Silaturahmi Pemimpin, Meneguhkan Amanah untuk Wajo

POLRI101 Dilihat

Keterangan Gambar:

Bupati Wajo Andi Rosman menyambut Kapolres Wajo AKBP Douglas Mahendrajaya dalam kunjungan silaturahmi di ruang kerja Bupati Wajo, Rabu (5/8/2026). Pertemuan tersebut menjadi momentum memperkuat sinergi Pemerintah Kabupaten Wajo dan Polres Wajo dalam menjaga keamanan, ketertiban, serta mendukung pembangunan yang berpihak kepada kesejahteraan masyarakat. (Foto: Dokumentasi Humas Polres Wajo)

ESSAY PALAPA

Berani Bersikap, Tegas dalam Nurani

Oleh: Sabri

SUARA PALAPA, WAJO – Jabat tangan itu berlangsung hanya beberapa detik. Namun, makna yang dibawanya jauh melampaui sebuah pertemuan resmi. Di ruang kerja Bupati Wajo, pada Rabu (5/8/2026), dua pemegang amanah negara memilih memulai langkah dengan silaturahmi, sebuah tradisi yang dalam ajaran agama dan kearifan Bugis bukan sekadar menyambung hubungan, melainkan memperpanjang ikatan kepercayaan.

Di tengah dinamika pembangunan yang terus bergerak, keamanan bukan sekadar keadaan tanpa gangguan. Ia adalah napas yang membuat roda pemerintahan berputar tenang, pasar tetap hidup, sekolah berlangsung tanpa kecemasan, dan masyarakat menjalani hari-harinya dengan penuh harapan. Karena itulah, sinergi antara pemerintah daerah dan kepolisian bukan hanya kebutuhan administratif, tetapi fondasi bagi tumbuhnya kesejahteraan.

Kesadaran itulah yang tergambar dalam pertemuan Bupati Wajo Andi Rosman dengan Kapolres Wajo AKBP Douglas Mahendrajaya beserta jajaran. Pertemuan berlangsung dalam suasana hangat, sederhana, namun sarat makna. Tidak ada sekat yang membatasi dialog. Yang hadir justru semangat untuk saling mendengar, saling menguatkan, dan menyatukan langkah demi kepentingan masyarakat Wajo.

Bupati Andi Rosman menyampaikan apresiasi atas kunjungan tersebut. Menurutnya, komunikasi yang baik menjadi modal utama dalam membangun daerah yang aman, tertib, dan maju.

“Terima kasih atas kedatangan Bapak Kapolres Wajo. Semoga silaturahmi ini terus terjalin. Kami berkomitmen membangun sinergi yang kuat bersama Polres Wajo dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, sekaligus mendukung seluruh program pembangunan yang bermuara pada kesejahteraan masyarakat,” ujar Andi Rosman.

Pernyataan itu menegaskan bahwa pembangunan tidak hanya diukur dari berdirinya infrastruktur atau bertambahnya angka pertumbuhan ekonomi. Pembangunan sejati dimulai ketika masyarakat merasa terlindungi, memperoleh kepastian hukum, dan percaya bahwa negara hadir di tengah kehidupan mereka.

Di sisi lain, Kapolres Wajo AKBP Douglas Mahendrajaya menegaskan bahwa Polres Wajo siap menjadi bagian dari ikhtiar bersama tersebut. Baginya, menjaga keamanan bukanlah pekerjaan yang dapat dipikul oleh satu institusi semata. Ia membutuhkan kolaborasi, komunikasi, dan kepercayaan yang terus dipelihara.

“Polres Wajo siap bersinergi dan berkolaborasi dengan Pemerintah Kabupaten Wajo. Keamanan dan ketertiban merupakan tanggung jawab bersama, sehingga komunikasi serta koordinasi harus terus dibangun,” tegasnya.

Pernyataan itu sederhana, tetapi mengandung pesan yang mendalam. Bahwa hukum tidak hanya ditegakkan melalui kewenangan, melainkan juga melalui kedekatan dengan masyarakat. Sebab keamanan yang paling kokoh bukan lahir karena rasa takut, melainkan karena tumbuhnya rasa percaya.

Di tanah Wajo yang diwarisi nilai-nilai sipakatau, sipakalebbi, dan sipakainge, kebersamaan selalu menjadi kekuatan yang melampaui perbedaan tugas dan kewenangan. Pemerintah daerah dan kepolisian memiliki jalan pengabdian yang berbeda, tetapi bermuara pada tujuan yang sama: menghadirkan ketenteraman bagi rakyat.

Silaturahmi hari itu mungkin akan tercatat sebagai salah satu agenda pemerintahan. Namun sesungguhnya, ia menyimpan pesan yang lebih besar. Bahwa sebuah daerah tidak hanya dibangun oleh kebijakan yang baik, melainkan juga oleh hubungan yang saling menguatkan di antara para pemegang amanah.

Karena pada akhirnya, jabatan hanyalah titipan waktu. Yang akan dikenang masyarakat bukanlah seberapa lama seseorang memegang kekuasaan, melainkan seberapa tulus ia menggunakannya untuk melayani. Dan ketika amanah dijalankan dengan hati yang bersih, disertai niat yang lurus karena Allah SWT, maka setiap langkah pengabdian akan menjadi bagian dari ikhtiar menghadirkan kedamaian yang tidak hanya dirasakan hari ini, tetapi juga diwariskan kepada generasi yang akan datang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *