Keterangan Gambar:
Kabag Ops Polres Soppeng Kompol Abd. Rahman, S.Pd. mewakili Kapolres Soppeng menghadiri peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H bersama sekitar 700 relawan MBG se-Kabupaten Soppeng di Gedung Serbaguna Lapatau Soppeng. (Foto: Dokumentasi Humas Polres Soppeng)
PALAPA MEDIA GROUP
Berani Bersikap, Tegas dalam Nurani
EDITORIAL PALAPA
Suara Nurani Redaksi
SUARA PALAPA, SOPPENG — Malam itu, ayat suci Al-Qur’an dilantunkan. Shalawat menggema. Doa dipanjatkan. Namun di balik rangkaian peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, ada pesan yang jauh lebih panjang daripada sekadar seremoni: keteladanan harus menemukan jalannya dalam perbuatan.
Pesan itu terasa relevan ketika sekitar 700 relawan Makan Bergizi Gratis (MBG) se-Kabupaten Soppeng berkumpul dalam Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H/2026 M di Gedung Serbaguna Lapatau Soppeng, Sabtu, 12 September 2026.
Kegiatan yang mengangkat tema “Meneladani Akhlak Rasulullah SAW, Menguatkan Semangat Berbagi untuk Generasi Sehat dan Berakhlak Mulia” itu dihadiri Bupati Soppeng H. Suwardi Haseng, S.E., unsur Forkopimda, kepala OPD, para camat, pejabat utama Polres Soppeng, kepala yayasan SPPG, serta sejumlah undangan lainnya.
Kapolres Soppeng AKBP Hari Budiyanto, S.H., S.I.K., M.H. diwakili Kabag Ops Polres Soppeng Kompol Abd. Rahman, S.Pd.
Bagi redaksi, kehadiran kepolisian dalam ruang keagamaan masyarakat bukan semata soal kehadiran institusional. Ia merupakan bagian dari komunikasi sosial—sebuah upaya menjaga hubungan antara aparat, pemerintah, tokoh agama, pelaksana program, dan masyarakat agar tetap berada dalam ruang kebersamaan.
Lebih dari itu, Maulid semestinya mengajak setiap orang kembali melihat makna amanah.
Sebab, berbicara tentang generasi sehat bukan hanya berbicara tentang makanan yang sampai ke meja. Di dalamnya ada tanggung jawab, ketepatan, kepedulian, kejujuran, dan kesungguhan untuk memastikan setiap ikhtiar benar-benar memberi manfaat kepada mereka yang menjadi tujuan.
Di sinilah keteladanan Rasulullah SAW memperoleh relevansinya.
Akhlak tidak berhenti pada kata-kata yang indah. Ia diuji ketika seseorang memegang amanah. Ia tampak ketika kepentingan pribadi harus ditempatkan di belakang kepentingan orang banyak. Ia menjadi nyata ketika sebuah pekerjaan dilakukan dengan penuh tanggung jawab meski tidak selalu disaksikan banyak mata.
Pesan yang disampaikan Kapolres Soppeng melalui Kabag Ops pun menempatkan keteladanan dalam wilayah yang konkret: kejujuran, amanah, kepedulian, dan tanggung jawab.
Redaksi memandang nilai-nilai tersebut penting untuk menjadi ruh dalam setiap kerja pelayanan publik.
Program yang menyentuh kebutuhan dasar masyarakat, terlebih yang berkaitan dengan generasi penerus, membutuhkan bukan hanya semangat berbagi, tetapi juga disiplin menjaga amanah. Karena setiap bantuan yang diberikan kepada masyarakat membawa konsekuensi moral: harus dilaksanakan dengan baik, bertanggung jawab, dan berorientasi pada kemanfaatan.
Dalam konteks itulah semangat MBG patut ditempatkan sebagai kerja bersama. Pemerintah, relawan, penyelenggara, aparat keamanan, tokoh masyarakat, dan seluruh unsur terkait memiliki ruang tanggung jawab masing-masing.
Sinergi tidak boleh berhenti pada foto bersama atau pertemuan seremonial. Sinergi yang sesungguhnya adalah ketika komunikasi berjalan, persoalan dibicarakan secara terbuka, pelayanan diperbaiki, dan kepentingan masyarakat tetap menjadi titik temu.
Malam itu, Polres Soppeng juga menugaskan personel untuk melakukan pengamanan. Pengamanan dipimpin Padal Kasat Res Narkoba Polres Soppeng AKP Heryadi Nur, S.E., M.M., dengan dukungan personel Dinas Perhubungan Kabupaten Soppeng.
Kegiatan berlangsung mulai pukul 20.05 Wita hingga 21.15 Wita dalam keadaan aman, tertib, dan lancar.
Fakta-fakta itu mungkin tampak sederhana. Namun dalam kerja jurnalistik, justru dari fakta yang sederhana itulah makna publik dapat dibaca secara jernih.
Maulid bukan hanya tentang mengenang kelahiran seorang manusia mulia. Ia adalah ruang untuk bertanya kepada diri sendiri: sejauh mana akhlak yang kita kagumi telah menjadi perilaku yang kita jalani?
Ketika generasi muda berbicara tentang masa depan, orang dewasa sedang memegang amanah hari ini. Dan ketika makanan bergizi diberikan kepada anak-anak, yang sesungguhnya sedang disiapkan bukan sekadar tubuh yang sehat, melainkan manusia yang kelak memikul masa depan bangsa.
Karena itu, semangat berbagi hendaknya berjalan beriringan dengan tanggung jawab. Ketulusan perlu ditemani ketelitian. Niat baik harus dijaga dengan tata kelola yang baik. Dan setiap pelayanan kepada masyarakat semestinya menghadirkan rasa hormat kepada manusia yang dilayani.
Pada akhirnya, Maulid meninggalkan sebuah pesan yang sederhana, tetapi dalam: keteladanan tidak diukur dari seberapa sering ia diucapkan, melainkan dari seberapa nyata ia memberi manfaat.
Di sanalah agama bertemu kemanusiaan. Di sanalah pelayanan bertemu amanah. Dan di sanalah sebuah peringatan menemukan maknanya, ketika cahaya keteladanan tidak padam setelah acara selesai, tetapi ikut menerangi langkah dalam kehidupan sehari-hari.
PALAPA MEDIA GROUP
Berani Bersikap, Tegas dalam Nurani












