Doa di Antara Keheningan Pos 3: Ketika Senja Menuntun Langkah Pulang Lima Malim Kecil

BREAKING NEWS46 Dilihat

Keterangan Gambar:

Momen kehangatan dan rasa syukur saat lima anak yang sempat tersesat di Gunung Sumpang Lawenge berhasil diselamatkan dan dipertemukan kembali dengan pihak keluarga serta tim gabungan di Mako Polres Soppeng. (Foto: Dok. Humas Polres Soppeng)

PALAPA MEDIA GROUP (PMG)

Berani Bersikap, Tegas dalam Nurani

FEATURE PALAPA

Kisah Kemanusiaan di Balik Fakta

​Oleh: Petta Barang

SUARA PALAPA, SOPPENG — Gunung selalu menyimpan rahasianya sendiri. Bagi jiwa-jiwa muda, puncaknya adalah panggung petualangan. Namun ketika sang surya pelan-pelan pamit di ufuk barat, jalur yang semula ramah bisa berubah menjadi rimba keheningan yang menguji ketabahan.

​Hari baru saja menginjak pukul 15.00 WITA pada Minggu, 16 Agustus 2026, ketika lima pasang kaki kecil melangkah riang meniti jalur Sumpang Lawenge, Taletting, Kelurahan Botto, Kecamatan Lalabata. Di usia mereka yang masih sangat belia—berkisar antara 10 hingga 13 tahun—semangat menjelajah mengalahkan segalanya. Namun, alam memiliki takdirnya sendiri. Di sekitar Pos 3, bayang-bayang pepohonan kian memanjang, dan jejak jalan setapak perlahan menyelinap hilang. Rombongan kecil itu tersesat.

​Di tengah sunyi yang kian mencekam dan dingin yang mulai merayap, takdir menyelipkan secercah ikhtiar. Jam menunjukkan pukul 17.40 WITA ketika jemari mungil Muh. Rifki memencet digit angka pada layar ponselnya: 110. Suara bergetar dari balik telepon menyampaikan pesan kepasrahan sekaligus harapan—ia dan empat temannya membutuhkan pertolongan di kegelapan gunung.

​Panggilan darurat itu menjadi semacam doa yang langsung diijabah oleh aksi nyata. Sinyal dari sang bocah menyalakan nurani kesiapsiagaan di Mako Polres Soppeng. Pamapta 3 SPKT Aipda Sumaryadi bersama personel piket fungsi bergerak cepat, merajut asa bersama BPBD Kabupaten Soppeng dan warga setempat.

​Malam pun jatuh di Bumi Latemmamala. Di bawah naungan langit malam, penyisiran membelah belantara dimulai. Tim gabungan membagi rute dengan ketulusan yang sama: sebagian menyisir jalur Sewo, sementara personel Polres bersama masyarakat melangkah menembus kegelapan Sumpang Lawenge. Tak ada jeda untuk ragu; setiap jengkal rimbunnya hutan disusuri demi keselamatan anak-anak tersebut.

​Tuhan tidak pernah tidur bagi hamba-Nya yang berikhtiar. Tepat pukul 21.30 WITA, keheningan Pos 3 terpecahkan oleh helaan napas lega. Kelima anak itu ditemukan dalam keadaan selamat, memeluk kehangatan dari para penolong yang memecah dinginnya malam. Dari puncaknya yang sunyi, mereka dipimpin turun menuju Mako Polres Soppeng untuk dipeluk kembali oleh doa-doa orang tua mereka yang sempat tertahan di dada.

​Kapolres Soppeng AKBP Hari Budiyanto, S.H., S.I.K., M.H., menyampaikan rasa syukur serta apresiasinya atas sinergi tanpa lelah seluruh tim dan warga.

“Alhamdulillah, kelima anak tersebut dapat ditemukan dalam keadaan selamat. Panggilan 110 malam itu bukan sekadar laporan, tetapi amanah kemanusiaan yang harus kami tunaikan,” tutur Kapolres dengan nada hangat.

​Di balik senyum lega malam itu, tersirat pesan mendalam bagi setiap orang tua dan pengelola kawasan. Kepedulian, pendampingan, serta pengawasan adalah payung terbaik sebelum melangkah menantang alam. Sebab, pada akhirnya, kepulangan yang selamat adalah puncak tertinggi dari setiap petualangan.

​Malam di Soppeng menutup tirainya dengan damai, meninggalkan jejak bahwa di balik seragam dan tugas negara, ada nurani luhur yang siap menjadi pelita bagi mereka yang kehilangan arah.

PALAPA MEDIA GROUP (PMG)

Berani Bersikap, Tegas dalam Nurani

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *