Silaturahmi yang Menjaga Jejak Hormat di Tanah Soppeng

POLRI20 Dilihat

Keterangan Gambar:

Kapolres Soppeng AKBP Hary Sugiarto, S.H., S.I.K., M.H., bersilaturahmi dengan Ibu Hasna, orang tua Brigjen Pol. H. Faizal, S.I.K., M.H., di Takalala, Marioriwawo, Soppeng. (Foto: Dokumentasi PMG)

PALAPA MEDIA GROUP (PMG)
Berani Bersikap, Tegas dalam Nurani

FEATURE PALAPA

Kisah Kemanusiaan di Balik Fakta

Oleh: Sanusi Muda
Editor: Alimuddin
Pemimpin Redaksi Palapa Media Group

SUARA PALAPA, SOPPENG — Ada silaturahmi yang berlangsung singkat, tetapi meninggalkan makna panjang. Ada pula kunjungan yang tidak membutuhkan banyak kata, sebab penghormatan terkadang justru menemukan bentuknya dalam sikap yang sederhana.

Sore itu, di sebuah kediaman di Takalala, Kelurahan Tettikenrarae, Kecamatan Marioriwawo, Soppeng, suasana terasa teduh. Kapolres Soppeng AKBP Hary Sugiarto, S.H., S.I.K., M.H., menyempatkan diri bersilaturahmi ke kediaman orang tua Brigjen Pol. H. Faizal, S.I.K., M.H.

Di rumah itu, Kapolres Soppeng bersilaturahmi dengan Ibu Hasna, orang tua Brigjen Pol. H. Faizal, S.I.K., M.H., perwira tinggi Polri yang kini mengemban amanah sebagai Wakapolda Nusa Tenggara Timur (NTT).

Kunjungan tersebut menjadi bagian dari upaya mempererat tali silaturahmi, sekaligus membangun hubungan yang baik dengan tokoh masyarakat di wilayah hukum Polres Soppeng.

Sebagai pejabat baru di Kabupaten Soppeng, AKBP Hary Sugiarto menyampaikan rasa hormat dan terima kasih atas kesempatan untuk bersilaturahmi. Kepada Ibu Hasna, ia juga menyampaikan permohonan petunjuk dan arahan sebagai bagian dari ikhtiar untuk mengenal lebih dekat lingkungan sosial dan masyarakat yang menjadi bagian dari tanggung jawabnya.

Di situlah makna silaturahmi menemukan tempatnya.

Bahwa menjadi pejabat bukan semata-mata tentang kewenangan. Ada ruang yang lebih luas bernama kemanusiaan. Ada masyarakat yang perlu didengar, orang-orang tua yang patut dihormati, serta kearifan lokal yang tidak selalu tertulis dalam buku-buku aturan.

Pertemuan itu berlangsung sekitar 15 menit. Singkat, tetapi suasananya hangat. Percakapan berlangsung komunikatif dalam suasana kekeluargaan.

Tidak ada seremoni panjang. Tidak pula diperlukan kata-kata yang berlebihan. Sebab, penghormatan sering kali hadir melalui kesediaan seseorang untuk datang, duduk, mendengar, dan menyapa.

Dalam tradisi masyarakat Soppeng yang menjunjung tinggi nilai sipakatau, sipakalebbi, dan sipakainge, silaturahmi memiliki makna yang jauh melampaui sebuah kunjungan. Ia adalah cara manusia merawat hubungan dengan sesama, menghormati yang dituakan, menghargai yang didatangi, sekaligus membuka ruang kebersamaan.

Kapolres Soppeng datang tidak seorang diri. Ia didampingi Kasat Intel, Kasat Lantas, serta sejumlah personel Polres Soppeng.

Namun, di balik kehadiran sejumlah personel itu, inti kunjungan tetaplah sederhana: membangun kedekatan melalui silaturahmi.

Sebab tugas kepolisian pada akhirnya tidak hanya berhadapan dengan pasal, laporan, dan penegakan hukum. Di tengah masyarakat, polisi juga berhadapan dengan manusia, dengan harapan, kegelisahan, kearifan, dan doa-doa yang hidup di tengah keluarga.

Barangkali karena itulah silaturahmi menjadi penting.

Ia mengingatkan bahwa kekuasaan memiliki batas, jabatan memiliki masa, tetapi hubungan baik antarmanusia dapat tinggal lebih lama.

Dan di sebuah sore yang hanya berlangsung sekitar seperempat jam itu, ada pesan sederhana yang terasa lebih panjang daripada waktunya:

bahwa menjaga keamanan negeri juga dimulai dari menjaga hormat kepada manusia.

Pada akhirnya, jabatan akan berganti. Seragam akan berganti pemilik. Bahkan waktu akan membawa setiap manusia menuju tempat yang sama.

Tetapi kebaikan yang ditanam melalui silaturahmi, penghormatan, dan ketulusan, semoga menjadi amal yang tetap tumbuh, bahkan ketika langkah telah jauh meninggalkan sebuah rumah.

PALAPA MEDIA GROUP (PMG)
Berani Bersikap, Tegas dalam Nurani

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *