Menyapu Debu, Menjemput Rida: Ketika Seragam Cokelat Menyatu dengan Kesucian Masjid

POLANTAS25 Dilihat

KETERANGAN GAMBAR:

Kasat Lantas Polres Soppeng, IPTU Asdar, S.Sos., bersama personel Sat Lantas bahu-membahu membersihkan lingkungan sekitar Masjid Al-Aqso 2003 Polres Soppeng dalam rangka menyambut HUT Lalu Lintas Bhayangkara ke-71, Kamis (17/9/2026). (Foto: Dokumentasi Humas Polres Soppeng)

PALAPA MEDIA GROUP (PMG)
Berani Bersikap, Tegas dalam Nurani

ESSAY PALAPA
Refleksi Nurani di Atas Fakta

Oleh: Petta Barang

SUARA PALAPA, SOPPENG – Pagi di Tanah Soppeng, Kamis (17/9/2026), belum sepenuhnya matang ketika mentari merayap lembut menyapa sudut-sudut halaman Masjid Al-Aqso 2003 Polres Soppeng. Sekitar pukul 08.00 WITA, embun yang bersiap surut seolah menjadi saksi tatkala langkah-langkah tegap seragam cokelat tidak berbaris untuk apel perintah, melainkan beriring merunduk menyatu dengan tanah dan sajadah.

Menjelang peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Lalu Lintas Bhayangkara ke-71 tahun 2026, Satuan Lalu Lintas Polres Soppeng memilih memaknai momen bersejarah ini bukan dengan keramaian yang megah, melainkan melalui jalan kesederhanaan: membersihkan rumah Tuhan.

Dipimpin langsung oleh Kasat Lantas Polres Soppeng, IPTU Asdar, S.Sos., para personel tampak menyingsingkan lengan baju. Tangan-tangan yang biasa mengarahkan laju kendaraan dan menertibkan hiruk-pikuk jalan raya, pagi itu terlihat telaten mencabut rumput liar, menyapu dedaunan kering, serta merapikan setiap sudut masjid agar tempat suci itu kian nyaman disinggahi para hamba yang hendak bersujud.

Bagi mereka, kebersihan tempat ibadah bukan sekadar formalitas kegiatan bakti sosial. Ia adalah panggilan nurani, sebuah ikhtiar untuk menjernihkan niat sebelum kembali melayani ketertiban masyarakat di jalanan.

Kapolres Soppeng, AKBP Hari Budiyanto, S.H., S.I.K., M.H., mengungkapkan bahwa esensi pengabdian Bhayangkara sejatinya menyatu dalam kehidupan bermasyarakat dan bernilai spiritual.

“Semangat pengabdian anggota Lalu Lintas harus tercermin dalam setiap kegiatan, baik ketika melaksanakan tugas di jalan maupun saat hadir di tengah masyarakat. Kepedulian terhadap kebersihan tempat ibadah merupakan bagian dari tanggung jawab bersama,” tutur Kapolres penuh kehangatan.

Beliau menambahkan bahwa keberadaan Polri di tengah masyarakat tak hanya sebatas penegak hukum atau pelayan administrasi, melainkan bagian dari denyut nadi sosial yang senantiasa membawa kemanfaatan. “Polri hadir bukan hanya untuk memberikan pelayanan dan menjaga ketertiban, tetapi juga ikut mengambil bagian dalam kegiatan sosial yang membawa manfaat bagi lingkungan,” lanjutnya.

Senada dengan itu, Kasat Lantas Polres Soppeng, IPTU Asdar, S.Sos., menegaskan bahwa aksi bersih-bersih ini adalah wujud rasa syukur dan empati para anggota di hari jadi korps mereka.

“Kami berharap kegiatan sederhana ini dapat memberikan manfaat, khususnya dalam menciptakan tempat ibadah yang bersih dan nyaman. Ini juga menjadi bagian dari upaya personel untuk terus hadir dan berkontribusi di lingkungan masyarakat,” kata IPTU Asdar di sela-sela kegiatannya.

Ketika sapu dan pembersih diletakkan seiring waktu melangkah menuju siang, area Masjid Al-Aqso 2003 tampak resik dan teduh. Di antara hembusan angin pagi yang menyejukkan, ada ketenangan yang tertinggal, bahwa di balik tugas berat menjaga ketertiban jalan raya, ada hati yang selalu rindu untuk berbakti dan merendah di hadapan Sang Pencipta.

Fakta Diberitakan. Manusia Dimuliakan. Nurani Dihidupkan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *