Polda Sulsel Siapkan Trainer AI untuk Mencerdaskan Generasi Digital

POLRI46 Dilihat

Keterangan Gambar:

Karo SDM Polda Sulsel Kombes Pol Adi Ferdian Saputra, S.I.K., M.H. bersama pejabat utama dan 125 peserta Training of Trainers (ToT) Program Paham Artificial Intelligence (AI) Tahun 2026 berfoto bersama usai pembukaan kegiatan di Ballroom Hotel Harper Makassar, Rabu (5/8/2026).

ESSAY NEWS PALAPA
Berani Bersikap, Tegas dalam Nurani

Oleh: Sabri

SUARA PALAPA, MAKASSAR – Di tengah derasnya arus kecerdasan buatan yang mengubah wajah peradaban, pendidikan tidak lagi cukup sekadar mengajarkan cara menggunakan teknologi. Lebih dari itu, generasi muda perlu dibimbing agar mampu menggunakannya dengan akal yang cerdas, hati yang jernih, dan nurani yang tetap berpijak pada nilai-nilai moral.

Kesadaran itulah yang melandasi Polda Sulawesi Selatan melalui Biro Sumber Daya Manusia menggelar Training of Trainers (ToT) Program Paham Artificial Intelligence (AI) Tahun 2026 di Ballroom Hotel Harper Makassar, Rabu (5/8/2026).

Kegiatan tersebut dihadiri jajaran pejabat utama Polda Sulsel, di antaranya Direktur Reserse Kriminal Khusus, Direktur Binmas, Kabid Humas, Kabid TIK, Kabagbinkar Biro SDM, serta para peserta yang berasal dari seluruh wilayah hukum Polda Sulawesi Selatan.

Sebanyak 125 personel mengikuti pelatihan yang berlangsung selama dua hari. Mereka merupakan calon trainer yang berasal dari 25 Polres, masing-masing mengirimkan lima personel. Setelah menyelesaikan pelatihan, para peserta akan menjadi ujung tombak edukasi Program Paham AI hingga ke tingkat Polres dan Polsek, sebelum akhirnya memberikan pembelajaran kepada pelajar SMA, SMK, MA, dan sederajat di daerah masing-masing.

Bagi Polda Sulsel, kecerdasan buatan bukan sekadar kemajuan teknologi, melainkan amanah yang harus diarahkan untuk menghadirkan kemaslahatan. Sebab teknologi yang tidak disertai etika dapat menjadi pedang bermata dua, sementara ilmu yang dibingkai akhlak akan menjadi cahaya yang menerangi masa depan.

Ketua Panitia, AKBP Dr. Fantry Taherong, menjelaskan bahwa pelatihan ini diselenggarakan sebagai langkah strategis membentuk trainer bersertifikat yang menguasai modul pembelajaran, mampu mengoperasikan platform Senopati Academy, serta siap mengedukasi para pelajar mengenai penggunaan AI secara aman, etis, bertanggung jawab, dan akuntabel.

Menurutnya, pelajar saat ini telah akrab dengan teknologi AI. Karena itu, kehadiran para trainer menjadi sangat penting agar generasi muda tidak hanya pandai memanfaatkan teknologi, tetapi juga mampu memahami batas-batas etika, mengenali informasi palsu, dan menggunakan kecerdasan buatan untuk hal-hal yang produktif.

Polda Sulsel pun menargetkan Program Paham AI dapat menjangkau ribuan bahkan ratusan ribu pelajar di Sulawesi Selatan secara bertahap melalui sinergi dengan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah beserta seluruh pemangku kepentingan di bidang pendidikan.

“Kita tidak bisa berjalan sendiri. Keberhasilan program ini membutuhkan kolaborasi antara kepolisian, sekolah, guru, orang tua, dinas pendidikan, dan seluruh elemen masyarakat agar tercipta ekosistem digital yang sehat bagi generasi penerus bangsa,” ujar AKBP Dr. Fantry.

Sementara itu, Karo SDM Polda Sulsel Kombes Pol Adi Ferdian Saputra, S.I.K., M.H., menegaskan bahwa pelatihan ini merupakan wujud nyata komitmen Polda Sulsel dalam menyiapkan sumber daya manusia yang mampu mendampingi generasi muda menghadapi era transformasi digital.

Ia berharap seluruh peserta mengikuti setiap sesi pelatihan dengan sungguh-sungguh, mulai dari pengenalan dasar kecerdasan buatan, etika penggunaan AI, teknik melawan hoaks, hingga praktik pemanfaatan platform Senopati Academy.

“Ilmu yang diperoleh hari ini bukan untuk disimpan sendiri, melainkan menjadi amanah yang harus diteruskan kepada rekan-rekan di Polres dan kepada para pelajar di wilayah masing-masing,” pesannya.

Selama pelatihan, para peserta akan memperoleh lima materi utama, yaitu Introduction to AI, Ethical Use of AI, Fighting Hoax with AI, AI Prompts 101, serta Kejahatan Siber. Seluruh materi dibawakan oleh trainer yang sebelumnya telah mengikuti pelatihan nasional di Jakarta pada Juli 2026.

Pada akhirnya, kecerdasan buatan hanyalah alat. Nilainya akan ditentukan oleh manusia yang menggunakannya. Ketika ilmu dipadukan dengan integritas, teknologi disandingkan dengan etika, dan kecerdasan berjalan seiring keimanan, maka AI tidak lagi sekadar menjadi simbol kemajuan zaman, melainkan jembatan menuju masa depan yang lebih beradab.

Sebab ilmu yang bermanfaat adalah ilmu yang menumbuhkan hikmah. Dan setiap hikmah yang ditanamkan kepada generasi muda adalah ikhtiar menjaga peradaban, sekaligus bentuk syukur kepada Allah SWT atas anugerah akal yang diberikan kepada manusia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *