Menjaga Kamtibmas dengan Sentuhan Nurani di Tengah Kehidupan Masyarakat

KAMTIBMAS60 Dilihat

Keterangan Gambar:

Kasat Binmas Polres Soppeng IPTU Andri Hermansyah, S.Sos., M.Si., bersama personel Sat Binmas berdialog dengan karyawan salah satu perusahaan jasa pengiriman di Kecamatan Lalabata, Rabu (22/7/2026). Melalui kegiatan sambang dan penyuluhan Kamtibmas, Polri mengajak masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap kebakaran, penipuan daring, serta memanfaatkan layanan Call Center 110 sebagai wujud penguatan kemitraan demi terciptanya keamanan yang kondusif. (Foto Dokumentasi Humas Polres Soppeng)

ESSAY SUARA PALAPA

Oleh: Syukur Mariorante Katalawala

Editor: Alimuddin
Pemred Palapa Media Group

SOPPENG, SUARA PALAPA — Keamanan tidak selalu lahir dari kokohnya tembok atau banyaknya aturan. Ia justru bertumbuh dari hati yang saling percaya, dari sapaan yang tulus, dan dari langkah-langkah kecil yang menghadirkan rasa tenteram di tengah kehidupan. Ia bertumbuh dari hati yang saling percaya, dari sapaan yang tulus, dan dari langkah-langkah kecil yang menghadirkan rasa tenteram di tengah kehidupan. Sebab kedamaian sejatinya bukan hanya dijaga dengan kewenangan, tetapi juga dipelihara dengan kepedulian.

Pada Rabu pagi, 22 Juli 2026, ketika matahari mulai menghangatkan sudut-sudut Kota Watansoppeng, personel Satuan Pembinaan Masyarakat (Sat Binmas) Polres Soppeng menapaki Jalan Paddanreng Watu, Jalan Lakkita, hingga Jalan Salotungo, Kecamatan Lalabata. Mereka datang bukan untuk menebarkan kekhawatiran, melainkan menghadirkan dialog yang menenangkan: mengajak masyarakat menjaga keselamatan, meningkatkan kewaspadaan, dan merawat kebersamaan sebagai benteng utama keamanan.

Kegiatan sambang dan pembinaan penyuluhan (Binluh) tersebut dipimpin langsung oleh Kasat Binmas Polres Soppeng, IPTU Andri Hermansyah, S.Sos., M.Si., didampingi KBO, Kaurmintu, para Kanit, serta personel Sat Binmas. Di setiap titik kunjungan, dialog berlangsung hangat. Polisi mendengar, masyarakat berbicara. Di sanalah kehadiran negara terasa lebih dekat, bukan sekadar sebagai penegak hukum, melainkan sebagai sahabat yang peduli.

Materi penyuluhan yang disampaikan berpijak pada realitas yang tengah dihadapi masyarakat. Musim kemarau yang rawan memicu kebakaran menjadi salah satu perhatian utama. Warga juga diingatkan agar tidak mudah terjebak dalam berbagai modus penipuan daring yang semakin canggih. Di sisi lain, masyarakat diajak memanfaatkan layanan Call Center Polri 110 sebagai jalur cepat untuk memperoleh bantuan maupun melaporkan gangguan keamanan.

Pandangan tersebut sejalan dengan komitmen Polres Soppeng dalam mengedepankan pendekatan preventif. Kapolres Soppeng AKBP Aditya Pradana, S.I.K., M.I.K., menegaskan bahwa tugas kepolisian tidak berhenti pada penanganan perkara. Jauh sebelum sebuah masalah terjadi, pencegahan melalui edukasi menjadi ikhtiar yang jauh lebih bernilai.

“Keamanan merupakan tanggung jawab bersama. Karena itu kami terus mengedepankan kegiatan sambang dan penyuluhan agar masyarakat semakin memahami langkah-langkah pencegahan terhadap berbagai potensi gangguan, mulai dari kebakaran, kejahatan siber, hingga pentingnya memanfaatkan layanan 110 untuk memperoleh bantuan kepolisian secara cepat,” ujarnya.

Senada dengan itu, IPTU Andri Hermansyah menjelaskan bahwa komunikasi langsung dipilih karena mampu membangun kedekatan emosional sekaligus membuka ruang diskusi mengenai persoalan keamanan yang dihadapi warga.

Menurutnya, penyuluhan bukan sekadar menyampaikan informasi, melainkan membangun kesadaran bersama agar masyarakat semakin waspada terhadap ancaman penipuan, lebih peduli terhadap risiko kebakaran di musim kemarau, dan tidak ragu menghubungi Call Center 110 apabila membutuhkan bantuan kepolisian.

Di balik kegiatan sederhana itu tersimpan pesan yang mendalam. Bahwa keamanan bukanlah hasil kerja satu institusi semata, melainkan buah dari gotong royong seluruh elemen masyarakat. Polisi yang hadir dengan hati terbuka akan menemukan masyarakat yang siap berjalan bersama menjaga lingkungan tetap damai.

Dalam setiap ajaran agama, menjaga keamanan adalah bagian dari amanah. Setiap langkah yang mencegah keburukan merupakan ikhtiar menghadirkan kemaslahatan bagi sesama. Ketika tangan-tangan saling menggenggam dalam semangat kepedulian, yang dibangun bukan hanya ketertiban, melainkan juga peradaban yang bertumpu pada kasih sayang dan tanggung jawab.

Kegiatan Sat Binmas Polres Soppeng pagi itu pun berlangsung aman, tertib, dan penuh keakraban. Sambutan hangat masyarakat menjadi pertanda bahwa kehadiran aparat yang mengedepankan dialog selalu menemukan tempat di hati rakyat.

Keamanan bukan sekadar angka statistik yang tercatat di meja laporan. Ia adalah doa yang menjelma menjadi rasa tenang ketika anak-anak berangkat sekolah, para pedagang membuka tokonya tanpa cemas, dan setiap keluarga dapat menutup pintu rumah dengan keyakinan bahwa lingkungan di sekitarnya dijaga oleh kepedulian bersama. Di sanalah pengabdian menemukan makna yang paling hakiki: menghadirkan rasa aman sebagai bentuk ibadah kepada Tuhan dan pengabdian kepada sesama.

Demikianlah, tugas menjaga keamanan dan tugas menyampaikan kebenaran sejatinya berpijak pada nilai yang sama: menghadirkan rasa aman bagi kehidupan bersama. Ketika pengabdian dijalankan dengan hati, dan informasi disampaikan dengan nurani, masyarakat tidak hanya memperoleh ketertiban, tetapi juga kepercayaan.

Pada akhirnya, sejarah tidak mengenang siapa yang paling keras berbicara, melainkan siapa yang paling setia menjaga kebenaran. Di situlah pers menemukan kehormatannya: bukan sekadar mengabarkan peristiwa, melainkan menyalakan nurani, agar bangsa ini terus melangkah menuju peradaban yang berkeadaban.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *