dihidupkan. Sebab pada akhirnya, tugas mulia manusia bukan hanya menjaga keamanan, tetapi juga memuliakan harkat sesamanya di hadapan Sang Pencipta.

Fakta Diberitakan. Manusia Dimuliakan. Nurani Dihidupkan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *