Mahkota Pengabdian di Ujung Bakti: Ketulusan AKBP Koeswanto Menjaga Amanah Langit

POLRI83 Dilihat

Keterangan Gambar:

WAKIL INTEGRITAS: Karo SDM Polda Sulsel Kombes Pol Adi Ferdian Saputra, S.I.K., S.H., M.H. (kiri) memberikan jabat erat penuh kehangatan dan senyuman rasa hormat kepada AKBP Koeswanto (kanan) saat menyerahkan potongan tumpeng kesyukuran pada Upacara Kenaikan Pangkat Pengabdian di Gedung Sasana Appatuju Dojo Mapolda Sulsel, Senin (3/8/2026). Momen humanis ini menandai puncak penghargaan negara atas dedikasi dan kesetiaan tanpa cela AKBP Koeswanto menjelang masa purna bakti.

FEATURE PALAPA
Berani Bersikap, Tegas dalam Nurani

Oleh: Sabri

SUARA PALAPA, MAKASSAR — Waktu laksana sauh yang perlahan berlabuh, namun bagi Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Koeswanto, helai demi helai hari yang dilewatinya di bawah panji Bhayangkara bukanlah sekadar hitungan angka angka kalender. Hari-hari itu adalah lembaran sajadah pengabdian, tempat ia menunaikan janji suci kepada negara dan Sang Khalik.

Senin pagi (3/8/2026), di bawah atap Gedung Sasana Appatuju Dojo Mapolda Sulawesi Selatan, sebuah takdir indah digoreskan. Di hadapan Sang Pencipta dan disaksikan oleh rekan-rekan sejawatnya, pundak Koeswanto disematkan pangkat baru yang berkilau: AKBP. Sebuah pangkat pengabdian, sebuah anugerah yang hanya diberikan kepada mereka yang mampu menjaga kesetiaan tanpa cacat hingga menjelang masa purna tugas.

Suasana haru menjalar begitu khidmat. Upacara yang dipimpin langsung oleh Kepala Biro Sumber Daya Manusia (Karo SDM) Polda Sulsel, Kombes Pol Adi Ferdian Saputra, SIK, S.H., M.H., terasa lebih dari sekadar seremoni kedinasan. Ada getar takzim yang menyelimuti ruangan ketika Kabagpsikologi AKBP Udin Yulianto bersama jajaran Kasubbag, Paur, Pamin, personel Bintara, serta ASN Biro SDM Polda Sulsel menyaksikan momen bersejarah ini.

Bagi AKBP Koeswanto, 1 November mendatang adalah garis akhir formalitasnya sebagai polisi aktif. Namun, sebelum lonceng purna bakti berdentang, negara memberikan penghormatan tertinggi. Kenaikan pangkat ini adalah kesaksian bisu atas jejak langkah yang bersih, sebuah teladan luhur tentang bagaimana menjaga keikhlasan bertugas tanpa sekalipun menodai sumpah jabatan.

Dalam untaian amanatnya yang sarat makna spiritual dan humanis, Kombes Pol Adi Ferdian Saputra menyampaikan bahwa integritas adalah mutiara terkaya bagi seorang abdi negara.

“Selamat kepada AKBP Koeswanto atas kenaikan pangkat pengabdian yang telah diraih. Penghargaan ini bukan sekadar lambang di pundak, melainkan wujud apresiasi mendalam dari negara. Ini adalah bukti sahih atas loyalitas, disiplin, dan pengabdian yang dijalankan dengan penuh tanggung jawab, suci dari pelanggaran,” tutur Kombes Pol Adi Ferdian dengan nada berwibawa namun menyentuh hati.

Sang Karo SDM menitipkan harapan agar cahaya keteladanan yang dipancarkan oleh AKBP Koeswanto dapat menjadi kompas moral bagi seluruh personel Biro SDM Polda Sulsel. Di tengah dinamika zaman, menjaga profesionalisme sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat adalah ibadah yang nyata.

Meski kelak seragam dinas tak lagi melekat, jalinan batin dengan institusi tak boleh putus. Kombes Pol Adi Ferdian berpesan agar di tengah masyarakat nanti, AKBP Koeswanto tetap menjadi lentera ketertiban dan kemitraan bagi Polri, khususnya di wilayah hukum Polda Sulsel.

“Kami berharap, walau telah kembali ke haribaan masyarakat, AKBP Koeswanto tetap menjadi agen kebaikan. Menjadi contoh yang teduh, merajut komunikasi yang harmonis, demi tegaknya lingkungan yang aman, tertib, dan kondusif,” tambahnya, menitipkan estafet ketenteraman.

Ketika upacara usai, kehangatan manusiawi membuncah. Ucapan selamat mengalir deras, bersambut jabatan tangan yang erat dan pelukan persaudaraan. Momentum foto bersama dan pemotongan tumpeng kesyukuran mengunci hari itu dengan kebahagiaan yang tulus.
Upacara ini telah berlalu, namun ia meninggalkan jejak yang mendalam di sanubari setiap personel yang hadir: bahwa pangkat dan jabatan di dunia adalah titipan, namun nama baik yang dijaga dengan ketulusan dan ketakwaan akan abadi, menjadi warisan terindah yang dibawa pulang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *