Menjaga Kedamaian dengan Hati, Menata Barisan dalam Lindungan Ilahi

POLRI76 Dilihat

Keterangan Gambar:

BARISAN PENGABDIAN: Sebanyak 65 personel Polres Soppeng mendengarkan arahan sebelum memulai Latihan Pengendalian Massa (Dalmas) di halaman Mapolres Soppeng, Sulawesi Selatan, Selasa (15/9/2026). Latihan berkala ini digelar untuk menyempurnakan kesiapsiagaan, kekompakan formasi, serta profesionalisme anggota dalam menjaga ketertiban umum dan mengayomi masyarakat secara humanis serta terukur. (Foto: Dok. Humas Polres Soppeng)

PALAPA MEDIA GROUP Berani Bersikap Tegas dalam Nurani

EDITORIAL PALAPA Suara Nurani Redaksi

SUARA PALAPA, SOPPENG — Ketika ketertiban umum bertumpu pada pundak-pundak para penjaga keamanan, kedisiplinan dan kesiapan bukan lagi sekadar rutinitas profesional, melainkan wujud pengabdian mulia bagi sesama. Di bawah naungan langit Soppeng yang cerah pada Selasa pagi, 15 September 2026, denyut pengabdian itu kembali ditegaskan. Sebanyak 65 personel Polres Soppeng berkumpul, menyatukan ikhtiar dalam latihan Pengendalian Massa (Dalmas) sebagai bagian dari ikhtiar menjaga kedamaian di bumi Latemmamala.

Dimulai tepat pukul 08.15 WITA, riuh ketegasan latihan berpadu dengan ketenangan niat ibadah. Di bawah arahan Kasat Samapta Polres Soppeng, IPTU Rusdi Salam, S.Sos., serta bimbingan pelatih Aiptu Muh. Ishak dan Aiptu Sudirman, para personel kembali menyempurnakan langkah. Latihan ini dilaksanakan secara tertib berdasarkan legalitas hukum yang kuat melalui Surat Perintah Kapolres Soppeng Nomor: Sprin/584/IX/HUK.6.6/2026 tertanggal 11 September 2026.

Langkah-langkah kaki yang tegap serta barisan peleton Dalmas awal dan Dalmas lanjut bukan sekadar simulasi fisik. Di baliknya, terkandung ikhtiar mendalam untuk mengasah kepekaan, profesionalisme, serta kepatuhan pada standar operasional prosedur. Menjaga ketertiban masyarakat pada hakikatnya adalah tugas puitis yang humanis, menghadapi riak dinamika publik bukan dengan amarah, melainkan dengan kedewasaan, keterukuran, dan jiwa pengayom.

Kapolres Soppeng, AKBP Hari Budiyanto, S.H., S.I.K., M.H., menegaskan bahwa kemahiran Pengendalian Massa tidak boleh berhenti sebagai teori di atas kertas, melainkan harus menjelma menjadi jiwa yang siap dan humanis di lapangan.

“Latihan ini merupakan bagian dari kesiapan personel dalam menjalankan tugas. Setiap anggota harus memahami perannya, menguasai gerakan, dan mampu bekerja dalam satu formasi secara disiplin. Kesiapan tersebut penting agar setiap pelaksanaan tugas dapat dilakukan dengan tepat, terukur, dan tetap mengedepankan pendekatan yang profesional,” tegas Kapolres Soppeng.

Ia juga menambahkan bahwa keteraturan barisan adalah refleksi dari kekompakan dan kesatuan niat:

“Yang kita bangun bukan hanya kemampuan bergerak dalam formasi, tetapi juga disiplin dan koordinasi. Ketika setiap personel memahami tugasnya dengan baik, pelaksanaan tugas di lapangan akan lebih terarah.”

Hingga latihan usai, seluruh rangkaian kegiatan berlangsung aman, tertib, dan penuh ketenangan. Kesiapan fisik dan keheningan jiwa yang dibina pagi ini menjadi cermin komitmen Polres Soppeng untuk terus hadir sebagai pelindung yang adil, pengayom yang teduh, serta penjamin kedamaian bagi segenap warga masyarakat. Sebab dalam tugas kemanusiaan ini, menjaga ketenteraman sesama adalah bentuk nyata pengabdian dan rasa syukur kepada Sang Maha Pencipta.

Fakta diberitakan. Manusia dimuliakan. Nurani dihidupkan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *