Di Panincong, Kepedulian Menjadi Jalan Pulang bagi Warga yang Membutuhkan

POLRI248 Dilihat

Keterangan Gambar:
Bhabinkamtibmas bersama Babinsa, pemerintah setempat, dan unsur terkait saat menangani seorang warga yang membutuhkan penanganan khusus di Dusun Labuleng, Desa Panincong, Kecamatan Marioriawa, Soppeng, Minggu (6/9/2026).
Foto: Dokumentasi Humas Polres Soppeng


PALAPA MEDIA GROUP (PMG)
Berani Bersikap, Tegas dalam Nurani

FEATURE PALAPA

Kisah Kemanusiaan di Balik Fakta

Oleh: Chemank Farel

SUARA PALAPA, SOPPENG — Di sebuah siang yang terang di Dusun Labuleng, Desa Panincong, Kecamatan Marioriawa, Soppeng, kehidupan warga berjalan seperti biasa. Namun, pada Minggu (6/9/2026), sekitar pukul 15.30 Wita, perhatian sejumlah orang tertuju pada seorang warga yang sedang membutuhkan pertolongan.

Di saat seperti itu, keamanan bukan sekadar soal menjaga ketertiban. Ada sisi kemanusiaan yang jauh lebih dalam: bagaimana seseorang yang sedang berada dalam kondisi rentan diperlakukan dengan tenang, aman, dan tetap dihargai martabatnya.

Bhabinkamtibmas Desa Panincong dan Desa Patampanua, Brigpol Darwis, bersama Babinsa dan pemerintah setempat kemudian hadir mengambil langkah penanganan terhadap warga tersebut.

Warga bernama Bahtiar itu diamankan secara persuasif untuk kemudian mendapatkan penanganan yang lebih tepat. Tidak ada ruang bagi tindakan gegabah. Keselamatan warga yang bersangkutan dan masyarakat sekitar menjadi pertimbangan utama.

Setelah situasi dapat dikendalikan dengan aman, Bahtiar kemudian dijemput oleh PSC Soppeng, yang memiliki layanan penanganan kesehatan jiwa, untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut sesuai kebutuhannya.

Peristiwa itu mungkin berlangsung singkat. Tetapi di baliknya tersimpan sebuah pesan panjang tentang arti kepedulian.

Bahwa ketika seseorang sedang kehilangan kendali atas dirinya, ia tidak semestinya kehilangan hak untuk diperlakukan sebagai manusia.

Ketika Keamanan Bertemu Kemanusiaan

Penanganan terhadap warga yang diduga mengalami gangguan kesehatan jiwa memang bukan perkara sederhana. Ia membutuhkan ketenangan, kehati-hatian, sekaligus pemahaman bahwa persoalan kesehatan jiwa tidak dapat diselesaikan hanya dengan pendekatan keamanan.

Karena itu, kehadiran Bhabinkamtibmas, Babinsa, pemerintah desa, dan layanan kesehatan menjadi bagian penting dari sebuah mata rantai pertolongan.

Kapolres Soppeng AKBP Hari Budiyanto, S.H., S.I.K., M.H., menegaskan bahwa kehadiran kepolisian di tengah masyarakat tidak semata-mata berkaitan dengan keamanan dan ketertiban.

Ada kewajiban yang lebih luas: hadir ketika masyarakat membutuhkan perlindungan, termasuk ketika menghadapi persoalan sosial dan kemanusiaan.

“Kami mengedepankan pendekatan yang humanis dan mengutamakan keselamatan semua pihak. Warga yang membutuhkan penanganan khusus harus kita perlakukan dengan baik dan tidak boleh mendapatkan perlakuan yang dapat memperburuk kondisinya,” ujar Kapolres.

Pesan itu menjadi penting. Sebab, dalam kondisi tertentu, tindakan yang salah justru dapat memperbesar risiko, baik bagi warga yang sedang membutuhkan pertolongan maupun orang-orang di sekitarnya.

Karena itu, penanganan harus dilakukan oleh pihak yang memahami persoalan dan memiliki kompetensi yang diperlukan.

Kapolres juga mengapresiasi sinergi antara Bhabinkamtibmas, Babinsa, pemerintah setempat, dan tenaga layanan kesehatan.

Menurutnya, kolaborasi lintas sektor diperlukan agar setiap warga memperoleh perhatian serta penanganan yang aman, tepat, dan berkelanjutan.

Jangan Hadapi Sendiri

Dari Panincong, ada pelajaran sederhana yang kembali diingatkan: kepedulian tidak selalu hadir dalam bentuk yang besar.

Kadang ia hadir dalam langkah seorang Bhabinkamtibmas yang datang ketika dipanggil. Dalam ketenangan seorang Babinsa. Dalam kepedulian pemerintah setempat. Atau dalam sebuah kendaraan layanan kesehatan yang membawa seseorang menuju tempat penanganan yang semestinya.

Semua bergerak dalam satu tujuan—menjaga agar tidak seorang pun menghadapi masa sulit seorang diri.

Kepada masyarakat, Kapolres mengimbau agar tidak mengambil tindakan sendiri ketika menemukan warga yang membutuhkan penanganan khusus. Masyarakat diminta segera berkoordinasi dengan Bhabinkamtibmas, pemerintah setempat, atau pihak terkait yang memiliki kemampuan untuk memberikan pertolongan.

Sebab, di balik setiap persoalan sosial, selalu ada manusia yang sedang membutuhkan uluran tangan.

Dan barangkali, di situlah makna terdalam dari tugas melayani masyarakat: bukan hanya memastikan jalan tetap aman dilalui, tetapi juga memastikan mereka yang sedang tersesat dalam gelap tetap menemukan jalan menuju pertolongan.

Pada akhirnya, keamanan dan kemanusiaan bukanlah dua jalan yang berbeda.

Keduanya bertemu pada satu nilai yang sama: menjaga martabat manusia.

Sebab dalam pandangan kemanusiaan dan nilai-nilai agama, setiap jiwa tetap memiliki kehormatan. Tugas kita bukan menghakimi mereka yang sedang diuji, melainkan menghadirkan tangan yang menolong.

Di Panincong, sebuah siang mengajarkan kembali bahwa kebaikan sering kali tidak datang dengan suara keras. Ia cukup hadir, menenangkan, lalu mengantarkan seseorang menuju pertolongan yang semestinya.


PALAPA MEDIA GROUP (PMG)
Berani Bersikap, Tegas dalam Nurani

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *