Persatuan Saja Tidak Cukup untuk PWI Sulsel

OPINI212 Dilihat

Penulis: Alimuddin
Ketua Dewan Penasehat Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Kabupaten Soppeng)

Konferensi Provinsi PWI Sulawesi Selatan 2026 berakhir tanpa gejolak. Musyawarah mufakat mengantarkan Suwardi Thahir sebagai Ketua PWI Sulsel dan Dahlan Abubakar sebagai Ketua Dewan Kehormatan Provinsi. Situasi yang damai ini patut diapresiasi di tengah banyaknya organisasi yang justru terbelah akibat kontestasi internal.

Namun persatuan tidak boleh berhenti sebagai slogan konferensi.

PWI Sulsel menghadapi tantangan yang jauh lebih besar dibanding sekadar menyatukan suara peserta konferensi. Organisasi ini berada di tengah perubahan besar dunia jurnalistik. Arus informasi digital berkembang tanpa kendali. Hoaks menyebar lebih cepat daripada klarifikasi. Pada saat yang sama, profesionalisme wartawan masih menjadi pekerjaan rumah yang belum sepenuhnya terselesaikan.

Karena itu, janji memperbanyak Uji Kompetensi Wartawan, memperkuat pelatihan jurnalistik digital, dan mempermudah pelayanan anggota harus diterjemahkan menjadi program yang terukur. Organisasi profesi tidak cukup hanya menghasilkan keputusan konferensi dan pergantian kepengurusan. Yang lebih penting adalah menghasilkan perubahan nyata bagi anggotanya.

PWI Sulsel juga harus memastikan tidak ada sekat politik pasca-konferensi. Semua peserta adalah pemilik organisasi yang sama. Kepemimpinan baru dituntut merangkul seluruh elemen, termasuk mereka yang sebelumnya berada di kubu berbeda.

Yang tak kalah penting, regenerasi harus menjadi agenda utama. Dunia pers membutuhkan wartawan muda yang memahami teknologi digital tanpa meninggalkan etika jurnalistik. Tanpa regenerasi yang sehat, organisasi profesi akan kehilangan relevansinya.

Lima tahun ke depan akan menjadi ujian sesungguhnya bagi kepemimpinan baru. Persatuan yang lahir dari musyawarah tentu patut disyukuri. Tetapi persatuan baru memiliki makna ketika mampu melahirkan profesionalisme, integritas, dan keberanian menjaga kemerdekaan pers.

Jika itu gagal diwujudkan, maka konferensi ini hanya akan tercatat sebagai pergantian pengurus biasa. Namun jika berhasil, Konferprov PWI Sulsel 2026 dapat dikenang sebagai titik awal kebangkitan organisasi wartawan terbesar di Sulawesi Selatan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *