Saat Seragam Melepas Penat: Canda, Jelaga, dan Syukur di Bumi Latemmamala

POLRI113 Dilihat

Keterangan Gambar:

Kapolres Soppeng AKBP Hari Budiyanto, S.H., S.I.K., M.H., merangkul hangat para personel yang wajahnya dipenuhi noda jelaga hitam usai mengikuti lomba gigit koin dalam peringatan HUT Kemerdekaan RI ke-81 di Mako Polres Soppeng. (Foto: Dok. Humas Polres Soppeng)

PALAPA MEDIA GROUP (PMG) Berani Bersikap, Tegas dalam Nurani

FEATURE PALAPA Kisah Kemanusiaan di Balik Fakta

SUARA PALAPA, SOPPENG — Di bawah naungan langit Soppeng yang teduh pada Selasa pagi, 18 Agustus 2026, hiruk-pikuk tugas menjaga keamanan sejenak meluruh. Baju seragam yang biasa berdiri tegap mengayomi masyarakat, kini berbaur dalam gelak tawa yang lepas. Merdeka bukan sekadar sejarah yang dikenang melalui prosesi sakral, melainkan napas rasa syukur yang dirayakan bersama dengan hati yang lapang.

Sejak pukul 08.00 WITA, pelataran Mako Polres Soppeng menjelma menjadi panggung kehangatan. Tidak ada jarak, tidak ada sekat kepangkatan. Di sana, Kapolres Soppeng AKBP Hari Budiyanto, S.H., S.I.K., M.H., bersanding erat dengan Ketua Bhayangkari Cabang Soppeng Ny. Anie Hari Budiyanto, menyatu tanpa jarak bersama seluruh personel dan keluarga besar Bhayangkari.

Canda tawa memecah kesunyian tatkala riuhnya lomba-lomba tradisional dimulai. Wajah-wajah yang biasa dipenuhi kesiapsiagaan kini dihiasi jelaga hitam dari riangnya lomba gigit koin. Sorak-sorai pecah saat peserta berusaha memasukkan paku ke dalam botol, berlari membawa kelereng, hingga hebohnya goyang kursi dan goyang balon. Di balik noda hitam di pipi dan kesederhanaan hadiah yang dipegang, mulai dari sapu hingga alat pel, terpancar kebahagiaan yang murni, sebuah simbol kebersamaan yang tak ternilai harganya.

Bagi AKBP Hari Budiyanto, keriuhan ini adalah manifestasi dari persaudaraan yang direkatkan oleh ketulusan.

“Melalui kegiatan sederhana ini, kita ingin merawat rasa kekeluargaan di lingkungan Polres Soppeng. Ketika kita saling mengenal, saling menghargai, dan merasa menjadi bagian dari satu keluarga besar, maka amanah tugas akan terasa lebih ringan dan solid,” tutur Kapolres dengan ketulusan yang hangat.

Ia meyakini bahwa tugas pelayanan yang berakar dari hati yang harmonis akan memancarkan kebaikan yang nyata bagi masyarakat. Kebersamaan di luar dinas ini menjadi bahan bakar spiritual untuk melangkah lebih mantap dalam menjaga kedamaian di Bumi Latemmamala.

Hari pun beranjak siang, namun hangatnya kebersamaan itu enggan pudar. Lomba tradisional hari itu bukan sekadar perayaan rutin kemerdekaan, melainkan jeda sejenak untuk memanjatkan syukur atas nikmat persaudaraan. Di Mako Polres Soppeng, kemerdekaan dimaknai dengan cara yang paling sederhana namun mendalam: merawat persaudaraan, mengukir senyum bersama, dan meneguhkan niat untuk terus mengabdi bagi masyarakat dan negeri. (PMG/Syukur Mariorante Katalawala)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *