Suwardi Thahir Menata PWI Sulsel Menuju Era Profesional dan Digital

PERS16 Dilihat

Ir. H. Suwardi Thahir, M.I.Kom.

FEATURE PALAPA
Berani Bersikap, Tegas dalam Nurani

SUARA PALAPA, MAKASSAR – Setiap zaman melahirkan tantangannya sendiri. Di tengah derasnya arus digitalisasi, derasnya informasi yang datang silih berganti, dan tuntutan publik terhadap jurnalisme yang semakin berkualitas, organisasi profesi wartawan dituntut tidak sekadar bertahan, tetapi mampu menjadi pelita yang menerangi arah.

Amanah itulah yang kini berada di pundak Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Sulawesi Selatan masa bakti 2026–2031, Ir. H. Suwardi Thahir, M.I.Kom. Dengan semangat pembaruan, ia mulai merancang langkah-langkah strategis yang diarahkan pada peningkatan kualitas sumber daya manusia, penguatan tata kelola organisasi, serta transformasi layanan berbasis digital.

Bagi Suwardi, PWI bukan sekadar organisasi profesi. Ia adalah rumah besar tempat para wartawan bertumbuh, belajar, saling menguatkan, dan menjaga marwah jurnalistik di tengah perubahan zaman.

“PWI Sulsel harus hadir sebagai rumah bersama untuk seluruh wartawan. Kita dorong organisasi ini agar senantiasa inklusif, profesional, serta siap menghadapi pesatnya dinamika dan tantangan industri pers saat ini,” ujarnya di Makassar, Rabu (5/8/2026).

Komitmen tersebut diterjemahkan melalui penguatan kapasitas insan pers secara berkelanjutan. Pendidikan dan pelatihan jurnalistik akan menjadi agenda utama kepengurusan lima tahun ke depan, disertai percepatan pelaksanaan Uji Kompetensi Wartawan (UKW) sebagai fondasi peningkatan profesionalisme.

Menurut Suwardi, semakin banyak wartawan yang memiliki kompetensi tersertifikasi, semakin kokoh pula kepercayaan publik terhadap dunia pers.

“Target kami adalah memperbanyak jumlah anggota yang mengantongi Lisensi Kompetensi sah melalui UKW. Ini menjadi langkah penting agar standar profesionalisme wartawan di Sulawesi Selatan terus meningkat,” katanya.

Di sisi lain, pembenahan organisasi juga menjadi perhatian serius. PWI Sulsel akan mengembangkan layanan digital yang lebih efektif melalui optimalisasi situs resmi organisasi, sekaligus melakukan pembaruan database keanggotaan secara berkala agar pelayanan menjadi lebih cepat, akurat, dan transparan.

“Integrasi layanan digital beserta pemutakhiran data anggota menjadi fondasi utama kami untuk mewujudkan PWI Sulsel yang modern, akuntabel, dan berorientasi pada kemanfaatan bagi seluruh anggotanya,” tegas Suwardi.

Lebih dari sekadar modernisasi sistem, langkah tersebut merupakan ikhtiar untuk menjaga organisasi tetap relevan di tengah perkembangan teknologi yang terus bergerak. Sebab kemajuan digital hanya akan bernilai apabila tetap berpijak pada etika, integritas, dan tanggung jawab moral seorang jurnalis.

Pada akhirnya, perjalanan sebuah organisasi tidak hanya diukur dari banyaknya program yang dijalankan, tetapi dari manfaat yang dirasakan para anggotanya dan kepercayaan yang tumbuh di tengah masyarakat. Di sanalah nilai pengabdian menemukan maknanya.

Karena profesi wartawan bukan sekadar pekerjaan, melainkan amanah yang akan dipertanggungjawabkan, bukan hanya di hadapan publik, tetapi juga di hadapan Allah SWT. Ketika ilmu dipadukan dengan kejujuran, dan teknologi berjalan beriringan dengan akhlak, maka pers akan tetap menjadi cahaya yang menerangi jalan kebenaran. (*/Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *